Kampus
SIG BERBASIS WEBSITE UNTUK PEMETAAN APOTEK, AHLI GIZI, DAN KASUS STUNTING KABUPATEN PATI TAHUN 2020–2021
SIG BERBASIS WEBSITE UNTUK PEMETAAN APOTEK, AHLI GIZI, DAN KASUS STUNTING KABUPATEN PATI TAHUN 2020–2021
Safrizal Dharma Maulana, Bambang Agus Herlambang2, Ahmad Khoirul Anam3 1,2,3Program Studi Informatika, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang 1E-mail : [email protected]
2E-mail : [email protected]
3E-mail : [email protected]
Abstract
A Geographic Information System (GIS) is a system used to manage, analyze, and visualize location-based data to support decision-making. This study develops and implements GIS to map the distribution of pharmacies, nutritionists, and stunting cases in Pati Regency for the years 2020 and 2021. The main objective of this research is to analyze the spatial patterns of these three health components to provide a comprehensive overview that supports targeted health strategies. By integrating the data on pharmacy locations, nutritionist distribution, and stunting cases, GIS is utilized to identify gaps in healthcare services and potential correlations with stunting prevalence. Year-to-year data comparison is employed to reveal changes in distribution over time. The findings of this study are expected to serve as a reference for policymakers, health practitioners, and researchers in designing more effective interventions, optimizing resource allocation, and improving the overall health quality of the population in Pati Regency.
Keywords : Geographic Information System (GIS), Mapping, Pharmacy, Nutritionist, Stunting, Pati Regency.
Abstrak
Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola, menganalisis, dan memvisualisasikan data berbasis lokasi guna mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini mengembangkan dan menerapkan SIG untuk memetakan distribusi apotek, tenaga ahli gizi, serta kasus stunting di Kabupaten Pati pada tahun 2020 dan 2021. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis pola spasial ketiga komponen kesehatan tersebut guna memberikan gambaran menyeluruh yang dapat mendukung strategi kesehatan yang tepat sasaran. Melalui integrasi data lokasi apotek, distribusi ahli gizi, dan kasus stunting, SIG digunakan untuk mengidentifikasi kesenjangan layanan kesehatan serta potensi keterkaitan dengan prevalensi stunting. Perbandingan data antar tahun dimanfaatkan untuk mengungkap perubahan distribusi dari waktu ke waktu. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pembuat kebijakan, praktisi kesehatan, dan peneliti dalam merancang intervensi yang lebih efektif, mengoptimalkan alokasi sumber daya, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Pati.
Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis (SIG), Pemetaan, Apotek, Ahli Gizi, Stunting, Kabupaten Pati.
1. Pendahuluan
Kesehatan masyarakat menjadi aspek penting dalam pembangunan suatu daerah[1].Salah satu bentuk teknologi informasi yang semakin dibutuhkan adalah informasi geografis suatu wilayah. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan teknologi yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan, mengelola, memanipulasi, dan memvisualisasikan data spasial yang berhubungan dengan posisi di permukaan bumi dalam bentuk peta sesuai koordinat sebenarnya [2].
Pada umumnya, aplikasi SIG dapat diterapkan di berbagai bidang, seperti utilitas, kesehatan, telekomunikasi, transportasi, dan lain sebagainya [3]. Dalam bidang kesehatan, SIG dapat dimanfaatkan untuk memetakan fasilitas kesehatan serta tenaga medis tertentu, seperti apotek, ahli gizi, dan kasus stunting di suatu daerah. Stunting (kerdil) adalah kondisi di mana balita memiliki tinggi badan lebih rendah dibandingkan anak seusianya. Kondisi ini diukur dengan mengacu pada standar deviasi dua di bawah rata-rata pertumbuhan normal anak [4]. Malnutrisi dan stunting telah terbukti berkaitan dengan peningkatan angka kematian bayi, gangguan perkembangan kognitif dan motorik, penurunan prestasi akademik, serta peningkatan risiko obesitas dan penyakit tidak menular di masa depan [5].
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan gizi, pemetaan jumlah apotek dan tenaga ahli gizi di Kabupaten Pati pada tahun 2020 dan 2021 menjadi kebutuhan yang mendesak. Kasus stunting yang merupakan masalah pertumbuhan fisik terhambat pada anak memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kualitas hidup mereka. Oleh karena itu, keberadaan apotek yang memadai sangat krusial dalam penyediaan obat-obatan dan layanan kesehatan masyarakat. Selain itu, peran ahli gizi juga menjadi faktor penting dalam memberikan edukasi gizi, merancang program nutrisi, dan memberikan dukungan bagi ibu hamil serta anak-anak. Keberadaan tenaga ahli gizi yang kompeten dapat membantu pencegahan stunting melalui pendekatan gizi yang komprehensif.
Pemetaan ini memiliki latar belakang yang kuat dalam menyediakan informasi relevan untuk pengembangan layanan kesehatan dan gizi di Kabupaten Pati. Selain itu, pemetaan ini juga memberikan dasar data yang lebih akurat bagi pengambilan keputusan dalam perencanaan layanan kesehatan dan gizi di wilayah tersebut. Dengan dukungan teknologi SIG, proses pemetaan menjadi lebih efektif dalam memahami kondisi spasial Kabupaten Pati. Melalui penelitian ini, dirancang sebuah sistem berbasis website menggunakan SIG untuk memetakan distribusi apotek, ahli gizi, dan kasus stunting di Kabupaten Pati pada tahun 2020 dan 2021.
2. Metodologi Penelitian
Penelitian ini mempunyai alur Penelitian seperti gambar dibawah :

Gambar 1. Tahapan Penelitian
2.1. Pengumpulan Data
Data penelitian yang digunakan lewat situs online seperti google melalui situs Kesehatan Kabupaten Pati secara langsung untuk mendapatkan data stunting ataupun dari situs BPS Pati untuk mendapatkan data Apotek dan Ahli gizi.
2.2. Pembangunan Sistem
- Pembuatan Peta menggunakan aplikasi
- Mengimplementasikan data yang sudah didapat kedalam peta yang sudah dibuat di
- Pembuatan Website menggunakan aplikasi Visual Studio Code dengan kode program HTML, CSS, dan Javascript.
2.3. Pembuatan Laporan
Tahapan akhir dari penelitian ini ialah pembuatan laporan. Pada tahap ini dilakukan penyusunan laporan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Sehingga menjadi laporan penelitian yang dapat memberikan gambaran secara utuh tentang sistem yang dibangun.
3. Hasil dan Pembahasan
- Data
Data Sebagian didapat dari BPS Kota Pati melalui link website https://patikab.bps.go.id/ dan Sebagian lagi didapat dari Open data Kapubaten pati melalui link website https://opendata.patikab.go.id/ . Untuk data yang diambil meliputi Data Apotek, Data Ahli gizi, dan data Kasus Stunting yang ada di kabupaten Pati di tiap Kecematan Pada tahun 2020 dan 2021.
3.2. Pembuatan Sistem
Pembuatan Peta Melalui QGIS
Membuat 2 peta Kabupaten pati menggunakan aplikasi Bernama QGIS. 2 Peta itu dibuat dengan tujuan perbedaan pada tahun 2020 dan 2021, karena nanti data yang dimasukkan kedalam peta dan warna untuk mendeklarasikanya berbeda di tiap tahuunya. Untuk lebih jelasnya bisa lihat Gambar dibawah ini :


Gambar 2. Peta Pati Tahun 2020 Gambar 3. Peta Pati Tahun 2020
Memasukkan Data Kedalam QGIS
Data yang dimasukkan ialah data Apotek, Ahli Gizi, dan Kasus Stunting pada tahun 2020 dan 2021, Seperti pada gambar dibawah :


Gambar 4. Data Tahun 2020 Gambar 5. Data Tahun 2021
Implementasi Website
a. Halaman Menu Utama
Terdapat content perbandingan data dari tahun 2020 dan 2021, penjelasan sedikit tentang Apotek dan Ahli gizi di pati, dan profil dari Kabupaten Pati.

Gambar 6. Menu Utama
b. Halaman Tentang
Memuat secara lengkap isi tentang yang ada di menu utama, yaitu berisi seberapa penting apotek dan ahli gizi di Pati, serta Penanganan untuk anak yang menyidap stunting. Dan Pembahasan sedikit tentang apotek, ahli gizi, dan kasus stunting.

Gambar 7. Halaman Tentang
c. Halaman Pemetaan

Gambar 8. Halaman Pemetaan

Gambar 9. Halaman Pemetaan
Halaman inilah yang paling penting karena memuat hal utama dalam penelitian ini. Halaman ini berisi Perbandingan 2 Peta Kabupaten Pati berdasarkan Kasus Stunting dan ketika mousepad digeser ke pata, data yang dimasukkan akan terlihat. Halaman ini juga bersisi tabel dan grafik perbandingan apotek, ahli gizi, dan kasus stunting di kabupaten pati pada tahun 2020 dan 2021.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan Apotek, Ahli Gizi, dan Kasus Stunting di Kabupaten Pati menghasilkan sebuah aplikasi yang mampu menampilkan distribusi data dari ketiga aspek tersebut di setiap kecamatan. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, sehingga memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait lokasi Apotek serta meningkatkan kesadaran terhadap kasus stunting. Sistem ini dikembangkan menggunakan QGIS untuk pemetaan dan Visual Studio Code sebagai platform pembuatan website. Selain itu, rancangan website ini juga menyajikan informasi perbandingan kasus stunting tahun 2020 dan 2021 melalui visualisasi warna peta di setiap kecamatan, yang dihadirkan berkat pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis.
5. Daftar Pustaka
- T. Informatika, F. T. Industri, and U. I. Indonesia, “SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN SUMBER AIR DAN RESERVOIR KABUPATEN SLEMAN,” no. September, 2012.
- A. N. H. Susila, I. N. Piarsa, and P. W. Buana, “Sistem Informasi Geografis Pemetaan Jaringan Pipa PDAM Tirta Mangutama,” vol. 2, no. 2, pp. 262–270, 2014.
- Maharani, D. Apriani, A. H. Kridalaksana, P. Studi, I. Komputer, and U. Mulawarman, “Sistem informasi geografis pemetaan masjid di samarinda berbasis web,” vol. 11, pp. 9–20, 2017.
- Rizal, M. F., & van Doorslaer, E. (2019). Explaining the fall of socioeconomic inequality in childhood stunting in Indonesia. SSM -Population Health, 9, https://doi.org/10.1016/j.ssmph.2019.100469
- Nefy, , Lipoeto, N. I., & Edison,E.(2019).IMPLEMENTASI GERAKAN1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI KABUPATEN PASAMAN2017 [Implementation of The First 1000 Days of Life Movementin Pasaman Regancy 2017]. Media Gizi Indonesia,14(2), 186. https://doi.org/10.20473/mgi.v14i2.186-196
Berita
Dorong Transformasi Transaksi Digital, KKN UPGRIS Kelompok 20 Gelar Literasi Digital Pembuatan QRIS dan Akun M-Banking bagi UMKM Desa Nyatnyono
Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang yang tergabung dalam Kelompok 20 melaksanakan program literasi digital dan pendampingan pembuatan QRIS serta akun mobile banking (m-banking) bagi pelaku UMKM lokal di Desa Nyatnyono. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung transformasi digital dan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat desa agar lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Perkembangan sistem pembayaran non-tunai yang semakin pesat mendorong pelaku usaha untuk mulai beralih ke sistem digital. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 20 memberikan edukasi tentang pentingnya memahami teknologi keuangan digital, termasuk penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan layanan m-banking sebagai sarana transaksi yang praktis, aman, dan efisien.
Kegiatan diawali dengan materi mengenai literasi digital dasar bagi UMKM. Mahasiswa menjelaskan bahwa digitalisasi usaha tidak hanya sebatas promosi melalui media sosial, tetapi juga mencakup sistem pembayaran, pencatatan transaksi, hingga pengelolaan keuangan yang lebih transparan.
“Peserta diberikan pemahaman bahwa penggunaan teknologi dapat membantu mempercepat transaksi, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta meningkatkan kepercayaan pelanggan,” ungkap Koordinator Kelurahan
Pada sesi pendampingan pembuatan QRIS, mahasiswa membantu pelaku UMKM menyiapkan dokumen yang diperlukan, seperti KTP dan rekening bank aktif. Peserta diarahkan untuk mendaftar melalui penyedia jasa pembayaran resmi, mengikuti proses verifikasi, hingga akhirnya memperoleh kode QRIS yang siap digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan dalam pembuatan akun m-banking bagi pelaku UMKM yang belum memiliki akses layanan perbankan digital. Proses ini dimulai dengan memastikan peserta memiliki rekening aktif, kemudian dilanjutkan dengan mengunduh aplikasi resmi bank yang digunakan. Mahasiswa membimbing langkah demi langkah proses registrasi, mulai dari memasukkan data pribadi, verifikasi nomor telepon, pembuatan PIN, hingga aktivasi akun.
Pendampingan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat memantau mutasi rekening, mengecek saldo, serta melakukan transfer secara mandiri tanpa harus datang ke kantor bank. Dengan adanya akun m-banking, transaksi usaha menjadi lebih praktis dan tercatat secara otomatis, sehingga memudahkan dalam pengelolaan keuangan.
Antusiasme peserta terlihat ketika mereka berhasil mengakses akun m-banking dan memahami cara penggunaannya. Banyak pelaku usaha yang sebelumnya masih mengandalkan transaksi tunai kini mulai menyadari manfaat sistem digital yang lebih efisien dan aman.
Mahasiswa KKN juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi, seperti tidak membagikan PIN atau kode OTP kepada siapa pun. Edukasi ini menjadi bagian penting dari literasi digital agar masyarakat tidak mudah menjadi korban penipuan digital.
Program literasi digital ini diharapkan mampu menjadi titik awal bagi UMKM Desa Nyatnyono untuk berkembang secara lebih profesional. Dengan adanya QRIS dan akun m-banking, pelaku usaha tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Melalui kegiatan ini, KKN UPGRIS Kelompok 20 membuktikan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi. Diharapkan UMKM Desa Nyatnyono semakin siap menghadapi era digital, lebih kompetitif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Editor: Azis
Berita
Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Pasar Murah di Leyangan, Gandeng DPD RI Bantu Ringankan Beban Warga
Kab. Semarang, Katakampus.com – Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pasar murah yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bekerja sama dengan DPD RI, khususnya Anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balai Desa Leyangan pada Jumat, 27 Februari 2026.
Pasar murah ini merupakan bagian dari rangkaian penutup program KKN UPGRIS di berbagai wilayah Jawa Tengah. Setelah sebelumnya mahasiswa menggelar expo produk unggulan daerah, kegiatan pasar murah dihadirkan sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Rektor UPGRIS, Sri Suciati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hampir seluruh program KKN berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Semuanya diterima dengan baik oleh masyarakat. Apa yang dikerjakan mahasiswa semoga membekas di hati warga. Apalagi pada kesempatan ini kami dapat bersinergi dengan senator DPD RI sehingga bisa menghadirkan pasar murah yang diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Muhdi turut hadir dan secara langsung membagikan paket sembako kepada warga. Ia menegaskan bahwa kegiatan pasar murah merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam membantu masyarakat.
“Program pasar murah ini merupakan salah satu bentuk tugas negara untuk hadir di tengah masyarakat. DPD memiliki kewajiban menyerap aspirasi sekaligus memperjuangkannya dalam bentuk kebijakan maupun bantuan langsung. Saya berharap kegiatan ini dapat sedikit meringankan beban warga,” tuturnya.
Penjabat (PJ) Kepala Desa Leyangan, Yogi Wadyabratha, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa KKN dan DPD RI. Ia menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu membaur dan menjaga etika di tengah masyarakat.
“Mahasiswa telah menghadirkan program yang bermanfaat dan membangun kedekatan dengan warga. Atas nama masyarakat Desa Leyangan, kami siap mendukung setiap program kerja KKN dan UPGRIS yang membawa dampak positif bagi desa,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua YPLP H. Sakbani, S.Pd., M.H.; Wakil Rektor II Prof. Dr. Endah Rita SD, S.Si., M.Si.; Wakil Rektor III Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H.; Wakil Rektor IV Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., S.T., M.Pd.; serta Ketua LPPM Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd. Kehadiran jajaran pimpinan universitas tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pengabdian mahasiswa di masyarakat.
Warga Desa Leyangan tampak antusias mengikuti kegiatan pasar murah sejak pagi hari. Mereka mengantre dengan tertib untuk mendapatkan paket sembako yang telah disediakan. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat desa.
Melalui kegiatan pasar murah ini, mahasiswa KKN UPGRIS kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya berfokus pada program edukatif, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.
Diharapkan, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara dapat terus terjalin guna menghadirkan program-program yang solutif dan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara nyata dan merata.
Editor: Azis
Berita
Jalan Minim Cahaya Kini Lebih Aman, Mahasiswa bersama Warga Lakukan Pemasangan Reflektor Jalan di Titik Minim Penerangan
Kab. Semarang, Katakampus.com – Upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan di lingkungan permukiman dilakukan melalui pemasangan reflektor jalan di wilayah RT 05/RW 03, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama Ketua RT, Ketua RW, perangkat kelurahan, dan warga setempat sebagai langkahpreventif untuk mengurangi risiko kecelakaan, khususnyapada malam hari.
Pemasangan reflektor dilakukan di setiap tikungan jalan yang memiliki tingkat penerangan minim. Kondisi tersebut sebelumnya menyulitkan pengendara, terutama sepeda motor, untuk melihat batas jalan dan arah tikungan secara jelas saat malam hari atau saat cuaca kurang mendukung. Hal ini membahayakan pengguna jalan yang dapat berpotensi terjadinya kecelakaan lebih besar, terutama bagi yang belum familiar dengan kondisi jalan di daerah tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS bersama Ketua RT 05, Ketua RW 03, dan warga setempat melakukan pemasangan reflektor jalan secara gotong royong di beberapa titik strategis. Reflektor dipasang pada sisi jalan dan titik tikungan untuk membantu memantulkan cahaya kendaraan, sehingga dapat memberikan panduan visual bagi pengendara saat melintas di malam hari.
Koordinator Lapangan KKN UPGRIS Kelurahan Ungaran, Titis Nurina, S.Pd., Jas., M.Or., mengatakan bahwa pemasangan reflektor jalan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa dalam meningkatkan keselamatan lingkungan masyarakat.
“Pemasangan reflektor ini difokuskan pada tikungan dengan penerangan yang minim. Kami berharap reflektor dapat membantu pengendara melihat arah jalan dengan lebih jelas, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan mengurangirisiko kecelakaan,” terangnya.
Koordinator Kelurahan Ungaran, Arga Afiq Fahriza, juga menyampaikan urgesi pemasangan dalam mendukung keselamatan masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan pemasangan reflektor jalan ini karena reflektor penting dan dibutuhkan warga dengan kondisi jalan yang minim penerangan yang dapat membahayakan ketika di jalan. Dengan ada reflektor dapat memberikan manfaat khusus meningkatkan visibilitas jalan pada malam hari. Program ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Foto Proses Pemasangan Reflektor
Proses pemasangan (10/2/2026) dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana, seperti bor, baut, dan perekat khusus, dengan memperhatikan posisi yang strategis agar reflektor dapat berfungsi secara optimal. Mahasiswa dan warga bekerjasama untuk memastikan setiap tikungan yang minim penerangan telah dilengkapi dengan reflektor.
Salah satu perangkat Kelurahan Ungaran, Rizki Afriana, S.E., turut mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan warga dalamkegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi kerja sama antara mahasiswa KKN UPGRIS, Ketua RT, Ketua RW, dan warga dalam pemasangan reflektor jalan ini. Kehadiran reflektor sangat membantu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dipasang agar tetap berfungsi dengan baik. Melalui sinergi antara mahasiswa, warga, dan perangkat kelurahan, diharapkan lingkungan RT 05/RW 03 menjadi lebih aman, khususnya bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari atau dalam kondisi minim penerangan.
Editor: Azis
-
Berita1 tahun yang laluPendampingan Strategis Pendaftaran Tanah di Desa Blimbing: Upaya Masyarakat Menuju Kepastian Hukum Pertanahan
-
Berita7 bulan yang laluPraktik Baik TeFa dan Kemitraan: SMK Ma’arif Kudus Jadi Model Pembelajaran Berbasis Industri
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Gencarkan Urban Farming di Mijen: Tanam Cabai untuk Ketahanan Pangan
-
Berita7 bulan yang laluMAHESA UPGRIS 2025 Mengajak Masyarakat Sidoharjo Olah Kacang Hijau Menjadi LUK CHUP
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Perindah Lingkungan dengan Penataan Tanaman TOGA
-
Berita1 tahun yang laluEkstrakurikuler Muhadhoroh SMP IT Al-Anis Sukoharjo Perkuat Kompetensi Siswa
-
Berita1 tahun yang laluKKN Upgris Kelompok 20 Gelar Pelatihan Coding untuk Kembangkan Critical Thinking Siswa SD di Semarang
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS Kenalkan Asinan Rambutan sebagai Inovasi Kuliner di Kelurahan Bubakan
