Connect with us

Berita

Digitalisasi Lokasi UMKM Desa Mluweh melalui Pembuatan Google Maps

Published

on

Kab. Semarang, Katakampus.com –

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 UPGRIS dari Divisi Kewirausahaan dan Pariwisata melaksanakan program kerja berupa pembuatan dan pengelolaan titik lokasi Google Maps untuk UMKM Desa Mluweh. Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas lokasi usaha agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas, calon pembeli, maupun wisatawan.

Salah satu UMKM yang didampingi adalah UMKM Tempe Godong milik Ibu Siti Sujanah yang beralamat di Jl. Kalilateng, Panggang Barat, Mluweh, Kec. Ungaran Tim., Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50519. Survei dan pendataan dilakukan secara langsung pada tanggal 8 Februari 2026 dengan mengunjungi kediaman Ibu Siti guna memastikan keakuratan lokasi serta informasi usaha.

Dalam proses pendataan Google Maps, mahasiswa meminta Ibu Siti untuk menentukan nama usaha yang ingin dicantumkan pada Google Maps. Selain itu, dilakukan pendataan terkait jam operasional usaha (hari dan jam buka), serta nomor kontak yang dapat dihubungi oleh konsumen. Informasi ini dikumpulkan secara lengkap agar profil usaha yang ditampilkan di Google Maps sesuai dengan kondisi sebenarnya dan memudahkan pelanggan dalam memperoleh informasi.

“Kami membantu bu Siti untuk mendaftarkan usahanya di Google Maps yang lengkap dengan waktu operasional, nomor telpon, dan mencantumkan nama yang diinginkan beliau,” ujar salah satu mahasiswa

Setelah seluruh data dirasa lengkap dan akurat, mahasiswa langsung mengajukan pembuatan titik lokasi Google Maps dengan nama “Tempe Godong Bu Siti” untuk ditindaklanjuti oleh pihak Google. Pada keesokan harinya, titik lokasi tersebut telah muncul di Google Maps sehingga usaha Tempe Godong Bu Siti sudah dapat ditemukan secara digital oleh masyarakat.

Program kerja ini dilaksanakan oleh Ardianti Romsita dan Salsabella Rahmawati sebagai penanggung jawab Divisi Kewirausahaan dan Pariwisata. Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM Desa Mluweh semakin dikenal luas, memudahkan konsumen dalam menemukan lokasi usaha, serta mendukung branding Desa Mluweh sebagai desa produktif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

 

Editor: Azis

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menanamkan Benih Empati, KKN UPGRIS Kelompok 15 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying melalui Pohon Ungkapan

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com — Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan bebas dari kekerasan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 15 menyelenggarakan kegiatan sosialisasi anti-perundungan (bullying) pada Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Ungaran 05 dan diikutioleh para siswa dengan penuh antusias.

Kegiatan sosialisasi anti-perundungan ini merupakan program kerja individu mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang dilaksanakan secarakolaboratif dengan mahasiswa Program Studi Hukum dalamKKN UPGRIS Kelompok 15. Kolaborasi lintas program studiini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswatidak hanya dari sisi nilai moral dan kewarganegaraan, tetapijuga dari sudut pandang hukum terkait dampak dan konsekuensi perundungan.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga11.00 WIB dan dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama diikutioleh siswa kelas 3 dan 4, kemudian dilanjutkan sesi keduauntuk siswa kelas 5 dan 6. Sosialisasi ini disampaikanlangsung oleh mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 15 dengan materi edukatif seputar pengertian bullying, jenis-jenisbullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan mengatasinya.

Menurut Nadia, salah satu mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 15, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkankesadaran sejak dini kepada siswa mengenai pentingnyasaling menghargai.

“Kami ingin adik-adik memahami bahwabullying bukan hal yang wajar dan dapat berdampak burukbagi korban maupun pelakunya. Dengan sosialisasi ini, kami berharap siswa berani bersikap peduli dan saling menjagasatu sama lain,” ujarnya.

Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, mahasiswamengajak para siswa menyanyikan lagu “Stop Bullying” secara bersama-sama. Lagu tersebut mengandung pesanpersahabatan, saling menghargai, dan menumbuhkan rasa cinta kasih antar sesama teman.

Guna memberikan pemahaman yang lebih konkret, mahasiswa KKN juga mengajak siswa melakukan simulasicontoh perilaku bullying di depan kelas. Melalui simulasi ini, siswa dapat memahami bahwa tindakan yang sering dianggap sepele ternyata dapat melukai perasaan orang lain.

Siswa dalam kegiatan ini juga dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendemonstrasikan berbagai jenis bullying yang seringditemui di lingkungan sekolah dengan pendampinganmahasiswa KKN. Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif.

Fajrin, selaku pemateri dalam kegiatan sosialisasi tersebut, menekankan pentingnya keberanian siswa untuk berbicara.

“Anak-anak harus tahu bahwa mereka tidak sendirian. Jika melihat atau mengalami bullying, mereka harus beranimelapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya,”tuturnya.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi emosionalmelalui program “Pohon Ungkapan”. Pada sesi ini, siswadiajak menuliskan pengalaman pribadi mereka terkaitperundungan pada secarik kertas berwarna yang kemudianditempelkan pada dahan-dahan pohon ungkapan. Kegiatan inimenjadi ruang katarsis bagi siswa sekaligus bahan evaluasibagi pihak sekolah dan mahasiswa KKN.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 15 berharap dapat menumbuhkan empati, kepedulian, sertamenciptakan lingkungan SDN Ungaran 05 sebagai zona amanbagi seluruh siswa untuk tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut.

 

Editor: Azis

Continue Reading

Berita

Bimbingan Belajar di Posko Desa Mluweh sebagai Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Dukung Pendidikan Anak

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Universitas PGRI Semarang melaksanakan kegiatan les bimbingan belajar di posko Desa Mluweh sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan pendampingan belajar bagi anak-anak di lingkungan desa. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan Sabtu pada pukul 16.30 WIB atau setelah kegiatan mengaji, sehingga tidak mengganggu aktivitas keagamaan anak-anak.

Les bimbingan belajar ini diikuti oleh anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK kecil, TK besar, siswa SD kelas 1, kelas 3, dan kelas 6, hingga siswa SMP kelas 7. Keberagaman jenjang tersebut ditangani dengan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan masing-masing peserta.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan les bimbingan belajar ini tidak dilakukan sendiri, melainkan dibantu oleh teman-teman mahasiswa lainnya. Kolaborasi antar mahasiswa memungkinkan pendampingan belajar berjalan lebih efektif, karena setiap anak mendapatkan perhatian dan bimbingan yang lebih optimal sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Materi pembelajaran yang diberikan meliputi pengenalan huruf dan angka bagi siswa TK, peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung bagi siswa sekolah dasar, serta pendampingan memahami materi pelajaran dan mengerjakan tugas sekolah bagi siswa SMP. Metode pembelajaran dilakukan secara interaktif agar anak-anak tetap fokus dan antusias.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak datang dengan semangat, aktif bertanya, serta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap kegiatan belajar. Suasana posko Desa Mluweh menjadi ruang belajar yang nyaman, hangat, dan menyenangkan.

“Les bimbingan belajar ini kami laksanakan bersama teman-teman mahasiswa lainnya agar pendampingan kepada anak-anak bisa lebih maksimal. Anak-anak terlihat lebih nyaman dan percaya diri saat belajar,” kata ihsan.

Shahrul juga menambahkan bahwa kerja sama antar mahasiswa menjadi kunci kelancaran kegiatan. “Dengan adanya pembagian peran antar mahasiswa, proses bimbingan belajar dapat berjalan lebih terarah dan efektif sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak,” ujar Shahrul.

Selain meningkatkan pemahaman akademik, kegiatan ini juga menanamkan kebiasaan belajar yang disiplin, melatih tanggung jawab, serta menumbuhkan semangat belajar anak-anak. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping dan motivator bagi peserta didik.

Melalui kegiatan les bimbingan belajar di posko Desa Mluweh ini, mahasiswa Universitas PGRI Semarang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak-anak desa. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Mluweh.

 

Editor: Azis

Continue Reading

Berita

Pemanfaatan Sampah Botol Plastik dalam Kegiatan KKN sebagai Edukasi Lingkungan di SDN Nyatnyono 01

Published

on

By

 

Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 20 melaksanakan kegiatan Pemanfaatan Sampah Botol Plastik sebagai Media Edukasi Lingkungan di SDN Nyatnyono 01 yang berlokasi di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran peduli lingkungan sejak dini kepada siswa melalui pembelajaran yang kreatif dan aplikatif.

Kegiatan diawali dengan pengumpulan botol plastik bekas yang berasal dari lingkungan sekolah dan rumah siswa. Selanjutnya, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Kelompok 20 bersama para guru mendampingi siswa dalam mengolah botol bekas tersebut menjadi berbagai karya bermanfaat, seperti pot tanaman, tempat alat tulis, dan hiasan kelas. Proses pembuatan dilakukan secara interaktif sehingga siswa dapat belajar sambil berkreasi.

Melalui kegiatan ini, siswa SDN Nyatnyono 01 diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah dan daur ulang dengan cara yang menyenangkan. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga melatih sikap kerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Anak-anak dapat terbiasa untuk memanfaatkan barang bekas menjadi sebuah karya yang berguna dengan mendaur ulang dan mengurangi sampah plastik,” ujar salah satu mahasiswa

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Kelompok 20 karena sejalan dengan upaya sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter dan budaya peduli lingkungan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar Desa Nyatnyono.

Melalui kegiatan KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 20 ini, mahasiswa dan siswa bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan, serta menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap kelestarian alam.

Penulis: kknupgrisdesanyatnyono

Editor: Azis

Continue Reading

Trending