Connect with us

Berita

Mahasiswa KKN UNS Gelar Pemeriksaan Gratis Diabetes dan Kolesterol di Desa Pojok, Dorong Deteksi Dini PTM

Published

on

Karanganyar, Katakampus.com – Perubahan iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi kesehatan masyarakat. Perubahan pola cuaca, menurunnya kualitas pangan, hingga perubahan gaya hidup akibat kondisi lingkungan turut meningkatkan risiko penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes dan kolesterol tinggi.

Di tengah kondisi tersebut, upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan menjadi semakin mendesak. Menjawab kebutuhan itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 45 bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat menggelar Sosialisasi Pencegahan serta Pemeriksaan Gratis Diabetes dan Kolesterol bagi warga Desa Pojok pada Minggu (25/1/2026).

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya deteksi dini penyakit serta mendorong penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selain pemeriksaan kesehatan, warga juga mendapatkan edukasi mengenai faktor risiko diabetes dan kolesterol, seperti pola makan tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Dalam kegiatan tersebut, warga memperoleh layanan pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol secara cuma-cuma. Pemeriksaan ini menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sekaligus mencegah risiko komplikasi penyakit yang lebih serius di kemudian hari.

Setiap warga yang mengikuti pemeriksaan mendapatkan penjelasan mengenai hasil tes serta saran terkait pola hidup sehat yang dapat diterapkan, mulai dari pengaturan konsumsi gula dan lemak hingga anjuran aktivitas fisik secara teratur.

Koordinator kegiatan, Bagus Hapsoro, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan sejak dini.

“Melalui sosialisasi dan pemeriksaan ini, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya serta mampu melakukan pencegahan penyakit melalui pola hidup sehat,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pencegahan diabetes dan kolesterol, kemudian dilanjutkan dengan sesi pemeriksaan kesehatan. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan gratis tersebut. Sebagian di antaranya bahkan baru pertama kali menjalani pemeriksaan gula darah dan kolesterol.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu kami mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya,” ujar Sulardi, salah satu warga Desa Pojok.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap kesadaran masyarakat Desa Pojok terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat budaya hidup sehat serta mendorong terciptanya desa yang sehat dan produktif.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Merti Bumi Serasi: Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 16 Ikuti Ritual Ambil Air Sendang hingga Tebar Benih Ikan

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) terlibat aktif dalam tradisi sakral Merti Bumi Serasi di Kelurahan Genuk, Senin (9/2/2026). Rangkaian acara yang sarat makna ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk mendalami kearifan lokal dalam menjaga ekosistem alam.

Kegiatan diawali dengan prosesi Pengambilan Air Sendang, sebuah ritual simbolis yang melambangkan penghormatan terhadap sumber kehidupan. Air yang diambil dari mata air suci tersebut kemudian dibawa dalam kirab menuju pusat desa. Tak hanya itu, mahasiswa bersama warga juga melakukan Penebaran Benih Ikan Nila di perairan setempat sebagai wujud nyata pelestarian alam dan upaya menjaga ketahanan pangan desa.

Keterlibatan mahasiswa KKN dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, menunjukkan sinergi yang kuat antara kaum akademisi dengan adat istiadat. Ritual ini kemudian diakhiri dengan Tumpengan dan Makan Bersama, di mana seluruh elemen masyarakat duduk melingkar dalam suasana penuh kekeluargaan sebagai simbol rasa syukur dan persatuan.

“Mengikuti prosesi dari pengambilan air hingga tumpengan memberikan kami pelajaran berharga tentang filosofi hubungan manusia dengan alam. Tebar benih ikan juga menjadi simbol bahwa kita harus memberi kembali kepada alam apa yang telah kita ambil,” ujar perwakilan Mahasiswa KKN Kelompok 16 UPGRIS.

Tokoh masyarakat Kelurahan Genuk mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang mau membaur dalam ritual adat ini. Menurut warga, kehadiran mahasiswa memberikan energi positif dalam upaya “nguri-nguri” atau melestarikan budaya di tengah arus modernisasi.

Melalui keikutsertaan dalam Merti Bumi Serasi ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap kesadaran akan pentingnya menjaga sumber mata air dan ekosistem sungai tetap terjaga, sekaligus mempromosikan potensi wisata budaya dan lingkungan yang ada di Kelurahan Genuk.

 

Editor: Azis

Continue Reading

Berita

Bangun Semangat Hidup Sehat, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 16 Ikuti Senam Lansia di Kelurahan Genuk

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat lanjut usia (lansia) dengan mengikuti kegiatan senam bersama pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman warga Kelurahan Genuk ini berlangsung meriah dan penuh semangat.

Kehadiran mahasiswa KKN di tengah-tengah para lansia bertujuan untuk memberikan dukungan moral serta memotivasi warga untuk tetap aktif bergerak meskipun sudah memasuki usia senja. Selain mengikuti gerakan senam, para mahasiswa juga turut membantu instruktur dalam memandu jalannya kegiatan agar lebih ceria dan interaktif.

“Senam lansia ini penting untuk menjaga kebugaran fisik dan fungsi motorik para orang tua kita. Kami ingin hadir sebagai pendamping sekaligus memberikan semangat bahwa usia bukan penghalang untuk tetap hidup sehat dan bugar,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 16 UPGRIS.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini tidak hanya diisi dengan olah tubuh, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi antara mahasiswa dengan warga. Para lansia tampak sangat antusias dan menyambut hangat kehadiran anak-anak muda dari kampus UPGRIS yang mau membaur dan berolahraga bersama mereka.

Ketua Kader Lansia setempat mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan suasana baru yang lebih segar dalam kegiatan rutin tersebut.

“Kami senang sekali anak-anak mahasiswa mau ikut senam. Biasanya pesertanya hanya ibu-ibu dan bapak-bapak lansia, tapi hari ini jadi lebih ramai dan semangat karena ada adik-adik KKN yang ikut menemani dan membantu. Terima kasih sudah peduli dengan kesehatan warga di sini,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Melalui partisipasi dalam senam lansia ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap kesadaran akan pola hidup sehat dapat terus terjaga di lingkungan Kelurahan Genuk, sekaligus mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia.

 

 

Editor: Azis

Continue Reading

Berita

Revitalisasi Posyandu di Pedurungan Kidul Demi Tekan Angka Stunting

Published

on

By

Semarang, Katakampus.com – Isu kesehatan ibu dan anak, khususnya pencegahan tengkes atau stunting, menjadi prioritas utama dalam program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2026. Pada Sabtu, 07 Februari 2026, Tim KKN UPGRIS Kelurahan Pedurungan Kidul menggelar kegiatan pendampingan intensif di Posyandu RW 02, Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini bukan sekadar rutinitas penimbangan badan, melainkan sebuah upaya sistematis untuk memodernisasi layanan kesehatan tingkat dasar di wilayah tersebut. Sebanyak 15 mahasiswa dari berbagai latar belakang program studi berkolaborasi dengan para kader kesehatan setempat dan tenaga medis dari Puskesmas Majapahit untuk memastikan setiap balita mendapatkan intervensi gizi yang tepat.

Optimalisasi Pengukuran dan Digitalisasi Data
Fokus utama dari kegiatan pendampingan ini adalah akurasi data. Selama ini, pencatatan di Posyandu masih didominasi oleh sistem manual yang rawan akan kesalahan input. Melalui inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS, diperkenalkan sistem digitalisasi data tumbuh kembang anak melalui aplikasi sederhana berbasis lembar kerja digital.

“Kami melihat potensi data yang besar di Pedurungan Kidul. Namun, jika hanya dicatat di buku saku, tren pertumbuhan anak sulit dipantau secara berkala oleh orang tua maupun pihak kelurahan. Dengan bantuan digitalisasi ini, grafik pertumbuhan anak dapat terlihat jelas secara instan,” ujar Koordinator Mahasiswa KKN (Kormades) UPGRIS di sela-sela kegiatan.

Mahasiswa membantu melakukan pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer presisi dan penimbangan berat badan menggunakan timbangan digital untuk meminimalisasi margin kesalahan. Data tersebut kemudian diolah untuk memetakan status gizi balita di wilayah RW 02 secara komprehensif.

Selain aspek administratif, mahasiswa juga memberikan edukasi praktis mengenai pengolahan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Salah satu tantangan yang ditemukan di lapangan adalah tingginya konsumsi makanan instan bagi balita karena alasan praktis. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS menggelar demonstrasi memasak puding kelor dan bubur hati ayam yang kaya akan zat besi dan mikronutrien penting lainnya.

Edukasi ini bertujuan untuk membuktikan kepada para ibu bahwa menyiapkan makanan bergizi tidak harus mahal dan rumit. Pemanfaatan daun kelor yang banyak tumbuh di pekarangan warga menjadi solusi cerdas untuk memenuhi kebutuhan vitamin A dan kalsium bagi anak-anak di masa pertumbuhan emas mereka.

Lurah Pedurungan Kidul, yang hadir memantau jalannya kegiatan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas PGRI Semarang. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi para kader Posyandu yang mayoritas sudah lanjut usia.

“Semangat mahasiswa dalam mengajak warga datang ke Posyandu sangat luar biasa. Angka kehadiran balita hari ini meningkat signifikan dibandingkan bulan lalu karena adanya sosialisasi kreatif dari mahasiswa,” tuturnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UPGRIS juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendampingan ini diharapkan mampu meninggalkan dampak jangka panjang, di mana kader Posyandu menjadi lebih terampil dalam menggunakan alat ukur dan perangkat digital, serta warga menjadi lebih sadar akan pentingnya gizi seimbang.

Kegiatan pendampingan tidak hanya menyasar pada fisik balita, tetapi juga edukasi bagi ibu hamil. Mahasiswa menyelenggarakan sesi konsultasi singkat mengenai pentingnya asupan asam folat dan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Hal ini merupakan langkah preventif agar bayi lahir dalam keadaan sehat dan terhindar dari risiko stunting sejak dalam kandungan.

Pendekatan persuasif yang dilakukan mahasiswa, seperti pemberian hadiah kecil bagi balita yang berani ditimbang dan pembagian brosur informatif yang menarik, terbukti efektif mencairkan suasana. Posyandu yang biasanya terkesan kaku berubah menjadi ruang diskusi yang hangat antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan warga.

Pendampingan ini akan terus berlanjut secara berkala selama masa KKN berlangsung hingga Maret 2026. Mahasiswa berkomitmen untuk menyerahkan hasil pemetaan gizi tersebut kepada pihak Kelurahan dan Puskesmas sebagai bahan rujukan kebijakan kesehatan ke depan. Dengan sinergi yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, target “Pedurungan Kidul Zero Stunting” diharapkan bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang dapat dicapai.

Melalui program ini, UPGRIS membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan yang langsung menyentuh aspek paling fundamental dalam kehidupan bermasyarakat, yakni kesehatan generasi penerus bangsa.

 

Editor: Azis

Continue Reading

Trending