Connect with us

Kampus

Sinergi Kesehatan Desa: KKN UPGRIS Kelompok 20 Dukung Kegiatan Posyandu di Desa Nyatnyono

Published

on

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 20 turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu di Desa Nyatnyono sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja di bidang kesehatan yang bertujuan memperkuat pelayanan dasar masyarakat di tingkat desa.

Pelaksanaan Posyandu berlangsung dengan melibatkan kader kesehatan, bidan desa, serta ibu-ibu yang memiliki balita. Mahasiswa KKN membantu proses pendaftaran, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pencatatan perkembangan anak. Selain itu, mahasiswa juga ikut mendampingi dalam pemberian vitamin dan makanan tambahan bagi balita.

Partisipasi KKN UPGRIS Kelompok 20 tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga edukatif. Mahasiswa memberikan penyuluhan singkat mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang sehat, serta pencegahan stunting sejak dini. Edukasi ini disampaikan dengan bahasa yang komunikatif agar mudah dipahami oleh para ibu.

“Kami selama kegiatan posyandu dibagi menjadi beberapa tugas ada yang bagian registrasi, ada bagian bantu timbang bayi, memberikan obat, dan juga memberikan penyuluhan tentang kesehatan,” ujar koordinator kelurahan

Kegiatan Posyandu menjadi momen penting untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkala. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan kader kesehatan desa, pelayanan berjalan lebih tertib dan efektif. Kehadiran mahasiswa KKN juga memberikan semangat tambahan bagi para kader yang selama ini konsisten mengabdi untuk kesehatan masyarakat.

Antusiasme warga Desa Nyatnyono terlihat dari kehadiran ibu-ibu yang aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Suasana Posyandu berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan kepedulian bersama terhadap generasi penerus desa.

Ketua KKN UPGRIS Kelompok 20 menyampaikan bahwa keterlibatan dalam Posyandu merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu dan anak.

“Selama masa pengabdian, kami akan selalu mengupayakan untuk terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat. tak terkecuali dalam bidang kesehatan yaitu pemeriksaan kesehatan rutin dalam acara posyandu,” tambahnya

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 tidak hanya belajar memahami kondisi kesehatan masyarakat secara langsung, tetapi juga turut berkontribusi dalam menciptakan desa yang lebih sehat dan sejahtera. Sinergi antara mahasiswa, kader, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan di Desa Nyatnyono.

 

Editor: Azis

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pasca Longsor, Mahasiswa KKN UPGRIS Ikut Kerja Bakti dan Mengedukasi Masyarakat

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Hujan deras yang terjadi sehari mengakibatkan bencana longsor di beberapa titik Kabupaten Semarang, salah satunya Kelurahan Susukan.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dari Divisi Kesehatan Lingkungan merespon peristiwa tersebut dengan melaksanakan kegiatan kerja bakti penanganan longsor bersama masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang terdampak bencana. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu membersihkan material longsor sekaligus memulihkan kondisi lingkungan agar kembali aman dan nyaman bagi warga.

Mahasiswa KKN bersama masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan tanah dan bebatuan yang menutup akses jalan serta memperbaiki saluran drainase yang terganggu akibat longsor.

Kondisi Longsor

Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Kaligawe, Susukan, yang terdampak longsor akibat curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan tertutupnya sebagian akses jalan dan saluran air warga. Mereka mengangkat material longsor, membersihkan puing-puing, serta menata kembali lingkungan sekitar.

Tidak hanya kerja bakti saja, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan lingkungan guna mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan pendampingan dan sosialisasi mengenai upaya pencegahan longsor, seperti melakukan penghijauan, membuat lubang biopori untuk meningkatkan resapan air, serta menjaga kebersihan saluran drainase agar tidak tersumbat sampah. Kegiatan dilakukan secara kolaboratif dan komunikatif, sehingga masyarakat dapat memahami serta menerapkan langkah-langkah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan melalui kegiatan kerja bakti ini, lingkungan Kaligawe Susukan dapat pulih dengan cepat serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian dan kesehatan lingkungan.

Continue Reading

Berita

Dorong Transformasi Transaksi Digital, KKN UPGRIS Kelompok 20 Gelar Literasi Digital Pembuatan QRIS dan Akun M-Banking bagi UMKM Desa Nyatnyono

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang yang tergabung dalam Kelompok 20 melaksanakan program literasi digital dan pendampingan pembuatan QRIS serta akun mobile banking (m-banking) bagi pelaku UMKM lokal di Desa Nyatnyono. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung transformasi digital dan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat desa agar lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Perkembangan sistem pembayaran non-tunai yang semakin pesat mendorong pelaku usaha untuk mulai beralih ke sistem digital. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 20 memberikan edukasi tentang pentingnya memahami teknologi keuangan digital, termasuk penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan layanan m-banking sebagai sarana transaksi yang praktis, aman, dan efisien.

Kegiatan diawali dengan materi mengenai literasi digital dasar bagi UMKM. Mahasiswa menjelaskan bahwa digitalisasi usaha tidak hanya sebatas promosi melalui media sosial, tetapi juga mencakup sistem pembayaran, pencatatan transaksi, hingga pengelolaan keuangan yang lebih transparan.

“Peserta diberikan pemahaman bahwa penggunaan teknologi dapat membantu mempercepat transaksi, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta meningkatkan kepercayaan pelanggan,” ungkap Koordinator Kelurahan

Pada sesi pendampingan pembuatan QRIS, mahasiswa membantu pelaku UMKM menyiapkan dokumen yang diperlukan, seperti KTP dan rekening bank aktif. Peserta diarahkan untuk mendaftar melalui penyedia jasa pembayaran resmi, mengikuti proses verifikasi, hingga akhirnya memperoleh kode QRIS yang siap digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan dalam pembuatan akun m-banking bagi pelaku UMKM yang belum memiliki akses layanan perbankan digital. Proses ini dimulai dengan memastikan peserta memiliki rekening aktif, kemudian dilanjutkan dengan mengunduh aplikasi resmi bank yang digunakan. Mahasiswa membimbing langkah demi langkah proses registrasi, mulai dari memasukkan data pribadi, verifikasi nomor telepon, pembuatan PIN, hingga aktivasi akun.

Pendampingan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat memantau mutasi rekening, mengecek saldo, serta melakukan transfer secara mandiri tanpa harus datang ke kantor bank. Dengan adanya akun m-banking, transaksi usaha menjadi lebih praktis dan tercatat secara otomatis, sehingga memudahkan dalam pengelolaan keuangan.

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka berhasil mengakses akun m-banking dan memahami cara penggunaannya. Banyak pelaku usaha yang sebelumnya masih mengandalkan transaksi tunai kini mulai menyadari manfaat sistem digital yang lebih efisien dan aman.

Mahasiswa KKN juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi, seperti tidak membagikan PIN atau kode OTP kepada siapa pun. Edukasi ini menjadi bagian penting dari literasi digital agar masyarakat tidak mudah menjadi korban penipuan digital.

Program literasi digital ini diharapkan mampu menjadi titik awal bagi UMKM Desa Nyatnyono untuk berkembang secara lebih profesional. Dengan adanya QRIS dan akun m-banking, pelaku usaha tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Melalui kegiatan ini, KKN UPGRIS Kelompok 20 membuktikan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi. Diharapkan UMKM Desa Nyatnyono semakin siap menghadapi era digital, lebih kompetitif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

 

Editor: Azis

Continue Reading

Berita

Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Pasar Murah di Leyangan, Gandeng DPD RI Bantu Ringankan Beban Warga

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pasar murah yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bekerja sama dengan DPD RI, khususnya Anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balai Desa Leyangan pada Jumat, 27 Februari 2026.

Pasar murah ini merupakan bagian dari rangkaian penutup program KKN UPGRIS di berbagai wilayah Jawa Tengah. Setelah sebelumnya mahasiswa menggelar expo produk unggulan daerah, kegiatan pasar murah dihadirkan sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Rektor UPGRIS, Sri Suciati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hampir seluruh program KKN berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Semuanya diterima dengan baik oleh masyarakat. Apa yang dikerjakan mahasiswa semoga membekas di hati warga. Apalagi pada kesempatan ini kami dapat bersinergi dengan senator DPD RI sehingga bisa menghadirkan pasar murah yang diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Muhdi turut hadir dan secara langsung membagikan paket sembako kepada warga. Ia menegaskan bahwa kegiatan pasar murah merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam membantu masyarakat.

“Program pasar murah ini merupakan salah satu bentuk tugas negara untuk hadir di tengah masyarakat. DPD memiliki kewajiban menyerap aspirasi sekaligus memperjuangkannya dalam bentuk kebijakan maupun bantuan langsung. Saya berharap kegiatan ini dapat sedikit meringankan beban warga,” tuturnya.

Penjabat (PJ) Kepala Desa Leyangan, Yogi Wadyabratha, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa KKN dan DPD RI. Ia menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu membaur dan menjaga etika di tengah masyarakat.

“Mahasiswa telah menghadirkan program yang bermanfaat dan membangun kedekatan dengan warga. Atas nama masyarakat Desa Leyangan, kami siap mendukung setiap program kerja KKN dan UPGRIS yang membawa dampak positif bagi desa,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua YPLP H. Sakbani, S.Pd., M.H.; Wakil Rektor II Prof. Dr. Endah Rita SD, S.Si., M.Si.; Wakil Rektor III Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H.; Wakil Rektor IV Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., S.T., M.Pd.; serta Ketua LPPM Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd. Kehadiran jajaran pimpinan universitas tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pengabdian mahasiswa di masyarakat.

Warga Desa Leyangan tampak antusias mengikuti kegiatan pasar murah sejak pagi hari. Mereka mengantre dengan tertib untuk mendapatkan paket sembako yang telah disediakan. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat desa.

Melalui kegiatan pasar murah ini, mahasiswa KKN UPGRIS kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya berfokus pada program edukatif, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.

Diharapkan, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara dapat terus terjalin guna menghadirkan program-program yang solutif dan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara nyata dan merata.

 

Editor: Azis

Continue Reading

Trending

2