Connect with us

Berita

Bimbingan Belajar di Posko Desa Mluweh sebagai Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Dukung Pendidikan Anak

Published

on

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Universitas PGRI Semarang melaksanakan kegiatan les bimbingan belajar di posko Desa Mluweh sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan pendampingan belajar bagi anak-anak di lingkungan desa. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan Sabtu pada pukul 16.30 WIB atau setelah kegiatan mengaji, sehingga tidak mengganggu aktivitas keagamaan anak-anak.

Les bimbingan belajar ini diikuti oleh anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK kecil, TK besar, siswa SD kelas 1, kelas 3, dan kelas 6, hingga siswa SMP kelas 7. Keberagaman jenjang tersebut ditangani dengan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan masing-masing peserta.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan les bimbingan belajar ini tidak dilakukan sendiri, melainkan dibantu oleh teman-teman mahasiswa lainnya. Kolaborasi antar mahasiswa memungkinkan pendampingan belajar berjalan lebih efektif, karena setiap anak mendapatkan perhatian dan bimbingan yang lebih optimal sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Materi pembelajaran yang diberikan meliputi pengenalan huruf dan angka bagi siswa TK, peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung bagi siswa sekolah dasar, serta pendampingan memahami materi pelajaran dan mengerjakan tugas sekolah bagi siswa SMP. Metode pembelajaran dilakukan secara interaktif agar anak-anak tetap fokus dan antusias.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak datang dengan semangat, aktif bertanya, serta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap kegiatan belajar. Suasana posko Desa Mluweh menjadi ruang belajar yang nyaman, hangat, dan menyenangkan.

“Les bimbingan belajar ini kami laksanakan bersama teman-teman mahasiswa lainnya agar pendampingan kepada anak-anak bisa lebih maksimal. Anak-anak terlihat lebih nyaman dan percaya diri saat belajar,” kata ihsan.

Shahrul juga menambahkan bahwa kerja sama antar mahasiswa menjadi kunci kelancaran kegiatan. “Dengan adanya pembagian peran antar mahasiswa, proses bimbingan belajar dapat berjalan lebih terarah dan efektif sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak,” ujar Shahrul.

Selain meningkatkan pemahaman akademik, kegiatan ini juga menanamkan kebiasaan belajar yang disiplin, melatih tanggung jawab, serta menumbuhkan semangat belajar anak-anak. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping dan motivator bagi peserta didik.

Melalui kegiatan les bimbingan belajar di posko Desa Mluweh ini, mahasiswa Universitas PGRI Semarang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak-anak desa. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Mluweh.

 

Editor: Azis

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pemanfaatan Sampah Botol Plastik dalam Kegiatan KKN sebagai Edukasi Lingkungan di SDN Nyatnyono 01

Published

on

By

 

Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 20 melaksanakan kegiatan Pemanfaatan Sampah Botol Plastik sebagai Media Edukasi Lingkungan di SDN Nyatnyono 01 yang berlokasi di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran peduli lingkungan sejak dini kepada siswa melalui pembelajaran yang kreatif dan aplikatif.

Kegiatan diawali dengan pengumpulan botol plastik bekas yang berasal dari lingkungan sekolah dan rumah siswa. Selanjutnya, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Kelompok 20 bersama para guru mendampingi siswa dalam mengolah botol bekas tersebut menjadi berbagai karya bermanfaat, seperti pot tanaman, tempat alat tulis, dan hiasan kelas. Proses pembuatan dilakukan secara interaktif sehingga siswa dapat belajar sambil berkreasi.

Melalui kegiatan ini, siswa SDN Nyatnyono 01 diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah dan daur ulang dengan cara yang menyenangkan. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga melatih sikap kerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Anak-anak dapat terbiasa untuk memanfaatkan barang bekas menjadi sebuah karya yang berguna dengan mendaur ulang dan mengurangi sampah plastik,” ujar salah satu mahasiswa

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Kelompok 20 karena sejalan dengan upaya sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter dan budaya peduli lingkungan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar Desa Nyatnyono.

Melalui kegiatan KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 20 ini, mahasiswa dan siswa bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan, serta menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap kelestarian alam.

Penulis: kknupgrisdesanyatnyono

Editor: Azis

Continue Reading

Berita

Dampingi Pendidikan Anak, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 16 Gelar Bimbel Rutin Setiap Jumat di RW 03 Genuk

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menginisiasi program pengabdian di bidang pendidikan melalui bimbingan belajar (bimbel) gratis bagi anak-anak di wilayah RW 03 Kelurahan Genuk. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat sore untuk membantu siswa sekolah dasar dalam mendalami pelajaran sekolah.

Program bimbel ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan tidak membosankan. Mahasiswa KKN berperan sebagai mentor yang membantu anak-anak mengerjakan tugas sekolah (PR), serta memberikan pemahaman tambahan pada mata pelajaran seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

“Kami menyadari bahwa pendampingan belajar di luar sekolah sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri anak dalam akademik. Dengan hadir setiap hari Jumat, kami ingin membangun kedekatan emosional sekaligus membantu perkembangan kognitif mereka dengan metode yang lebih santai,” ujar perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 16 UPGRIS.

Antusiasme anak-anak di RW 03 terlihat sangat tinggi. Setiap Jumat sore, mereka berkumpul dengan membawa buku pelajaran masing-masing. Tidak hanya membantu dalam sisi akademis, mahasiswa KKN juga sering menyisipkan pesan-pesan motivasi agar anak-anak memiliki cita-cita yang tinggi.

Salah satu orang tua warga RW 03 menyatakan sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Alhamdulillah, anak-anak jadi lebih semangat belajar karena ada kakak-kakak mahasiswa. Biasanya kalau di rumah agak malas, tapi karena ada bimbel bareng teman-teman dan dibimbing langsung oleh mahasiswa, mereka jadi lebih rajin dan tugas sekolahnya pun terpantau dengan baik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan bimbel rutin ini, Kelompok 16 KKN UPGRIS berharap dapat meninggalkan dampak positif jangka panjang bagi pendidikan anak-anak di Kelurahan Genuk, sekaligus menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Editor: Azis

Continue Reading

Berita

Sinergi Kesehatan, Mahasiswa KKN UPGRIS dan Bidan Desa Dampingi Ibu Hamil Lewat Edukasi Intensif

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berkolaborasi dengan Bidan Desa setempat menggelar kegiatan pendampingan dan edukasi bagi ibu hamil pada Kamis (12/2). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di wilayah Kelurahan Genuk.

Edukasi yang diberikan berfokus pada pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama masa kehamilan, pengenalan tanda-tanda bahaya kehamilan, hingga persiapan mental dan fisik menjelang persalinan. Mahasiswa KKN berperan aktif membantu Bidan Desa dalam menyampaikan materi melalui pendekatan yang komunikatif agar pesan kesehatan dapat terserap dengan baik oleh para peserta.

“Kesehatan ibu hamil adalah fondasi utama untuk mencegah stunting sejak dini. Lewat kolaborasi ini, kami ingin memastikan para ibu di Kelurahan Genuk mendapatkan informasi yang benar mengenai perawatan janin dan pentingnya pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan,” ujar Dian selaku perwakilan KKN.

Bidan Desa Kelurahan Genuk menyatakan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa dalam program kesehatan ini.

“Kami sangat terbantu dengan inisiatif adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS. Mereka sangat membantu dalam mengorganisir kegiatan dan memberikan edukasi tambahan dengan cara yang menarik. Kolaborasi ini membuat sosialisasi kesehatan jadi lebih efektif dan menyenangkan bagi ibu-ibu hamil,” ungkapnya dalam sesi wawancara.

Melalui sinergi yang terlaksana pada Kamis kemarin, mahasiswa KKN UPGRIS berharap dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan jangka panjang masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi melalui penguatan literasi kesehatan di tingkat desa.

 

Editor: Azis

Continue Reading

Trending