Connect with us

Berita

Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Pasar Murah di Leyangan, Gandeng DPD RI Bantu Ringankan Beban Warga

Published

on

Kab. Semarang, Katakampus.com – Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pasar murah yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bekerja sama dengan DPD RI, khususnya Anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balai Desa Leyangan pada Jumat, 27 Februari 2026.

Pasar murah ini merupakan bagian dari rangkaian penutup program KKN UPGRIS di berbagai wilayah Jawa Tengah. Setelah sebelumnya mahasiswa menggelar expo produk unggulan daerah, kegiatan pasar murah dihadirkan sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Rektor UPGRIS, Sri Suciati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hampir seluruh program KKN berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Semuanya diterima dengan baik oleh masyarakat. Apa yang dikerjakan mahasiswa semoga membekas di hati warga. Apalagi pada kesempatan ini kami dapat bersinergi dengan senator DPD RI sehingga bisa menghadirkan pasar murah yang diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Muhdi turut hadir dan secara langsung membagikan paket sembako kepada warga. Ia menegaskan bahwa kegiatan pasar murah merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam membantu masyarakat.

“Program pasar murah ini merupakan salah satu bentuk tugas negara untuk hadir di tengah masyarakat. DPD memiliki kewajiban menyerap aspirasi sekaligus memperjuangkannya dalam bentuk kebijakan maupun bantuan langsung. Saya berharap kegiatan ini dapat sedikit meringankan beban warga,” tuturnya.

Penjabat (PJ) Kepala Desa Leyangan, Yogi Wadyabratha, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa KKN dan DPD RI. Ia menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu membaur dan menjaga etika di tengah masyarakat.

“Mahasiswa telah menghadirkan program yang bermanfaat dan membangun kedekatan dengan warga. Atas nama masyarakat Desa Leyangan, kami siap mendukung setiap program kerja KKN dan UPGRIS yang membawa dampak positif bagi desa,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua YPLP H. Sakbani, S.Pd., M.H.; Wakil Rektor II Prof. Dr. Endah Rita SD, S.Si., M.Si.; Wakil Rektor III Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H.; Wakil Rektor IV Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., S.T., M.Pd.; serta Ketua LPPM Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd. Kehadiran jajaran pimpinan universitas tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pengabdian mahasiswa di masyarakat.

Warga Desa Leyangan tampak antusias mengikuti kegiatan pasar murah sejak pagi hari. Mereka mengantre dengan tertib untuk mendapatkan paket sembako yang telah disediakan. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat desa.

Melalui kegiatan pasar murah ini, mahasiswa KKN UPGRIS kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya berfokus pada program edukatif, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.

Diharapkan, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara dapat terus terjalin guna menghadirkan program-program yang solutif dan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara nyata dan merata.

 

Editor: Azis

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jalan Minim Cahaya Kini Lebih Aman, Mahasiswa bersama Warga Lakukan Pemasangan Reflektor Jalan di Titik Minim Penerangan

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com Upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan di lingkungan permukiman dilakukan melalui pemasangan reflektor jalan di wilayah RT 05/RW 03, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama Ketua RT, Ketua RW, perangkat kelurahan, dan warga setempat sebagai langkahpreventif untuk mengurangi risiko kecelakaan, khususnyapada malam hari.

Pemasangan reflektor dilakukan di setiap tikungan jalan yang memiliki tingkat penerangan minim. Kondisi tersebut sebelumnya menyulitkan pengendara, terutama sepeda motor, untuk melihat batas jalan dan arah tikungan secara jelas saat malam hari atau saat cuaca kurang mendukung. Hal ini membahayakan pengguna jalan yang dapat berpotensi terjadinya kecelakaan lebih besar, terutama bagi yang belum familiar dengan kondisi jalan di daerah tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS bersama Ketua RT 05, Ketua RW 03, dan warga setempat melakukan pemasangan reflektor jalan secara gotong royong di beberapa titik strategis. Reflektor dipasang pada sisi jalan dan titik tikungan untuk membantu memantulkan cahaya kendaraan, sehingga dapat memberikan panduan visual bagi pengendara saat melintas di malam hari.

Koordinator Lapangan KKN UPGRIS Kelurahan Ungaran, Titis Nurina, S.Pd., Jas., M.Or., mengatakan bahwa pemasangan reflektor jalan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa dalam meningkatkan keselamatan lingkungan masyarakat.

Pemasangan reflektor ini difokuskan pada tikungan dengan penerangan yang minim. Kami berharap reflektor dapat membantu pengendara melihat arah jalan dengan lebih jelas, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan mengurangirisiko kecelakaan,” terangnya.

Koordinator Kelurahan Ungaran, Arga Afiq Fahriza, juga menyampaikan urgesi pemasangan dalam mendukung keselamatan masyarakat.

“Kami sangat mendukung kegiatan pemasangan reflektor jalan ini karena reflektor penting dan dibutuhkan warga dengan kondisi jalan yang minim penerangan yang dapat membahayakan ketika di jalan. Dengan ada reflektor dapat memberikan manfaat khusus meningkatkan visibilitas jalan pada malam hari. Program ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Foto Proses Pemasangan Reflektor

Proses pemasangan (10/2/2026) dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana, seperti bor, baut, dan perekat khusus, dengan memperhatikan posisi yang strategis agar reflektor dapat berfungsi secara optimal. Mahasiswa dan warga bekerjasama untuk memastikan setiap tikungan yang minim penerangan telah dilengkapi dengan reflektor.

Salah satu perangkat Kelurahan Ungaran, Rizki Afriana, S.E., turut mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan warga dalamkegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi kerja sama antara mahasiswa KKN UPGRIS, Ketua RT, Ketua RW, dan warga dalam pemasangan reflektor jalan ini. Kehadiran reflektor sangat membantu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dipasang agar tetap berfungsi dengan baik. Melalui sinergi antara mahasiswa, warga, dan perangkat kelurahan, diharapkan lingkungan RT 05/RW 03 menjadi lebih aman, khususnya bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari atau dalam kondisi minim penerangan.

 

Editor: Azis

Continue Reading

Berita

Tanamkan Budaya Siaga Sejak Dini, Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Sosialisasi Mitigasi Banjir di SDN Genuk 02

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Pengetahuan tentang kebencanaan tidak hanya krusial bagi mereka yang tinggal di daerah rawan, tetapi juga penting sebagai bekal kewaspadaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan sosialisasi mitigasi bencana banjir bagi siswa kelas 3 di SDN Genuk 02. Meskipun wilayah Kelurahan Genuk berada di dataran atas yang relatif aman dari ancaman banjir, edukasi ini dipandang perlu sebagai bagian dari literasi keselamatan dan kepedulian lingkungan sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas ini dirancang dengan pendekatan yang ceria dan interaktif. Mahasiswa KKN memahami bahwa menanamkan budaya siaga pada anak-anak memerlukan metode yang tidak menakutkan, melainkan edukatif. Melalui media visual, dongeng tentang alam, dan simulasi sederhana, para siswa diajak untuk memahami fenomena alam serta bagaimana cara bertindak tepat dalam situasi darurat.

Dalam sosialisasi ini, mahasiswa menekankan peran penting wilayah dataran atas dalam sistem ekologi. Siswa diberikan pemahaman bahwa meski lingkungan mereka jarang terdampak banjir, mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga agar air hujan dapat terserap ke dalam tanah dengan baik. Hal ini bertujuan agar aliran air tidak langsung turun ke dataran rendah yang dapat memicu banjir di wilayah hilir.

“Kami memberikan pemahaman kepada adik-adik bahwa sebagai warga yang tinggal di daerah atas, kita punya tugas menjaga pohon dan tidak membuang sampah sembarangan. Jika lingkungan kita sehat, maka saudara-saudara kita yang tinggal di daerah bawah juga akan lebih aman dari banjir. Ini adalah bentuk edukasi kepedulian lingkungan yang kami tanamkan,” ujar perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 16 UPGRIS.

Selain aspek lingkungan, siswa juga dibekali pengetahuan dasar tentang apa yang harus dilakukan jika mereka sedang berada di daerah yang terkena banjir, misalnya saat sedang bepergian atau mengunjungi kerabat di daerah lain.

Salah satu materi yang paling menarik perhatian siswa adalah pengenalan “Tas Siaga Bencana”. Mahasiswa memberikan simulasi mengenai barang-barang apa saja yang harus diprioritaskan saat terjadi kondisi darurat, baik itu banjir, cuaca ekstrem, atau bencana lainnya. Tas tersebut berisi perlengkapan dasar seperti alat tulis, senter, perlengkapan medis sederhana, hingga dokumen penting yang tersimpan rapi.

“Edukasi mitigasi ini lebih kepada kemandirian. Kami ingin anak-anak tahu siapa yang harus dihubungi dan bagaimana cara melindungi diri sendiri tanpa panik. Pengetahuan ini adalah life skill yang akan berguna di mana pun mereka berada, tidak hanya di lingkungan sekolah saja,” tambah anggota KKN lainnya.

Pihak SDN Genuk 02 menyambut positif inisiatif ini. Menurut guru kelas, meskipun sekolah mereka berada di lokasi yang strategis dan aman, wawasan mengenai mitigasi bencana tetap menjadi bagian dari pendidikan karakter yang sangat berharga. Program ini dinilai mampu membuka cakrawala siswa tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.

“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa UPGRIS yang telah memberikan wawasan baru bagi siswa kami. Anak-anak jadi lebih mengerti hubungan antara perilaku manusia dengan fenomena alam. Meski kita jarang banjir, pengetahuan ini sangat penting bagi kewaspadaan mereka di masa depan,” ungkap salah satu pengajar di SDN Genuk 02.

Sebagai penutup, mahasiswa membagikan poster edukasi yang berisi langkah-langkah menjaga kebersihan lingkungan agar tetap asri dan hijau. Melalui program ini, Kelompok 16 KKN UPGRIS berharap para siswa SDN Genuk 02 dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang sadar akan pentingnya pelestarian alam di dataran atas demi kebaikan bersama.

Generasi yang tangguh bukan hanya mereka yang siap menghadapi bencana, tetapi mereka yang paham cara mencegahnya melalui tindakan nyata sehari-hari. Dengan bekal sosialisasi ini, siswa kelas 3 SDN Genuk 02 kini memiliki pemahaman yang lebih luas tentang mitigasi, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Continue Reading

Berita

Disertasi Fakhruddin Karmani Tegaskan Islam Nusantara Jadi Ruh Implementasi Kurikulum Merdeka

Published

on

By

Katakampus.com, Semarang – Nilai-nilai Islam Nusantara dinilai perlu menjadi ruh dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA). Gagasan tersebut ditegaskan Fakhruddin Karmani dalam disertasinya pada Ujian Terbuka Promosi Doktor di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Rabu (25/2/2026).

Fakhruddin yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah itu mempertahankan disertasi berjudul “Integrasi Nilai-Nilai Islam Nusantara dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) pada Kurikulum Merdeka Madrasah dan Sekolah di Jawa Tengah.”

Dalam ringkasan penelitiannya, Fakhruddin menegaskan bahwa penguatan karakter peserta didik tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Indonesia yang majemuk. Menurutnya, pendidikan harus mampu mengintegrasikan nilai religiusitas dengan realitas kebangsaan dan kearifan lokal.

Ia menilai P5RA menjadi ruang strategis untuk menginternalisasikan nilai Islam Nusantara yang moderat, toleran, dan berakar pada tradisi lokal masyarakat Indonesia. Integrasi tersebut memiliki urgensi ideologis, pedagogis, sekaligus sosiokultural, terutama sebagai upaya memperkuat karakter peserta didik dari pengaruh intoleransi dan sikap eksklusivisme.

“Kurikulum Merdeka tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus menjadi medium pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak, inklusif, dan memiliki identitas kebangsaan yang kuat,” ujar Fakhruddin dalam sidang promosi.

Ujian terbuka promosi doktor tersebut digelar di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Kampus 2 Unwahas Semarang. Dalam sidang itu, Fakhruddin dinyatakan lulus sebagai doktor ke-24 dari Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Unwahas.

Ia menempuh masa studi selama 4 tahun 4 bulan 20 hari dan berhasil meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,81 dengan predikat cumlaude.

Menurut Fakhruddin, integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka menjadi legitimasi kultural sekaligus penguat praktik moderasi beragama di lingkungan sekolah dan madrasah. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang religius, terbuka, serta tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan Indonesia.

Promosi doktor tersebut sekaligus menjadi kontribusi akademik dalam penguatan wacana pendidikan Islam berbasis moderasi dan kearifan lokal di tengah dinamika perubahan sosial pendidikan nasional. (*)

Continue Reading

Trending