Connect with us

Berita

Mahasiswa KKN UPGRIS Edukasi Anak di TPA Buah Hati Rw 01 Kelurahan Ungaran: Kolase Biji-bijian dan Lima Langkah Cuci Tangan

Published

on

Kab. Semarang, Katakampus.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar program edukasi seru di Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kegiatan bertajuk “Edukasi Motorik Kolase Biji-bijian dan Gerakan Lima Langkah Cuci Tangan” ini menargetkan anak-anak usia dini untuk mengasah kreativitas dan kebiasaan sehat. Kesehatan anak menjadi isu penting yang harus di perhatikan.

Anak-anak sejak dini perlu diberikan sebuah edukasi dan pembiasaan untuk hidup sehat, meliputi makan, istirahat yang cukup, dan juga cuci tangan sebelum maupun setelah makan. Kesehatan anak anak mempengaruhi  proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Melihat betapa pentingnya kesehatan, mahasiswa berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan edukasi (29/1/2026) kepada anak-anak di Kelurahan Ungaran.


Belasan anak usia dini setempat antusias mengikuti kegiatan kolase menggunakan biji-bijian seperti kacang hijau dan jagung.

“Aktivitas ini melatih motorik halus anak sambil mengenalkan nilai daur ulang dan nutrisi dari biji-bijian lokal,” ujar Dita Mahasiswa KKN UPGRIS

Kolase biji bijian ini di ajarkan dengan berbagai pertimbangan. Kegiatan ini dinilai memiliki banyak manfaat bagi anak anak. Oleh karena itu, kolase biji bijian yang di ajarkan di konsep dengan perencanaan yang matang.

Tak hanya itu, peserta juga diajarkan Gerakan Lima Langkah Cuci Tangan. Anak-anak diajak membasuh tangan menggunakan sabun selama 20 detik: gosok telapak, punggung tangan, sela jari, hingga ibu jari.

“Tujuannya mencegah penyakit seperti diare dan ISPA di musim hujan ini,” tambah Fajrin.

Mencuci tangan di lingkungan anak anak ini menjadi hal yang krusial. Anak anak usia dini dinilai belum mampu memahami pentingnya kebersihan tangan dan bagaimana cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Maka dengan demikian program kerja ini dinilai mampu menjadi kegiatan yang akan berdampak positif.

Kegiatan yang dilaksanakan dari jam 09.00 hingga pukul 11.00 ini berjalan dengan lancar dan optimal. Anak Anak yang hadir bersikap kondusif dan mengikuti kegiatan dengan baik. Tim KKN Upgris yang hadir mengaku bersyukur sebab bisa menjalankan program kerja dengan maksimal. Usia anak anak di Tempat Penitipan Anak Buah hati masih dibilang cukup balita. Anak anak yang mengikuti kegiatan berusia 2 hingga 4 tahun. Meskipun demikian, anak anak tetap mengikuti kegiatan dengan baik dan Semangat.

TPA Buah hati dipilih sebagai lokasi program kerja dengan berbagai alasan. Tempat penitipan anak Buah hati ini termasuk baru berdiri, tetapi dinilai menjadi tempat yang relevan untuk menjalankan proker. TPA buah hati memiliki tempat yang strategis dan memiliki peserta didik dalam jumlah yang cukup banyak. Selain itu, Tempat penitipan anak Buah hati menyambut baik program kerja yang kami laksanakan.

Program kerja ini disusun dengan harapan dapat berdampak positif, khususnya bagi anak anak di TPA Buah hati RW 1 Kelurahan Ungaran. Program kerja ini di bentuk sesuai dengan regulasi dan ketentuan dari Universitas PGRI Semarang. Kemudian, Isu kesehatan yang menjadi masalah serius perlu di edukasi di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, memberikan edukasi kepada anak anak di TPA RW 1 Kelurahan Ungaran dinilai menjadi langkah yang bijak. Anak anak usia dini perlu memahami pentingnya mencuci tangan yang dapat berpengaruh besar kepada kesehatan.

“KKN UPGRIS Kelompok 15 Ungaran bersyukur dapat di perkenankan untuk menjalan proker di lingkungan TPA Buah hati. Selain menjadi pengalaman yang baru, kegiatan tersebut juga meningkatkan kepedulian sosial dari anggota kelompok” Ujar Arga selalu koordinator KKN.

Meskipun tidak semua anggota kelompok hadir, tetapi dampak yang bisa di rasakan oleh semua anggota cukup banyak. Hal tersebut karena proker ini di jalankan melalui persiapan dan waktu yang panjang, mulai dari perencanaan, survey lokasi, hingga mematangkan konsep yang di gagaskan.

KKN Upgris Kelompok 15 Kelurahan Ungaran, terutama pada divisi Pendidikan & Literasi Digital serta divisi Kesehatan & Lingkungan memiliki beberapa proker lain yang harus di jalankan. Pada dua divisi tersebut menjadi salah satu bagian krusial yang di bentuk dengan harapan dapat mengedukasi masyarakat terhadap kepedulian pendidikan, lingkungan dan kesehatan.

Program kerja kolase biji bijian dan edukasi mencuci tangan di lingkungan TPA Buah hati ini termasuk dari salah satu program kerja yang dijalankan KKN UPGRIS Kelompok 15 Kelurahan Ungaran.

Penulis : Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 15

Editor : Azis

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Edukasi Hidup Sehat, Mahasiswa KKN UNDIP Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Styrofoam dan Minyak Goreng Berulang

Published

on

By

Klaten, Katakampus.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar sosialisasi mengenai keamanan pangan dan penggunaan wadah makanan. Fokus utama dalam kampanye kesehatan ini (26/1/2026) adalah himbauan keras untuk menghindari penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan panas serta bahaya penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang.

​Ancaman Zat Kimia pada Wadah Makanan

Penggunaan styrofoam yang praktis dan murah seringkali menjadi pilihan utama dalam pembungkusan makanan. Namun, Asfan Safaro Abror, mahasiswa KKN UNDIP menyoroti risiko kesehatan serius di baliknya. Berdasarkan materi edukasi yang disebarkan, styrofoam memiliki potensi melepaskan zat styrene ketika bersentuhan dengan makanan yang panas.

​Paparan zat kimia ini tidak bisa dianggap remeh. Dalam jangka pendek, zat tersebut dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf manusia. Gejala yang mungkin timbul meliputi rasa pusing, kelelahan yang tidak wajar, hingga sulit berkonsentrasi.

​Risiko Jangka Panjang

​Selain dampak langsung, tim KKN UNDIP juga menekankan risiko jangka panjang yang lebih fatal. Paparan terus-menerus terhadap zat yang terkandung dalam styrofoam dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kanker. Edukasi ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat untuk beralih ke wadah makanan yang lebih aman dan ramah lingkungan (food grade).

​Pentingnya Kualitas Minyak Goreng

​Selain masalah kemasan, sosialisasi ini juga menyoroti kebiasaan rumah tangga dalam menggunakan minyak goreng. Mahasiswa menghimbau warga untuk tidak menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang. Penggunaan minyak yang sudah jenuh (jelantah) dapat menjadi sumber radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.

​Melalui penyebaran informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih selektif dalam memilih kemasan makanan dan lebih bijak dalam proses pengolahan pangan demi menjaga kesehatan keluarga jangka panjang

Penulis: Asfan Safaro Abror (Fakultas Sains dan Matematika)

DPL : Ichlasul Ayyub, M.Si

Lokasi : Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten

Editor : Azis

Continue Reading

Berita

Halal Center INISNU Temanggung Raih Dua Penghargaan Nasional di Rakornas BPJPH 2026

Published

on

By

Jatengx.com, Jakarta – Halal Center Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menorehkan prestasi nasional dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam Rapat Koordinasi Nasional Pendamping Proses Produk Halal (Rakornas LP3H) yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran, 2–4 Februari 2026.

Penghargaan tersebut diberikan kepada dua pendamping Proses Produk Halal (P3H) terbaik asal Halal Center INISNU Temanggung. Flori Indah Safitri meraih penghargaan sebagai P3H Terbaik ke-2 Nasional 2025, sedangkan Yosi Nurdiana meraih P3H Terbaik ke-6 Nasional 2025. Kedua penghargaan tersebut diterima oleh Ketua Halal Center INISNU Temanggung, Abdul Wahab Fahrub, yang hadir mewakili lembaga.

Abdul Wahab Fahrub mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti konkret kontribusi Halal Center INISNU Temanggung dalam mendukung percepatan program Jaminan Produk Halal nasional, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan sertifikasi halal serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi keberlanjutan ekosistem halal nasional,” ujar Abdul Wahab.

Rakornas LP3H tersebut dibuka langsung oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran strategis P3H di tengah meningkatnya kebutuhan sertifikasi halal, baik nasional maupun global.

Beberapa kebijakan strategis nasional turut disampaikan, antara lain rencana pemberian gelar non-akademik bagi P3H sebagai bentuk pengakuan profesionalisme, kesiapan menghadapi kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026, serta kontribusi sektor halal yang telah mencapai sekitar 26 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Selain aspek regulasi dan ekonomi, Haikal Hasan juga menekankan pentingnya penguatan spiritual bagi para pendamping halal.

Sementara itu, Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengapresiasi capaian Halal Center INISNU Temanggung yang dinilainya sebagai bukti nyata kiprah institusi di tingkat nasional.

Ia mengungkapkan, pada 2024 Halal Center INISNU Temanggung masuk dalam jajaran 20 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) terbaik di Indonesia dan mendapatkan undangan untuk menghadiri Konferensi Internasional Halal 20 (H-20) yang berlangsung di BSD City, Tangerang.

“Pada 2025, Halal Center INISNU juga meraih peringkat pertama nasional dalam kategori LP3H dengan pengembalian pengajuan sertifikasi halal kuota gratis (SEHATI) paling sedikit dari total 314 LP3H se-Indonesia,” kata Ibda, Selasa (3/2/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Kerja Nasional LP3H yang digelar di Hotel Mercure Pantai Indah Ancol, Jakarta, pada Juli 2025.

“Alhamdulillah, di awal 2026 ini, selain Program Studi PGMI yang meraih akreditasi Unggul, Halal Center INISNU kembali memperoleh dua penghargaan nasional,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Halal Center INISNU Temanggung semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu institusi pendamping halal yang berperan aktif dalam mendukung visi Indonesia sebagai pusat halal dunia. (*)

Continue Reading

Berita

Gerakkan Warga Sehat, KKN UPGRIS 08 Kalirejo Gelar Senam Bersama Ibu PKK

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 08 menggelar kegiatan senam bersama ibu-ibu PKK sebagai upaya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur.

Kegiatan senam bersama ini dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026, mulai pukul 06.30 WIB, bertempat di depan rumah Ketua RW 03 Kelurahan Kalirejo. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa KKN UPGRIS 08 dan ibu-ibu PKK dengan antusias sejak pagi hari.

Senam yang dilaksanakan meliputi senam lansia dan senam aerobik, sehingga dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia. Pemilihan jenis senam ini bertujuan agar seluruh peserta dapat menyesuaikan gerakan dengan kemampuan fisik masing-masing.

Kegiatan senam bersama dipandu oleh mahasiswa KKN UPGRIS 08 dan berlangsung dalam suasana santai, ceria, serta penuh kebersamaan. Selain berolahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana interaksi dan mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan warga setempat.

Pelaksanaan program senam ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik secara rutin guna menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Kegiatan ini juga sejalan dengan program PKK dalam mendukung gaya hidup sehat di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan senam bersama ini, mahasiswa KKN UPGRIS 08 berharap dapat menumbuhkan semangat hidup sehat di kalangan warga Kelurahan Kalirejo serta mendorong kegiatan positif yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

 

Editor : Azis

Continue Reading

Trending