Info
Tingkatkan Visibilitas Usaha, KKN UPGRIS Bantu UMKM Langensari Terdaftar Resmi di Google Maps
Kab. Semarang, katakampus.com – Di era disrupsi teknologi saat ini, keberadaan jejak digital menjadi aset vital bagi kelangsungan usaha, tak terkecuali bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan. Memahami urgensi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 4 mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan program pendampingan intensif bagi pelaku usaha di Desa Langensari. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2026 ini berfokus pada Pembuatan dan Optimalisasi Google Maps atau Google Business Profile.
Program kerja ini berangkat dari temuan lapangan bahwa banyak potensi ekonomi lokal di Desa Langensari yang belum terekspos secara maksimal di internet. Padahal, kemudahan akses informasi lokasi dan detail produk menjadi penentu utama keputusan konsumen zaman sekarang. Oleh karena itu, para mahasiswa hadir untuk menjembatani kesenjangan teknologi ini dengan memberikan asistensi teknis secara menyeluruh.
Proses pendampingan dilakukan dengan pendekatan personal. Mahasiswa tidak hanya memberikan teori, melainkan langsung memandu para pelaku UMKM melakukan pendaftaran akun Google Business Profile. Tahapan krusial seperti verifikasi titik lokasi, pengisian data usaha yang rinci (nama, alamat, kontak, hingga jam operasional), serta strategi pengambilan dan pengunggahan foto produk yang estetik menjadi materi utama hari itu. Edukasi singkat juga diberikan agar para pemilik usaha mampu mengelola ulasan dan memperbarui informasi secara mandiri di kemudian hari.
Tujuan utama dari inisiatif ini sangat jelas : meningkatkan visibilitas dan kredibilitas. Dengan terdaftarnya lokasi usaha di Google Maps, hambatan geografis bagi calon pelanggan dari luar desa dapat teratasi. Sebelum adanya program ini, sebagian besar usaha warga hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan pelanggan sekitar. Akibatnya, potensi pasar yang lebih luas belum dapat dimaksimalkan, meskipun produk yang ditawarkan memiliki kualitas dan harga yang kompetitif.
“Kami melihat produk UMKM di Langensari punya kualitas bersaing, tapi sayang jika ‘hilang’ karena tidak ada di peta digital. Ketika sebuah usaha muncul di Google Maps dengan foto produk jelas dan ulasan positif, kepercayaan pembeli otomatis terbentuk. Kami ingin UMKM di sini tidak hanya menunggu bola, tapi aktif menjemput pasar melalui kemudahan akses teknologi ini,” tutur Shinta di sela-sela pendampingan warga.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UPGRIS berperan aktif mendampingi pelaku UMKM mulai dari proses pendataan usaha, pengambilan titik lokasi, hingga pembuatan dan verifikasi akun Google Maps. Setiap pelaku usaha dibantu untuk menampilkan informasi usaha secara lengkap, seperti nama usaha, alamat, jam operasional, nomor kontak, foto produk, hingga deskripsi singkat yang menarik dan informatif.
Mekanisme pelaksanaannya dirancang sederhana dan ramah bagi pelaku UMKM. Mahasiswa mendatangi langsung lokasi usaha, melakukan wawancara singkat, serta memberikan edukasi dasar mengenai manfaat Google Maps bagi pengembangan usaha. Dengan memanfaatkan smartphone, lokasi UMKM kemudian didaftarkan dan diverifikasi sehingga dapat langsung diakses oleh masyarakat luas secara real-time.
Digitalisasi ini memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM. Dengan terdaftarnya usaha di Google Maps, konsumen kini dapat menemukan lokasi UMKM dengan mudah, baik penduduk lokal maupun pendatang. Selain itu, fitur ulasan dan rating turut membuka peluang peningkatan kepercayaan pelanggan terhadap usaha warga. UMKM yang sebelumnya “tersembunyi” kini hadir secara profesional di ruang digital.
Respon positif pun datang dari para pelaku UMKM dan perangkat kelurahan setempat. Mereka menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan usaha di era digital dan dapat menjadi sarana promosi gratis yang efektif. Beberapa pelaku UMKM bahkan mengaku mulai menerima pelanggan baru setelah lokasi usahanya muncul di Google Maps.
Program pendampingan pendaftaran UMKM di Google Maps ini diharapkan menjadi warisan berkelanjutan dari KKN UPGRIS. Lebih dari sekadar pendataan lokasi, program ini menjadi langkah awal transformasi digital UMKM desa menuju usaha yang lebih dikenal, mudah dijangkau, dan berdaya saing. Dengan sinergi antara mahasiswa, pelaku usaha, dan pemerintah setempat, UMKM Langensari Timur kini melangkah mantap menuju ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor: Azis
Berita
Gerakkan Warga Sehat, KKN UPGRIS 08 Kalirejo Gelar Senam Bersama Ibu PKK
Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 08 menggelar kegiatan senam bersama ibu-ibu PKK sebagai upaya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur.
Kegiatan senam bersama ini dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026, mulai pukul 06.30 WIB, bertempat di depan rumah Ketua RW 03 Kelurahan Kalirejo. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa KKN UPGRIS 08 dan ibu-ibu PKK dengan antusias sejak pagi hari.
Senam yang dilaksanakan meliputi senam lansia dan senam aerobik, sehingga dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia. Pemilihan jenis senam ini bertujuan agar seluruh peserta dapat menyesuaikan gerakan dengan kemampuan fisik masing-masing.
Kegiatan senam bersama dipandu oleh mahasiswa KKN UPGRIS 08 dan berlangsung dalam suasana santai, ceria, serta penuh kebersamaan. Selain berolahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana interaksi dan mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan warga setempat.
Pelaksanaan program senam ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik secara rutin guna menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Kegiatan ini juga sejalan dengan program PKK dalam mendukung gaya hidup sehat di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan senam bersama ini, mahasiswa KKN UPGRIS 08 berharap dapat menumbuhkan semangat hidup sehat di kalangan warga Kelurahan Kalirejo serta mendorong kegiatan positif yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Editor : Azis
Berita
Pembersihan Lahan Taman TOGA dalam Rangka Persiapan Penanaman.
Kab. Semarang, Katakampus.com – Pembersihan Lahan Taman TOGA merupakan kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan sebagai tahap awal dalam mempersiapkan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan area taman dari sampah organik maupun anorganik, rumput liar, serta semak-semak yang menghambat pemanfaatan lahan. Melalui kegiatan ini, lahan taman diharapkan menjadi lebih bersih, rapi, dan siap digunakan sebagai media penanaman berbagai jenis tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan.
Kegiatan pembersihan lahan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 8 Kelurahan Kalirejo dengan pendampingan langsung dari Ketua RW 4 yang turut terlibat dalam proses pembersihan. Kehadiran Ketua RW menunjukkan adanya dukungan dan kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN dan pihak lingkungan setempat dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan serta optimalisasi pemanfaatan lahan bersama.
Pelaksanaan kegiatan bertempat di Taman Lily 4 yang berlokasi di RW 4 Kelurahan Kalirejo. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Taman TOGA yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus sumber tanaman obat bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan pembersihan lahan dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Februari 2026. Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, menyesuaikan dengan kondisi lapangan serta tahapan pembersihan yang dilakukan secara bertahap.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan lahan agar siap digunakan dalam proses penanaman tanaman obat-obatan yang memiliki manfaat kesehatan dan nilai guna bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong pemanfaatan lahan kosong agar lebih produktif. Melalui kegiatan ini, terjalin hubungan yang harmonis antara mahasiswa KKN dan lingkungan setempat.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan pembagian tugas yang terkoordinasi. Kegiatan diawali dengan pengumpulan sampah, pencabutan rumput liar, pemangkasan semak-semak, hingga perapian area taman. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar berkat semangat kebersamaan dan kerja sama yang baik. Setelah kegiatan selesai, lahan Taman Lily 4 siap digunakan untuk tahap selanjutnya, yaitu penanaman berbagai jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sesuai dengan rencana program kerja KKN.
Editor : Azis
Berita
KKN UPGRIS di Desa Kalongan Resmi Diterjunkan, Mahasiswa Siap Mengabdi untuk Masyarakat
Katakampus.com, Kab. Semarang – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada hari Rabu, 14 Januari 2026 secara resmi melakukan penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kabupaten Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang menjadi pilar dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terdapat 10 desa di Ungaran Timur dan 11 desa di Ungaran Barat yang terbagi dalam beberapa kelompok. Sebanyak 17 mahasiswa dari berbagai program studi diterjunkan di Desa Kalongan, Ungaran Timur akan melaksanakan pengabdian selama kurang lebih 50 hari, mulai dari 13 Januari hingga 3 Maret 2026.
Acara penerjunan bertempat di Pendopo Kantor Bupati Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Semarang Dra. Hj. Nur Arifah, Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPMM) UPGRIS Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd., serta sejumlah Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kabupaten Semarang menyampaikan pesan dari Bupati Semarang bahwa KKN merupakan agenda penting dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan di tengah masyarakat.
“Melalui KKN, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berkolaborasi, beradaptasi, dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada di desa maupun kota tempat mereka bertugas. Pemerintah Kabupaten Semarang juga sangat mendukung penuh pelaksanaan KKN UPGRIS di wilayah kami,” ujar Dra. Hj. Nur Arifah.
Sementara itu, Kepala Desa Kalongan yang diwakilkan oleh Staf Administrasi dan PJ Direktur BUMDES Desa, Ibu Diah Puspitosari., S. Pt., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN. Ia menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Kami sangat terbuka dan mendukung penuh kehadiran adik-adik mahasiwa. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kalongan, Khususnya dalam bidang pendidikan, lingkungan, dan ekonomi desa,” tutur Diah Puspitosari.
Program Kerja Utama Mahasiswa KKN di Desa Kalongan
Sejumlah program kerja unggulan telah dirancang oleh mahasiswa selama masa KKN berlangsung. Divisi Pendidikan dan Literasi Digital mengusung program sosialisasi anti bullying, anti hoaks, parenting di KB, serta mengadakan bimbingan belajar bagi anak-anak di sekitar posko. Divisi kesehatan dan lingkungan akan melangsungkan osialisasi Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan penggunaan spray anti naymuk, Juru Pemantau Jentik (Jumantik) serta plangisasi edukasi penguraian sampah. Divisi Kewirausahaan dan pariwisata menginisiasi pelatihan pemasaran digital UMKM jamur tiram “Teratai”, pojok UMKM digital Desa Kalongan, dan visualisasi potensi Desa Kalongan berbasis e-majalah. Divisi Mitigasi Bencana melakukan follow-up alat pendeteksi bencana serta sosialisasi penanganan bencana.
Kegiatan penerjunan ini diakhiri dengan penyerahan secara simbolis mahasiswa KKN dari pihak kampus kepada Kepala Desa Kalongan. Setelah itu, mahasiswa mulai menempati rumah (posko) sebagai tempat tinggal selama masa pengabdian. Dengan kegiatan KKN ini, Universitas PGRI Semarang berharap bisa mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli dan mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat desa.
-
Berita1 tahun yang laluPendampingan Strategis Pendaftaran Tanah di Desa Blimbing: Upaya Masyarakat Menuju Kepastian Hukum Pertanahan
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Gencarkan Urban Farming di Mijen: Tanam Cabai untuk Ketahanan Pangan
-
Berita6 bulan yang laluMAHESA UPGRIS 2025 Mengajak Masyarakat Sidoharjo Olah Kacang Hijau Menjadi LUK CHUP
-
Berita7 bulan yang laluPraktik Baik TeFa dan Kemitraan: SMK Ma’arif Kudus Jadi Model Pembelajaran Berbasis Industri
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Perindah Lingkungan dengan Penataan Tanaman TOGA
-
Berita12 bulan yang laluEkstrakurikuler Muhadhoroh SMP IT Al-Anis Sukoharjo Perkuat Kompetensi Siswa
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS Kenalkan Asinan Rambutan sebagai Inovasi Kuliner di Kelurahan Bubakan
-
Berita1 tahun yang laluKKN Upgris Kelompok 20 Gelar Pelatihan Coding untuk Kembangkan Critical Thinking Siswa SD di Semarang



