Connect with us

Pendidikan

Jejak Ilmu di Kampus Tercinta

Published

on

Di pagi sunyi, mentari menyapa,
Langkah-langkah kecil menuju cita,
Di kampus ini, mimpi dirajut,
Setiap sudut penuh ilmu yang terpaut.

Ruang kelas tempat cerita dimulai,
Diskusi hangat, pemikiran berserai,
Buku-buku bersuara dalam diam,
Membimbing jiwa menuju ke puncak alam.

Dosen mengajar dengan hati terbuka,
Ilmu mengalir bak sungai yang tak henti jua,
Kawan seperjuangan, tawa dan air mata,
Bersama kita tempuh perjalanan yang bermakna.

Di bawah pohon rindang, kami berbincang,
Tentang dunia, masa depan yang menantang,
Mimpi-mimpi digambar dengan pena,
Kampus ini menjadi saksi setiap asa.

Bukan hanya soal angka atau teori,
Tapi juga makna hidup yang abadi,
Kampus mengajar lebih dari kata,
Tentang tanggung jawab dan cita bersama.

Kelak saat waktu memanggil pergi,
Kenangan ini takkan pernah mati,
Kampus tercinta, tempat kami bertumbuh,
Dalam ilmu dan kasih, kami takkan rapuh.

Penulis: Penyapu Kampus

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Mahasiswa KKN Kelompok 16 UPGRIS Dampingi Kegiatan Posyandu ILP di Kelurahan Genuk RW 02

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa KKN Kelompok 16 Universitas PGRI Semarang ikut terjun langsung dalam kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer di Kelurahan Genuk RW 02, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada Sabtu 17 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui pelayanan terpadu di tingkat Kelurahan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bekerja sama dengan kader Posyandu dan tenaga kesehatan setempat. Mereka membantu melayani ibu hamil, balita, dan lansia. Kegiatan meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemberian vitamin, imunisasi, serta edukasi gizi dan pola hidup sehat.

Koordinator KKN Kelompok 16 menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung program pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan primer. Mahasiswa berperan dalam pendataan kesehatan, membantu pelayanan teknis, dan memberikan penyuluhan langsung kepada warga.

Pemilihan RW 02 Kelurahan Genuk sebagai lokasi didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan pendampingan kesehatan berbasis komunitas. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Kegiatan berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari masyarakat. Mahasiswa berharap program serupa dapat terus dilaksanakan agar manfaatnya terasa berkelanjutan bagi warga Kelurahan Genuk.

Continue Reading

Berita

Satupena Temanggung Gelar Lokakarya Mini, Ajak Siswa Ubah Curhat Jadi Karya Produktif

Published

on

By

Katakampus.com, Temanggung – Organisasi penulis Satupena Kabupaten Temanggung terus memperluas gerakan literasi di kalangan pelajar. Kamis (15/1/2026), Satupena menggelar Mini Workshop literasi kedua di MTs Ma’arif Nurul Huda, Desa Keblukan, Kecamatan Kaloran.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut menghadirkan penulis dan pendidik Ahmad Nawawi, yang dikenal dengan nama pena Awi Ahna. Ia merupakan guru di MA Muallimin Parakan sekaligus penulis produktif dengan sejumlah karya yang telah beredar luas, di antaranya Langit Tak Selalu Cerah, Formula Rahasia Meracik Artikel SEO, Titik Nol, serta antologi puisi Progo 9.

Dalam sesi bertema “Curhat Jadi Karya: Seni Menghasilkan Cuan dan Kebahagiaan dari Tulisan”, Awi Ahna menekankan bahwa aktivitas menulis tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi, tetapi juga memiliki nilai terapeutik.

Menurut dia, menulis dapat menjadi media untuk meredakan tekanan psikologis, memperkuat ketahanan diri, sekaligus membantu penulis mengenali potensi personalnya. “Menulis bukan semata soal uang. Ia juga bisa menjadi cara menyembuhkan diri, mengurangi stres, dan memahami diri sendiri,” ujarnya di hadapan para siswa.

Awi mendorong peserta untuk memanfaatkan dinamika emosi remaja sebagai bahan tulisan. Kegalauan, kegembiraan, maupun kegelisahan, kata dia, dapat diolah menjadi karya yang bernilai dan bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Selain membahas aspek kreatif, Awi juga memperkenalkan sejumlah platform digital yang dapat menjadi ruang publikasi sekaligus peluang ekonomi bagi penulis pemula. Untuk artikel, ia menyebut media seperti Mojok dan IDN Times, sementara bagi penulis fiksi tersedia platform seperti Storial.co dan KBM App.

Workshop ini dimoderatori oleh Ulul Azmi, Bendahara Satupena Temanggung. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala MTs Ma’arif Nurul Huda, Wiwik Hartati, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan literasi tersebut.

Wiwik mengatakan, kegiatan Satupena bertepatan dengan peluncuran ekstrakurikuler literasi di madrasah yang ia pimpin. “Kami ingin peserta didik tidak hanya dibiasakan membaca, tetapi juga mampu menuangkan gagasan dan pengalaman mereka dalam bentuk karya tulis,” katanya. Wiwik juga diketahui menjabat sebagai Ketua Satupena Kabupaten Temanggung.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme siswa terlihat tinggi. Sejumlah peserta menyatakan tertarik untuk mulai menulis secara rutin dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai peluang pengembangan diri, bahkan sumber penghasilan tambahan sejak dini.

Menjelang penutupan, acara diakhiri dengan sesi kuis interaktif berhadiah buku karya Rizqie Al Hidayah, Sekretaris Satupena Temanggung. Dalam kesempatan tersebut, Rizqie menyampaikan pesan motivatif kepada para siswa.

“Apa yang kalian kerjakan hari ini akan berpengaruh pada masa depan kalian. Menulis bisa dimulai sekarang,” ujarnya menutup rangkaian kegiatan.

Continue Reading

Berita

Di Tengah Tuntutan Global, LP Ma’arif NU Jateng Merapikan Arah Pendidikan

Published

on

By

Katakampus.com, Semarang – Perubahan lanskap pendidikan—mulai dari tuntutan sekolah inklusif hingga kebutuhan penguasaan Bahasa Inggris—mendorong Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah merapikan kembali arah kebijakannya. Selama dua hari, Rabu–Kamis, 14–15 Januari 2026, Ma’arif Jateng menggelar forum terpadu yang menggabungkan Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Berbasis Cinta (PM KBC) An-Nahdliyyah, pendampingan Bahasa Inggris berstandar internasional Pearson, serta finalisasi modul pendidikan inklusi di Hotel Muria, Semarang.

Forum ini menjadi ruang konsolidasi antara nilai ideologis dan tuntutan teknis pendidikan. Wakil Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Dr. Hidayatun, M.Pd., menyebutkan bahwa Ma’arif tidak bisa lagi berjalan dengan pendekatan parsial dalam menghadapi perubahan sistem pendidikan.

“Inklusi hari ini bukan wacana, tetapi keharusan. Karena itu modulnya harus selesai dan diterapkan secara seragam. Pada saat yang sama, kemampuan Bahasa Inggris guru juga perlu dinaikkan agar lulusan Ma’arif tidak terpinggirkan,” ujar Hidayatun.

Menurut dia, penguatan Bahasa Inggris menjadi kebutuhan struktural seiring meningkatnya penggunaan Bahasa Inggris di pendidikan menengah dan berbagai skema beasiswa. Melalui pendampingan Pearson, Ma’arif menargetkan peningkatan kompetensi guru secara terukur.

Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah, Dr. Ghufron Hamzah, S.Th.I., M.S.I., menempatkan kurikulum berbasis cinta sebagai pembeda utama pendidikan Ma’arif. Ia menegaskan bahwa orientasi global tidak boleh mencabut akar nilai yang menjadi identitas Nahdlatul Ulama.

“KH Hasyim Asy’ari sudah meletakkan dasar pendidikan berbasis cinta dalam Qanun Asasi. Itu yang menjaga pendidikan kita tetap manusiawi di tengah arus globalisasi,” kata Ghufron.

Ia menyebutkan bahwa kewajiban penguatan Bahasa Inggris di sekolah-sekolah Ma’arif sejatinya telah dipersiapkan sejak lama. Berbagai program peningkatan kapasitas guru, termasuk pelatihan di Pare, menjadi bagian dari strategi tersebut.

Ghufron menilai pendekatan berbasis cinta mampu menggeser pola pikir lama yang kerap memandang perubahan sebagai ancaman. “Cinta itu mengubah resistensi menjadi kesediaan untuk belajar,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 44 guru dan pengelola satuan pendidikan Ma’arif dari berbagai daerah di Jawa Tengah. LP Ma’arif NU Jateng berharap forum tersebut menjadi titik tolak penerapan pendidikan yang inklusif, berdaya saing, sekaligus berakar pada nilai ke-NU-an.

Continue Reading

Trending