Berita
Kelas Kreasi Gelang Monte: Mengasah Kreativitas Anak-Anak Melalui KKN
Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan kelas kreasi gelang monte sebagai salah satu program edukatif bagi anak-anak di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Kamis 20 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas, melatih motorik halus, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian anak-anak dalam berkarya.
Kegiatan yang berlangsung di rumah Ibu Ana, RT 03, ini diikuti oleh anak-anak berusia 3-11 tahun. Dalam kelas ini, peserta diberikan bahan berupa monte (manik-manik), tali elastis, serta berbagai aksesoris tambahan untuk merangkai gelang sesuai dengan kreativitas mereka.
Kegiatan ini dimulai dengan pengenalan bahan dan alat, di mana anak-anak diberikan penjelasan mengenai berbagai jenis monte, warna, dan cara mengkombinasikannya. Setelah itu, mahasiswa KKN memberikan demonstrasi cara merangkai gelang dengan pola yang menarik. Selanjutnya, anak-anak diberi kesempatan untuk berkreasi sendiri sesuai dengan ide mereka masing-masing. Sebagai penutup, diadakan sesi presentasi karya, di mana setiap anak menunjukkan hasil kreasinya dan berbagi cerita mengenai inspirasi desain mereka.

Menurut mahasiswa KKN, kelas kreasi gelang monte ini memberikan banyak manfaat bagi anak-anak. Selain dapat mengembangkan kreativitas melalui eksplorasi kombinasi warna dan bentuk, kegiatan ini juga melatih keterampilan motorik halus mereka dalam proses merangkai manik-manik. Selain itu, dengan menampilkan hasil karya mereka di depan teman-teman, anak-anak menjadi lebih percaya diri. Kegiatan ini juga menanamkan jiwa wirausaha dengan memberikan wawasan bahwa kreasi gelang monte dapat dijadikan peluang usaha kecil.
Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta yang sangat menikmati proses pembuatan gelang. Selain memberikan hiburan edukatif, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih keterampilan anak-anak dalam berkarya. Mahasiswa KKN berharap program seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendorong kreativitas generasi muda dan menanamkan nilai-nilai positif dalam berkarya. (*)
Berita
KKN UPGRIS Hadirkan Tanaman Toga di Desa Langensari
Kab. Semarang, Katakampus.com – Kesehatan keluarga merupakan aset paling berharga yang berawal dari lingkungan rumah tangga yang asri dan produktif. Memahami betapa vitalnya peran kemandirian kesehatan di tingkat keluarga, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 4 menginisiasi sebuah gerakan penghijauan yang bermanfaat. Bertempat di Desa Langensari, Kelurahan Langensari Timur, Kecamatan Ungaran Barat, para mahasiswa menggelar program kerja unggulan berupa penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Februari 2026 ini, menggandeng mitra strategis di masyarakat, yakni kelompok Ibu-ibu Dasa Wisma (DAWIS).
Pelaksanaan kegiatan di akhir pekan tersebut berlangsung dengan penuh semangat kekeluargaan. Program ini lahir dari observasi mahasiswa mengenai potensi lahan pekarangan warga yang belum dimanfaatkan secara optimal, serta kebutuhan akan alternatif pengobatan yang alami dan minim efek samping. Di tengah gempuran produk obat-obatan kimia, KKN UPGRIS berupaya mengembalikan kearifan lokal melalui konsep “Apotek Hidup”. Berbagai jenis bibit tanaman herbal seperti jahe merah, kunyit, lengkuas, serai, hingga lidah buaya disiapkan untuk ditanam bersama-sama di area yang telah ditentukan maupun di dalam polybag agar lebih fleksibel ditempatkan di pekarangan rumah yang terbatas.
Agenda hari itu tidak hanya sekadar menanam, namun juga diisi dengan sesi edukasi interaktif. Mahasiswa memberikan pemaparan mengenai khasiat spesifik dari setiap tanaman yang dibawa. Misalnya, bagaimana pengolahan jahe untuk meningkatkan imunitas tubuh, atau pemanfaatan kunyit sebagai antiseptik alami. Antusiasme terlihat jelas dari wajah Ibu-ibu DAWIS yang hadir; mereka aktif bertanya mengenai cara perawatan hingga metode pengolahan pasca panen yang tepat agar khasiat obat tidak hilang saat dikonsumsi. Kolaborasi antara semangat mahasiswa dan ketelatenan ibu-ibu desa menciptakan suasana gotong royong yang kental.

Dalam pelaksanaannya, program ini memiliki visi jangka panjang yang strategis. Arjun, selaku Koordinator Mahasiswa KKN Kelompok 4, menekankan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal untuk menciptakan ketahanan kesehatan dan ekonomi keluarga.
“Kami tidak ingin program ini berhenti saat bibit tertanam di tanah. Harapan terbesar kami adalah setiap rumah di Langensari memiliki ‘dokter alami’ di halaman mereka sendiri. Ketika warga sakit ringan, solusinya ada di depan pintu, tidak perlu langsung lari ke obat kimia. Lebih jauh lagi, jika ini dikelola dengan serius, hasil panen TOGA bisa menjadi produk olahan jamu atau bumbu instan yang bernilai ekonomis bagi kas DAWIS,” ungkap Dimas di sela-sela kegiatan penanaman.
Pernyataan tersebut selaras dengan tujuan ganda dari program ini. Di satu sisi, aspek kesehatan terpenuhi melalui ketersediaan obat herbal yang mudah dijangkau. Di sisi lain, aspek pemberdayaan ekonomi mulai berdenyut. Jika tanaman-tanaman ini tumbuh subur, Ibu-ibu DAWIS memiliki potensi untuk memproduksi olahan herbal yang dapat dipasarkan, setidaknya untuk lingkup desa sendiri, yang pada akhirnya dapat menambah pendapatan keluarga atau kas organisasi.
Melalui kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut, sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa terjalin nyata. Program penanaman TOGA ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran kolektif bahwa menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan cara yang murah, mudah, dan menyenangkan. Mahasiswa KKN UPGRIS berharap, jejak hijau yang mereka tinggalkan di Langensari tidak hanya menyejukkan mata, tetapi juga menyehatkan raga dan memberdayakan ekonomi warga di masa depan.
Editor : Azis
Berita
Edukasi Hidup Sehat, Mahasiswa KKN UNDIP Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Styrofoam dan Minyak Goreng Berulang
Klaten, Katakampus.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar sosialisasi mengenai keamanan pangan dan penggunaan wadah makanan. Fokus utama dalam kampanye kesehatan ini (26/1/2026) adalah himbauan keras untuk menghindari penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan panas serta bahaya penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang.
Ancaman Zat Kimia pada Wadah Makanan

Penggunaan styrofoam yang praktis dan murah seringkali menjadi pilihan utama dalam pembungkusan makanan. Namun, Asfan Safaro Abror, mahasiswa KKN UNDIP menyoroti risiko kesehatan serius di baliknya. Berdasarkan materi edukasi yang disebarkan, styrofoam memiliki potensi melepaskan zat styrene ketika bersentuhan dengan makanan yang panas.
Paparan zat kimia ini tidak bisa dianggap remeh. Dalam jangka pendek, zat tersebut dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf manusia. Gejala yang mungkin timbul meliputi rasa pusing, kelelahan yang tidak wajar, hingga sulit berkonsentrasi.
Risiko Jangka Panjang
Selain dampak langsung, tim KKN UNDIP juga menekankan risiko jangka panjang yang lebih fatal. Paparan terus-menerus terhadap zat yang terkandung dalam styrofoam dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kanker. Edukasi ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat untuk beralih ke wadah makanan yang lebih aman dan ramah lingkungan (food grade).
Pentingnya Kualitas Minyak Goreng
Selain masalah kemasan, sosialisasi ini juga menyoroti kebiasaan rumah tangga dalam menggunakan minyak goreng. Mahasiswa menghimbau warga untuk tidak menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang. Penggunaan minyak yang sudah jenuh (jelantah) dapat menjadi sumber radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.
Melalui penyebaran informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih selektif dalam memilih kemasan makanan dan lebih bijak dalam proses pengolahan pangan demi menjaga kesehatan keluarga jangka panjang
Penulis: Asfan Safaro Abror (Fakultas Sains dan Matematika)
DPL : Ichlasul Ayyub, M.Si
Lokasi : Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten
Editor : Azis
Berita
Halal Center INISNU Temanggung Raih Dua Penghargaan Nasional di Rakornas BPJPH 2026
Jatengx.com, Jakarta – Halal Center Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menorehkan prestasi nasional dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam Rapat Koordinasi Nasional Pendamping Proses Produk Halal (Rakornas LP3H) yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran, 2–4 Februari 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada dua pendamping Proses Produk Halal (P3H) terbaik asal Halal Center INISNU Temanggung. Flori Indah Safitri meraih penghargaan sebagai P3H Terbaik ke-2 Nasional 2025, sedangkan Yosi Nurdiana meraih P3H Terbaik ke-6 Nasional 2025. Kedua penghargaan tersebut diterima oleh Ketua Halal Center INISNU Temanggung, Abdul Wahab Fahrub, yang hadir mewakili lembaga.
Abdul Wahab Fahrub mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti konkret kontribusi Halal Center INISNU Temanggung dalam mendukung percepatan program Jaminan Produk Halal nasional, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan sertifikasi halal serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi keberlanjutan ekosistem halal nasional,” ujar Abdul Wahab.
Rakornas LP3H tersebut dibuka langsung oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran strategis P3H di tengah meningkatnya kebutuhan sertifikasi halal, baik nasional maupun global.
Beberapa kebijakan strategis nasional turut disampaikan, antara lain rencana pemberian gelar non-akademik bagi P3H sebagai bentuk pengakuan profesionalisme, kesiapan menghadapi kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026, serta kontribusi sektor halal yang telah mencapai sekitar 26 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Selain aspek regulasi dan ekonomi, Haikal Hasan juga menekankan pentingnya penguatan spiritual bagi para pendamping halal.
Sementara itu, Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengapresiasi capaian Halal Center INISNU Temanggung yang dinilainya sebagai bukti nyata kiprah institusi di tingkat nasional.
Ia mengungkapkan, pada 2024 Halal Center INISNU Temanggung masuk dalam jajaran 20 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) terbaik di Indonesia dan mendapatkan undangan untuk menghadiri Konferensi Internasional Halal 20 (H-20) yang berlangsung di BSD City, Tangerang.
“Pada 2025, Halal Center INISNU juga meraih peringkat pertama nasional dalam kategori LP3H dengan pengembalian pengajuan sertifikasi halal kuota gratis (SEHATI) paling sedikit dari total 314 LP3H se-Indonesia,” kata Ibda, Selasa (3/2/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Kerja Nasional LP3H yang digelar di Hotel Mercure Pantai Indah Ancol, Jakarta, pada Juli 2025.
“Alhamdulillah, di awal 2026 ini, selain Program Studi PGMI yang meraih akreditasi Unggul, Halal Center INISNU kembali memperoleh dua penghargaan nasional,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, Halal Center INISNU Temanggung semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu institusi pendamping halal yang berperan aktif dalam mendukung visi Indonesia sebagai pusat halal dunia. (*)
-
Berita12 bulan yang laluPendampingan Strategis Pendaftaran Tanah di Desa Blimbing: Upaya Masyarakat Menuju Kepastian Hukum Pertanahan
-
Berita12 bulan yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Gencarkan Urban Farming di Mijen: Tanam Cabai untuk Ketahanan Pangan
-
Berita6 bulan yang laluMAHESA UPGRIS 2025 Mengajak Masyarakat Sidoharjo Olah Kacang Hijau Menjadi LUK CHUP
-
Berita7 bulan yang laluPraktik Baik TeFa dan Kemitraan: SMK Ma’arif Kudus Jadi Model Pembelajaran Berbasis Industri
-
Berita12 bulan yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Perindah Lingkungan dengan Penataan Tanaman TOGA
-
Berita12 bulan yang laluEkstrakurikuler Muhadhoroh SMP IT Al-Anis Sukoharjo Perkuat Kompetensi Siswa
-
Berita12 bulan yang laluMahasiswa KKN UPGRIS Kenalkan Asinan Rambutan sebagai Inovasi Kuliner di Kelurahan Bubakan
-
Berita12 bulan yang laluKKN Upgris Kelompok 20 Gelar Pelatihan Coding untuk Kembangkan Critical Thinking Siswa SD di Semarang
