Berita
KKN UPGRIS Hadirkan Tanaman Toga di Desa Langensari
Kab. Semarang, Katakampus.com – Kesehatan keluarga merupakan aset paling berharga yang berawal dari lingkungan rumah tangga yang asri dan produktif. Memahami betapa vitalnya peran kemandirian kesehatan di tingkat keluarga, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 4 menginisiasi sebuah gerakan penghijauan yang bermanfaat. Bertempat di Desa Langensari, Kelurahan Langensari Timur, Kecamatan Ungaran Barat, para mahasiswa menggelar program kerja unggulan berupa penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Februari 2026 ini, menggandeng mitra strategis di masyarakat, yakni kelompok Ibu-ibu Dasa Wisma (DAWIS).
Pelaksanaan kegiatan di akhir pekan tersebut berlangsung dengan penuh semangat kekeluargaan. Program ini lahir dari observasi mahasiswa mengenai potensi lahan pekarangan warga yang belum dimanfaatkan secara optimal, serta kebutuhan akan alternatif pengobatan yang alami dan minim efek samping. Di tengah gempuran produk obat-obatan kimia, KKN UPGRIS berupaya mengembalikan kearifan lokal melalui konsep “Apotek Hidup”. Berbagai jenis bibit tanaman herbal seperti jahe merah, kunyit, lengkuas, serai, hingga lidah buaya disiapkan untuk ditanam bersama-sama di area yang telah ditentukan maupun di dalam polybag agar lebih fleksibel ditempatkan di pekarangan rumah yang terbatas.
Agenda hari itu tidak hanya sekadar menanam, namun juga diisi dengan sesi edukasi interaktif. Mahasiswa memberikan pemaparan mengenai khasiat spesifik dari setiap tanaman yang dibawa. Misalnya, bagaimana pengolahan jahe untuk meningkatkan imunitas tubuh, atau pemanfaatan kunyit sebagai antiseptik alami. Antusiasme terlihat jelas dari wajah Ibu-ibu DAWIS yang hadir; mereka aktif bertanya mengenai cara perawatan hingga metode pengolahan pasca panen yang tepat agar khasiat obat tidak hilang saat dikonsumsi. Kolaborasi antara semangat mahasiswa dan ketelatenan ibu-ibu desa menciptakan suasana gotong royong yang kental.

Dalam pelaksanaannya, program ini memiliki visi jangka panjang yang strategis. Arjun, selaku Koordinator Mahasiswa KKN Kelompok 4, menekankan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal untuk menciptakan ketahanan kesehatan dan ekonomi keluarga.
“Kami tidak ingin program ini berhenti saat bibit tertanam di tanah. Harapan terbesar kami adalah setiap rumah di Langensari memiliki ‘dokter alami’ di halaman mereka sendiri. Ketika warga sakit ringan, solusinya ada di depan pintu, tidak perlu langsung lari ke obat kimia. Lebih jauh lagi, jika ini dikelola dengan serius, hasil panen TOGA bisa menjadi produk olahan jamu atau bumbu instan yang bernilai ekonomis bagi kas DAWIS,” ungkap Dimas di sela-sela kegiatan penanaman.
Pernyataan tersebut selaras dengan tujuan ganda dari program ini. Di satu sisi, aspek kesehatan terpenuhi melalui ketersediaan obat herbal yang mudah dijangkau. Di sisi lain, aspek pemberdayaan ekonomi mulai berdenyut. Jika tanaman-tanaman ini tumbuh subur, Ibu-ibu DAWIS memiliki potensi untuk memproduksi olahan herbal yang dapat dipasarkan, setidaknya untuk lingkup desa sendiri, yang pada akhirnya dapat menambah pendapatan keluarga atau kas organisasi.
Melalui kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut, sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa terjalin nyata. Program penanaman TOGA ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran kolektif bahwa menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan cara yang murah, mudah, dan menyenangkan. Mahasiswa KKN UPGRIS berharap, jejak hijau yang mereka tinggalkan di Langensari tidak hanya menyejukkan mata, tetapi juga menyehatkan raga dan memberdayakan ekonomi warga di masa depan.
Editor : Azis
Berita
Revitalisasi Posyandu di Pedurungan Kidul Demi Tekan Angka Stunting
Semarang, Katakampus.com – Isu kesehatan ibu dan anak, khususnya pencegahan tengkes atau stunting, menjadi prioritas utama dalam program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2026. Pada Sabtu, 07 Februari 2026, Tim KKN UPGRIS Kelurahan Pedurungan Kidul menggelar kegiatan pendampingan intensif di Posyandu RW 02, Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini bukan sekadar rutinitas penimbangan badan, melainkan sebuah upaya sistematis untuk memodernisasi layanan kesehatan tingkat dasar di wilayah tersebut. Sebanyak 15 mahasiswa dari berbagai latar belakang program studi berkolaborasi dengan para kader kesehatan setempat dan tenaga medis dari Puskesmas Majapahit untuk memastikan setiap balita mendapatkan intervensi gizi yang tepat.
Optimalisasi Pengukuran dan Digitalisasi Data
Fokus utama dari kegiatan pendampingan ini adalah akurasi data. Selama ini, pencatatan di Posyandu masih didominasi oleh sistem manual yang rawan akan kesalahan input. Melalui inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS, diperkenalkan sistem digitalisasi data tumbuh kembang anak melalui aplikasi sederhana berbasis lembar kerja digital.
“Kami melihat potensi data yang besar di Pedurungan Kidul. Namun, jika hanya dicatat di buku saku, tren pertumbuhan anak sulit dipantau secara berkala oleh orang tua maupun pihak kelurahan. Dengan bantuan digitalisasi ini, grafik pertumbuhan anak dapat terlihat jelas secara instan,” ujar Koordinator Mahasiswa KKN (Kormades) UPGRIS di sela-sela kegiatan.
Mahasiswa membantu melakukan pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer presisi dan penimbangan berat badan menggunakan timbangan digital untuk meminimalisasi margin kesalahan. Data tersebut kemudian diolah untuk memetakan status gizi balita di wilayah RW 02 secara komprehensif.
Selain aspek administratif, mahasiswa juga memberikan edukasi praktis mengenai pengolahan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Salah satu tantangan yang ditemukan di lapangan adalah tingginya konsumsi makanan instan bagi balita karena alasan praktis. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS menggelar demonstrasi memasak puding kelor dan bubur hati ayam yang kaya akan zat besi dan mikronutrien penting lainnya.
Edukasi ini bertujuan untuk membuktikan kepada para ibu bahwa menyiapkan makanan bergizi tidak harus mahal dan rumit. Pemanfaatan daun kelor yang banyak tumbuh di pekarangan warga menjadi solusi cerdas untuk memenuhi kebutuhan vitamin A dan kalsium bagi anak-anak di masa pertumbuhan emas mereka.
Lurah Pedurungan Kidul, yang hadir memantau jalannya kegiatan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas PGRI Semarang. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi para kader Posyandu yang mayoritas sudah lanjut usia.
“Semangat mahasiswa dalam mengajak warga datang ke Posyandu sangat luar biasa. Angka kehadiran balita hari ini meningkat signifikan dibandingkan bulan lalu karena adanya sosialisasi kreatif dari mahasiswa,” tuturnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UPGRIS juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendampingan ini diharapkan mampu meninggalkan dampak jangka panjang, di mana kader Posyandu menjadi lebih terampil dalam menggunakan alat ukur dan perangkat digital, serta warga menjadi lebih sadar akan pentingnya gizi seimbang.
Kegiatan pendampingan tidak hanya menyasar pada fisik balita, tetapi juga edukasi bagi ibu hamil. Mahasiswa menyelenggarakan sesi konsultasi singkat mengenai pentingnya asupan asam folat dan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Hal ini merupakan langkah preventif agar bayi lahir dalam keadaan sehat dan terhindar dari risiko stunting sejak dalam kandungan.
Pendekatan persuasif yang dilakukan mahasiswa, seperti pemberian hadiah kecil bagi balita yang berani ditimbang dan pembagian brosur informatif yang menarik, terbukti efektif mencairkan suasana. Posyandu yang biasanya terkesan kaku berubah menjadi ruang diskusi yang hangat antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan warga.
Pendampingan ini akan terus berlanjut secara berkala selama masa KKN berlangsung hingga Maret 2026. Mahasiswa berkomitmen untuk menyerahkan hasil pemetaan gizi tersebut kepada pihak Kelurahan dan Puskesmas sebagai bahan rujukan kebijakan kesehatan ke depan. Dengan sinergi yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, target “Pedurungan Kidul Zero Stunting” diharapkan bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang dapat dicapai.
Melalui program ini, UPGRIS membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan yang langsung menyentuh aspek paling fundamental dalam kehidupan bermasyarakat, yakni kesehatan generasi penerus bangsa.
Editor: Azis
Berita
Pelatihan Pemasaran UMKM di Kelurahan Bongsari oleh Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Kelas Karyawan
Semarang, Katakampus.com — Perkembangan teknologi yang begitu masif dapat dijadikan sebagai sarana untuk pengembangan usaha yang lebih produktif dan dapat diketahui banyak orang. Kondisi tersebut, menarik perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelas Karyawan untuk melaksanakan program kerja pelatihan pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Bongsari, Kecamatan Semarang Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di RW 02, rumah Ketua UMKM Kelurahan Bongsari, Ibu Rosdiana, dan dihadiri oleh para anggota UMKM setempat.
Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam memasarkan produk secara kreatif dan digital, seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Mahasiswa KKN UPGRIS memberikan pendampingan terkait strategi pemasaran sederhana namun efektif yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha skala rumahan.
Sejak awal kegiatan, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Kelas Karyawan mengedepankan pendekatan partisipatif. Pelatihan dikemas dalam bentuk pemaparan materi, diskusi interaktif, serta praktik langsung terkait pemasaran digital, seperti pemanfaatan media sosial, pengambilan foto produk sederhana, dan penulisan deskripsi produk yang menarik.
Koordinator KKN UPGRIS Kelas Karyawan menyampaikan bahwa pelatihan ini disusun berdasarkan kebutuhan pelaku UMKM di Kelurahan Bongsari.
“Kami melihat masih banyak pelaku UMKM yang memiliki produk berkualitas, namun belum optimal dalam pemasarannya. Melalui pelatihan ini, kami berharap UMKM dapat lebih adaptif dan produktif,” ujarnya.
Ibu Rosdiana selaku Ketua UMKM Kelurahan Bongsari menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan pemasaran ini sangat membantu anggota UMKM dalam memahami strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. “Materi yang disampaikan mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan oleh anggota,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para anggota UMKM aktif mengikuti sesi diskusi dan praktik, serta berbagi pengalaman terkait tantangan yang dihadapi dalam memasarkan produk. Interaksi yang terjalin menciptakan suasana pelatihan yang komunikatif dan aplikatif.
Melalui program Kreatif, Digital, Produktif, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Kelas Karyawan menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pengembangan UMKM di Kelurahan Bongsari. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa KKN tidak hanya berfokus pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Penulis:
Tim KKN UPGRIS Kelompok 2 Bongsari
Editor:
Tim KKN UPGRIS Kelompok 2 Bongsari
Berita
Ciptakan Sekolah Aman dan Ramah, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SD Bijak Menggunakan Gadget
Kendal, katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang yang tergabung dalam KKN Kelurahan Ngilir Kelompok 37 Tahun 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi bijak dalam penggunaan gadget di SD Negeri 1 Ngilir, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu, 29 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pemanfaatan gadget secara positif, aman, dan bertanggung jawab.
Di era digital saat ini, penggunaan gadget pada anak-anak semakin tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, kurangnya pendampingan dan pemahaman dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kecanduan gadget, menurunnya konsentrasi belajar, serta paparan konten yang tidak sesuai usia. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang berinisiatif mengadakan sosialisasi sebagai langkah preventif dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat sejak dini.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di lingkungan SD Negeri 1 Ngilir dan diikuti oleh siswa-siswi dengan pendampingan guru. Materi yang disampaikan meliputi pengertian gadget, manfaat gadget dalam kehidupan sehari-hari, dampak positif dan negatif penggunaan gadget, serta tips menggunakan gadget secara bijak, seperti mengatur waktu penggunaan, memilih konten yang bermanfaat, dan tetap mengutamakan aktivitas belajar serta interaksi sosial.
Dalam penyampaiannya, mahasiswa KKN menggunakan metode yang komunikatif dan menarik agar mudah dipahami oleh siswa. Materi disampaikan melalui penjelasan sederhana, ilustrasi gambar, video edukatif singkat, serta sesi tanya jawab interaktif. Mahasiswa juga mengajak siswa untuk berdiskusi mengenai kebiasaan mereka dalam menggunakan gadget, sehingga kegiatan berlangsung aktif dan menyenangkan.
Koordinator KKN Kelurahan Ngilir Kelompok 37 Tahun 2026 menjelaskan bahwa sosialisasi bijak penggunaan gadget sangat penting dilakukan pada anak usia sekolah dasar.
“Kami ingin siswa memahami bahwa gadget bukan hanya untuk bermain, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar. Namun, penggunaannya harus dibatasi dan diawasi agar tidak berdampak negatif,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang aktif menjawab pertanyaan dan menceritakan pengalaman mereka dalam menggunakan gadget di rumah. Beberapa siswa mengaku sering menggunakan gadget untuk bermain gim atau menonton video dalam waktu yang lama, dan melalui sosialisasi ini mereka mulai memahami pentingnya mengatur waktu serta memilih tontonan yang sesuai.
Pihak sekolah SD Negeri 1 Ngilir menyambut baik kegiatan sosialisasi bijak penggunaan gadget yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan karakter dan kebiasaan siswa di era digital. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana gadget telah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memberikan pemahaman kepada siswa agar tidak salah dalam menggunakan gadget. Kami berharap setelah sosialisasi ini, siswa dapat lebih disiplin dalam mengatur waktu bermain gadget dan lebih fokus pada kegiatan belajar,” ungkap kepala sekolah.
Selain menyasar siswa, mahasiswa KKN juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan gadget. Pendampingan dan pengawasan diharapkan dapat membantu anak memanfaatkan teknologi secara positif serta terhindar dari dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan.
Melalui kegiatan sosialisasi bijak dalam penggunaan gadget yang dilaksanakan pada 29 Januari 2026 ini, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi siswa SD Negeri 1 Ngilir. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan digital yang sehat, seimbang, dan bertanggung jawab pada anak sejak usia dini.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa KKN Kelurahan Ngilir Kelompok 37 Tahun 2026 Universitas PGRI Semarang kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan orang tua, diharapkan pemanfaatan gadget di kalangan anak-anak dapat berjalan secara positif dan mendukung proses tumbuh kembang mereka secara optimal.
Editor: Azis
-
Berita1 tahun yang laluPendampingan Strategis Pendaftaran Tanah di Desa Blimbing: Upaya Masyarakat Menuju Kepastian Hukum Pertanahan
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Gencarkan Urban Farming di Mijen: Tanam Cabai untuk Ketahanan Pangan
-
Berita7 bulan yang laluPraktik Baik TeFa dan Kemitraan: SMK Ma’arif Kudus Jadi Model Pembelajaran Berbasis Industri
-
Berita6 bulan yang laluMAHESA UPGRIS 2025 Mengajak Masyarakat Sidoharjo Olah Kacang Hijau Menjadi LUK CHUP
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Perindah Lingkungan dengan Penataan Tanaman TOGA
-
Berita12 bulan yang laluEkstrakurikuler Muhadhoroh SMP IT Al-Anis Sukoharjo Perkuat Kompetensi Siswa
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS Kenalkan Asinan Rambutan sebagai Inovasi Kuliner di Kelurahan Bubakan
-
Berita1 tahun yang laluKKN Upgris Kelompok 20 Gelar Pelatihan Coding untuk Kembangkan Critical Thinking Siswa SD di Semarang
