Connect with us

Pendidikan

Jejak Ilmu di Kampus Tercinta

Published

on

Di pagi sunyi, mentari menyapa,
Langkah-langkah kecil menuju cita,
Di kampus ini, mimpi dirajut,
Setiap sudut penuh ilmu yang terpaut.

Ruang kelas tempat cerita dimulai,
Diskusi hangat, pemikiran berserai,
Buku-buku bersuara dalam diam,
Membimbing jiwa menuju ke puncak alam.

Dosen mengajar dengan hati terbuka,
Ilmu mengalir bak sungai yang tak henti jua,
Kawan seperjuangan, tawa dan air mata,
Bersama kita tempuh perjalanan yang bermakna.

Di bawah pohon rindang, kami berbincang,
Tentang dunia, masa depan yang menantang,
Mimpi-mimpi digambar dengan pena,
Kampus ini menjadi saksi setiap asa.

Bukan hanya soal angka atau teori,
Tapi juga makna hidup yang abadi,
Kampus mengajar lebih dari kata,
Tentang tanggung jawab dan cita bersama.

Kelak saat waktu memanggil pergi,
Kenangan ini takkan pernah mati,
Kampus tercinta, tempat kami bertumbuh,
Dalam ilmu dan kasih, kami takkan rapuh.

Penulis: Penyapu Kampus

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Di Tengah Tuntutan Global, LP Ma’arif NU Jateng Merapikan Arah Pendidikan

Published

on

By

Katakampus.com, Semarang – Perubahan lanskap pendidikan—mulai dari tuntutan sekolah inklusif hingga kebutuhan penguasaan Bahasa Inggris—mendorong Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah merapikan kembali arah kebijakannya. Selama dua hari, Rabu–Kamis, 14–15 Januari 2026, Ma’arif Jateng menggelar forum terpadu yang menggabungkan Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Berbasis Cinta (PM KBC) An-Nahdliyyah, pendampingan Bahasa Inggris berstandar internasional Pearson, serta finalisasi modul pendidikan inklusi di Hotel Muria, Semarang.

Forum ini menjadi ruang konsolidasi antara nilai ideologis dan tuntutan teknis pendidikan. Wakil Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Dr. Hidayatun, M.Pd., menyebutkan bahwa Ma’arif tidak bisa lagi berjalan dengan pendekatan parsial dalam menghadapi perubahan sistem pendidikan.

“Inklusi hari ini bukan wacana, tetapi keharusan. Karena itu modulnya harus selesai dan diterapkan secara seragam. Pada saat yang sama, kemampuan Bahasa Inggris guru juga perlu dinaikkan agar lulusan Ma’arif tidak terpinggirkan,” ujar Hidayatun.

Menurut dia, penguatan Bahasa Inggris menjadi kebutuhan struktural seiring meningkatnya penggunaan Bahasa Inggris di pendidikan menengah dan berbagai skema beasiswa. Melalui pendampingan Pearson, Ma’arif menargetkan peningkatan kompetensi guru secara terukur.

Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah, Dr. Ghufron Hamzah, S.Th.I., M.S.I., menempatkan kurikulum berbasis cinta sebagai pembeda utama pendidikan Ma’arif. Ia menegaskan bahwa orientasi global tidak boleh mencabut akar nilai yang menjadi identitas Nahdlatul Ulama.

“KH Hasyim Asy’ari sudah meletakkan dasar pendidikan berbasis cinta dalam Qanun Asasi. Itu yang menjaga pendidikan kita tetap manusiawi di tengah arus globalisasi,” kata Ghufron.

Ia menyebutkan bahwa kewajiban penguatan Bahasa Inggris di sekolah-sekolah Ma’arif sejatinya telah dipersiapkan sejak lama. Berbagai program peningkatan kapasitas guru, termasuk pelatihan di Pare, menjadi bagian dari strategi tersebut.

Ghufron menilai pendekatan berbasis cinta mampu menggeser pola pikir lama yang kerap memandang perubahan sebagai ancaman. “Cinta itu mengubah resistensi menjadi kesediaan untuk belajar,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 44 guru dan pengelola satuan pendidikan Ma’arif dari berbagai daerah di Jawa Tengah. LP Ma’arif NU Jateng berharap forum tersebut menjadi titik tolak penerapan pendidikan yang inklusif, berdaya saing, sekaligus berakar pada nilai ke-NU-an.

Continue Reading

Berita

Program NES Batch 3 Rampung, Bangun Jejaring Pendidik NU Berdaya Saing

Published

on

By

Katakampus.com, Semarang-  Penutupan Nasima Education Scholarship (NES) Batch 3 di Ngaropi Coffee & Laughter, Sabtu (27/12/2025), menandai berakhirnya program pengembangan kapasitas pendidik NU yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga penguatan jejaring antarguru Ma’arif dan pesantren NU di Jawa Tengah.

Selama 42 hari pelaksanaan, NES Batch 3 menjadi ruang belajar bersama bagi para peserta dari beragam latar belakang lembaga pendidikan. Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi PWNU Jawa Tengah, Nasima, LP Ma’arif NU, RMI NU, dan Access English School, dengan pendekatan pelatihan intensif dan berkelanjutan.

Materi yang diberikan meliputi bahasa Inggris, public speaking, kepemimpinan, serta penguatan wawasan Aswaja. Rangkaian tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta dalam berkomunikasi dan berkolaborasi di tingkat regional maupun global.

Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, dalam penutupan program menekankan pentingnya kesinambungan jejaring yang telah terbentuk selama program berlangsung. Menurutnya, relasi antarpeserta merupakan modal sosial yang berharga untuk saling berbagi praktik baik dan inovasi pembelajaran di masing-masing lembaga.

Ia berharap, jejaring alumni NES Batch 3 dapat terus aktif dan berkontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Ma’arif dan pesantren NU. Dengan dukungan kompetensi dan jaringan yang kuat, para pendidik NU diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Continue Reading

Berita

Vicky Prasetyo dan Wakil DPRD Jateng Sapa Peserta Kemah Ma’arif NU

Published

on

By

jatengx.com, Semarang – Dialog kebangsaan menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah. Melalui forum temu tokoh, peserta kemah mendapat kesempatan berdialog langsung dengan Wakil DPRD Jawa Tengah Mohamad Soleh, ST, M.En, Syarif Abdullah, serta artis ibu kota Vicky Prasetyo.

Kegiatan temu tokoh tersebut digelar di Bumi Perkemahan Candrabirawa, Ungaran, Kabupaten Semarang, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Suasana dialog berlangsung cair, dengan peserta aktif menyimak dan merespons paparan para narasumber.

Dalam forum itu, para tokoh berbagi pengalaman mengenai kepemimpinan, peran pemuda dalam kehidupan berbangsa, serta pentingnya kontribusi nyata generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia. Dialog dikemas dengan bahasa ringan agar mudah dipahami peserta.

Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, menilai agenda temu tokoh memiliki posisi strategis dalam kemah tersebut. Menurutnya, peserta perlu mendapatkan inspirasi langsung dari figur publik dan tokoh masyarakat. “Dialog seperti ini penting untuk memperluas wawasan kebangsaan dan menumbuhkan keberanian berkontribusi,” ujarnya.

Selain membahas isu kebangsaan, para narasumber juga mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap persoalan lingkungan dan sosial. Pesan-pesan tersebut disampaikan secara komunikatif, disertai contoh konkret dari pengalaman masing-masing tokoh.

Vicky Prasetyo, dalam kesempatan itu, menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah perbedaan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak apatis terhadap persoalan bangsa dan berani mengambil peran positif di lingkungan sekitarnya.

Dialog kebangsaan ini menjadi salah satu ruang refleksi bagi peserta kemah. Selain memperkuat pemahaman tentang nilai persatuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sosial dan kepemimpinan sejak dini.

Melalui agenda temu tokoh, Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah diharapkan melahirkan generasi muda yang kritis, peduli, dan siap menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat.

Continue Reading

Trending