Berita
Sebelum Pilih Kampus, Ratusan Murid MA. Madarijul Huda Diajak Kenali Bakat dan Minat
Pati, Katakampus.com – Himpunan Mahasiswa Alumni MA. Madarijul Huda (HIMAMADA) menggelar Expo Campus HIMAMADA 2025 di komplek MA. Madarijul Huda Kembang, Dukuhseti, Pati pada Sabtu (25/1/2025). Kegiatan diawali dengan pembukaan, dialog, dan Expo Campus yang menghadirkan 24 kampus di Indonesia. Dalam pembukaan, selain Kepala Yayasan Pengembangan Madarijul Huda KH. Fuad Abdillah, SE., hadir jajaran dewan guru dan pengurus HIMAMADA.
Kepala MA. Madarijul Huda Kembang, Abdul Wahid, S.Ag., mengapresiasi kegiatan tersebut karena sangat penuh antusias. “Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyelenggarakan Expo Campus perdana, di lingkungan Yayasan Pengembangan Madarijul Huda dengan lancar dan penuh antusiasme. Acara ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki ilmu agama, tetapi juga wawasan global dan kesiapan menghadapi masa depan,” katanya.
Kehadiran 24 kampus yang turut berpartisipasi, lanjutnya, memberikan peluang besar bagi siswa MA Madarijul Huda dan SMK Manba’ul Huda untuk mengenal lebih dalam tentang dunia perkuliahan dan karier. Semoga kegiatan ini menjadi pintu bagi mereka untuk menggali potensi dan cita-cita mereka. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, terutama panitia dan tim guru. Mari kita terus berkontribusi membangun masa depan anakanak kita,” lanjutnya.
Ketua Panitia Expo Campus 2025, Ardian Firda, mengatakan syukur karena kegiatan perdana tersebut bisa berjalan lancar. “Puji syukur kehadirat Allah SWT, acara Expo Campus 2025, yang pertama kali digelar di Yayasan Pengembangan Madarijul Huda ini dapat terlaksana dengan baik. Kami dari panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari kepala sekolah, guru-guru, serta para peserta didik yang begitu antusias,” katanya.
Kehadiran 24 stand kampus yang memberikan informasi detail, kata dia, sangat membantu para siswa untuk lebih mengenal dunia pendidikan tinggi. “Mulai dari opening parade kampus dengan marching band, dialog interaktif, hingga penutupan dengan stand expo dan iringan akustik, kami berharap seluruh rangkaian acara ini memberikan manfaat besar. Semoga Expo Campus ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin sukses di masa depan,” harap dia.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Interaktif bertajuk Melepas Masa Putih Abu dengan Gemilang: Kenali Diri untuk Menggapai Program Studi Impian” itu dihadiri ratusan pelajar kelas X, XI, XII MA. Madarijul Huda dan pelajar SMK Mambaul Huda dengan narasumber Wakil Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda. Sebagai narasumber Dialog Interaktif, Ibda menyampaikan materi bertajuk “Strategi Kuliah Bermodal Nekat dan Bismillah”.
“Kebanyakan orang kuliah, pelajar yang lanjut kuliah itu beragam orientasi dan tujuan. Ada yang mencari ilmu, menghilangkan kebodohan, ada yang bertujuan investasi masa depan, mendapatkan gelar akademik, ijazah dan transkip, peningkatan kualitas SDM, dipaksa orang tua/kakak/keluarga, menghindari pekerjaan atau tanggungjawab rumah, atau ingin agar nasibnya tak seperti orang tua,” kata Ibda.
Empat Tujuan Inti Kuliah
Dijelaskan Ibda, bahwa tujuan-tujuan itu bisa saja. Namun menurut dia, terdapat empat tujuan utama orang kuliah. Pertama, rida Allah Swt. “Mencari rida Allah Swt sebagai poros utama bahwa kuliah adalah bagian dari ibadah,” kata reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus tersebut.
Kedua, kebahagiaan orang tua. Kebahagiaan kedua orang tua tidak bisa dibeli dengan apapun, termasuk gelar, kerjaan, dan jabatanmu. Maka tujuan kuliah itu hakikatnya alat membahagiakan kedua orang tua
Ketiga, alat untuk berbuat baik lebih banyak lagi. “Kuliah harusnya menjadi alat, wahana, atau media untuk beramal saleh lebih banyak lagi lewat kegiatan apa saja, di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja,” tegas dia.
Keempat, sarana hidup. “Tujuan kuliah harus realistis, tapi itu bukan tujuan utama, melainkan alat saja. Sebab, kuliah hanya bagian dari aktivitas hidup yang posisinya wasilah bukan gayah,” kata dia.
Strategi Mengenali Minat dan Bakat Diri Sendiri
Dalam kesempatan itu, Ibda mengajak semua peserta untuk mengenali bakat dan minat dengan konsep John Lewis Holland (1919–2008) yaitu RIASEC. Pertama, Realistic (R). Orang yang memiliki preferensi pada aktivitas fisik dan praktis, sering kali melibatkan pekerjaan dengan tangan atau mesin. Contoh karier: mekanik, insinyur, petani.
Kedua, Investigative (I). Individu yang tertarik pada eksplorasi intelektual, analisis, dan penelitian. Contoh karier: ilmuwan, dokter, analis data. Ketiga, Artistic (A). Orang dengan preferensi pada ekspresi kreatif dan orisinalitas, serta cenderung menghindari struktur atau rutinitas. Contoh karier: seniman, penulis, desainer grafis.
Keempat, Social (S). Individu yang senang membantu, mengajar, atau bekerja dengan orang lain secara langsung. Contoh karier: guru, pekerja sosial, konselor. Kelima, Enterprising (E). Orang yang tertarik pada kepemimpinan, persuasi, dan kegiatan kewirausahaan. Contoh karier: pengusaha, manajer, pengacara. Keenam, Conventional (C). Individu yang menyukai pekerjaan yang terstruktur, terorganisasi, dan berorientasi pada detail. Contoh karier: akuntan, administrator, petugas arsip.
Pihaknya juga membeberkan teori kecerdasan ganda (Multiple Intelligences) perspektif Howard Gardner (1993). Pertama, Kecerdasan Linguistik (Verbal-Linguistic Intelligence). “Kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik lisan maupun tulisan. Orang dengan kecerdasan ini unggul dalam berbicara, menulis, membaca, dan berargumentasi. Contoh profesi: penulis, jurnalis, pengacara, pembicara publik,” kata Ibda.
Kedua, Kecerdasan Logis-Matematis (Logical-Mathematical Intelligence). Kemampuan untuk berpikir logis, memecahkan masalah matematis, dan memahami pola atau hubungan abstrak. Ini sering diasosiasikan dengan kemampuan analitis. Contoh profesi: ilmuwan, insinyur, programmer, ekonom.
Ketiga, Kecerdasan Visual-Spasial (Visual-Spatial Intelligence). Kemampuan untuk memahami, membayangkan, dan memanipulasi ruang serta gambar secara mental. Contoh profesi: arsitek, desainer grafis, pilot, fotografer.
Keempat, Kecerdasan Kinestetik-Jasmani (Bodily-Kinesthetic Intelligence). Kemampuan untuk menggunakan tubuh secara terampil dalam kegiatan fisik atau gerakan, seperti olahraga, seni tari, atau keterampilan tangan. Contoh profesi: atlet, penari, aktor, ahli bedah.
Kelima, Kecerdasan Musikal (Musical Intelligence) Kemampuan untuk memahami, menghargai, dan menciptakan pola nada, ritme, dan suara. Contoh profesi: musisi, komposer, produser musik.
Keenam, Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence). Kemampuan untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif, termasuk kemampuan membaca emosi, motivasi, dan tujuan orang lain. Contoh profesi: guru, konselor, pemimpin, psikolog.
Ketujuh, Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence). Kemampuan untuk memahami diri sendiri, termasuk emosi, nilai, dan tujuan pribadi. Kecerdasan ini terkait dengan introspeksi dan kesadaran diri. Contoh profesi: filsuf, penulis, konselor, pemuka agama.
Kedelapan, Kecerdasan Naturalis (Naturalist Intelligence). Kemampuan untuk mengenali, memahami, dan berinteraksi dengan alam, seperti tumbuhan, hewan, dan fenomena alam lainnya. Contoh profesi: ahli biologi, petani, konservasionis, pendaki.
“Konsep-konsep ini, silakan dipilih sesuai bakat dan minat Anda, lalu jadikan dasar untuk menentukan Prodi, Jurusan, atau Departemen sesuai kampus tujuan,” tegas Ibda.
Selain konsep barat itu, kata Ibda, ingat, belajar tidak hanya mengembangkan bakat dan minat, namun juga pelajari syarat mencari ilmu yang sudah diajarkan oleh bapak-ibu guru. Setidaknya, terapkan pesan Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim, bahwa syarat mencari ilmu harus cerdas, bersungguh-sungguh, sabar, biaya, bimbingan guru dan waktu lama.
Strategi Memilih Prodi, Jurusan, Atau Departemen
Ibda yang juga alumni MA. Madarijul Huda tahun 2007-2008 tersebut membeberkan strategi memilih Prodi, Jurusan, atau Departemen untuk kuliah sesuai minat, bakat, dan impian terdapat sejumlah aspek. Pertama, sesuaikan bakat dan minat. Pilih prodi yang sesuai dengan apa yang Anda sukai atau aktivitas yang membuat Anda merasa hidup saat melakukannya. “Identifikasi kemampuan unik Anda. Prodi yang mendukung pengembangan bakat akan lebih memotivasi dan membangun kesuksesan,” kata Ibda.
Kedua, passion. Temukan bidang yang Anda cintai dan sanggup Anda kerjakan meski penuh tantangan. Passion akan menjadi bahan bakar utama Anda.
Ketiga, tujuan dan peluang. Hubungkan pilihan prodi dengan visi masa depan dan karier yang ingin Anda capai. Jadikan pendidikan sebagai langkah strategis untuk mencapainya. “Pelajari prospek kerja dari prodi tersebut. Apakah bidang tersebut memiliki peluang yang besar di masa depan?” kata Ibda yang juga Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah tersebut.
Keempat, pengalaman dan saran-rekomendasi. Eksplorasi singkat lewat ikut kursus, les/proyek di prodi dipilih. Pengalaman langsung memperjelas pilihan. Konsultasikan dengan dosen, mahasiswa senior, keluarga, guru, kiai, atau konselor pendidikan. Masukan dari mereka dapat memberi perspektif baru untuk keputusan Anda.
Kelima, biaya dan beasiswa. Pertimbangkan biaya UKT, biaya hidup, buku, ujian, PPL, KKN, KKL, PKL, Magang, wisuda dan pertimbangkan dan ikuti seleksi beasiswa yang ada.
Keenam, peluang kerja. Cari informasi tren pekerjaan di dunia digital (selain CPNS, swasta, wirausaha). Tentukan Prodi yang paling banyak diterima CPNS: Pendidikan, Kesehatan, Hukum, Sosial, Politik, Pemerintahan, STEM. “Contoh dunia kerja baru: yaituData Scientist, Machine Learning Engineer, AI Ethicist, Natural Language Processing Specialist, IoT Engineer, Embedded Systems Developer, IoT Data Analyst, Youtuber, Influencer, Digital Marketing Specialist, Social Media Manager, Content Creator, Influencer Strategist,” ujar Ibda.
Ibda membeberkan, bahwa berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), terdapat sepuluh Prodi yang alumninya terbanyak diterima CPNS tahun 2024, yaitu Prodi Desain Grafis, Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Bisnis Digital, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Pendidikan, dan Ilmu Pemerintahan. “Sepuluh Prodi ini bisa jadi pijakan, tapi juga tidak serratus persen karena lima tahun ke depan pasti berbeda dan berubah,” tegas doktor pendidikan dasar UNY tersebut.
Ibda secara teknis juga menyampaikan informasi Seleksi Nasional PMB (SNPMB) yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), Seleksi Mandiri (SM). Selain itu, ayah dari Sastra Nadira Iswara tersebut menginformasikan informasi PMB di PTKIN meliputi SNBP, Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), Jalur Mandiri Prestasi (Cek Website PMB masing-masing PTKIN), Jalur Kerjasama dan Internasional (Cek Website PMB masing-masing PTKIN).
“Jika di kampus PTS dan PTKIS, maka PMB itu selalu dibuka biasanya, dan jalurnya sangat variatif. Sebut saja di kampus saya, INISNU Temanggung, jalur PMB secara umum lebih variatif seperti SM, Reguler, Nonregelur, Prestasi Akademik, Non-Akademik, Jalur Influencer, Jalur Kaderisasi, Rekomendasi, dan lainnya,” jelas Ibda.
Contoh Sepuluh Alumni Sukses
Dalam kesempatan itu, Ibda menyebutkan setidaknya sepuluh alumni MA. Madarijul Huda yang bisa dijadikan contoh dan inspirasi dalam menatap masa depan. Pertama, Kunarto Marzuki, M.M., Kepala Seksi Intelijen Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng.
Kedua, Dr. Ali Muhtarom, M.S.I. Wakil Dekan III FTK UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Ketiga, Dr. Inayatul Ulya, M.S.I., dosen dan Pusat Kajian Strategis IPMAFA Pati. Keempat, Dr. Nur Moklis, S.H.I., S.Pd., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Agama Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah. Kelima, Fauzun Nihayah, S.H.I, M.H., Wakil Bupati Merauke 2024-2029.
Keenam, Dr. Ahmad Muthoif, S.E, M.H, M.MTr., Direktur PT. Toto Translogistik. Ketujuh, Dr. Muhammad Junaidi, S.H.I, M.H., Wakil Rektor III USM (2021-2025). Kedelapan, Ahmad Fitri, S.H.I., M.Si., Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Gorontalo, Sulawesi Utara. Kesembilan, Dr. Ahmad Rifa’I, S.H.I, M.H., Kades Dukuhseti, Wakil Rektor II Universitas Safin Pati (USP). Kesepuluh, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., Wakil Rektor INISNU, Ketua Dewan Pengawas LPPL Temanggung TV (2020-2023, 2024-2029). (*)
Berita
Dorong Transformasi Transaksi Digital, KKN UPGRIS Kelompok 20 Gelar Literasi Digital Pembuatan QRIS dan Akun M-Banking bagi UMKM Desa Nyatnyono
Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang yang tergabung dalam Kelompok 20 melaksanakan program literasi digital dan pendampingan pembuatan QRIS serta akun mobile banking (m-banking) bagi pelaku UMKM lokal di Desa Nyatnyono. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung transformasi digital dan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat desa agar lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Perkembangan sistem pembayaran non-tunai yang semakin pesat mendorong pelaku usaha untuk mulai beralih ke sistem digital. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 20 memberikan edukasi tentang pentingnya memahami teknologi keuangan digital, termasuk penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan layanan m-banking sebagai sarana transaksi yang praktis, aman, dan efisien.
Kegiatan diawali dengan materi mengenai literasi digital dasar bagi UMKM. Mahasiswa menjelaskan bahwa digitalisasi usaha tidak hanya sebatas promosi melalui media sosial, tetapi juga mencakup sistem pembayaran, pencatatan transaksi, hingga pengelolaan keuangan yang lebih transparan.
“Peserta diberikan pemahaman bahwa penggunaan teknologi dapat membantu mempercepat transaksi, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta meningkatkan kepercayaan pelanggan,” ungkap Koordinator Kelurahan
Pada sesi pendampingan pembuatan QRIS, mahasiswa membantu pelaku UMKM menyiapkan dokumen yang diperlukan, seperti KTP dan rekening bank aktif. Peserta diarahkan untuk mendaftar melalui penyedia jasa pembayaran resmi, mengikuti proses verifikasi, hingga akhirnya memperoleh kode QRIS yang siap digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan dalam pembuatan akun m-banking bagi pelaku UMKM yang belum memiliki akses layanan perbankan digital. Proses ini dimulai dengan memastikan peserta memiliki rekening aktif, kemudian dilanjutkan dengan mengunduh aplikasi resmi bank yang digunakan. Mahasiswa membimbing langkah demi langkah proses registrasi, mulai dari memasukkan data pribadi, verifikasi nomor telepon, pembuatan PIN, hingga aktivasi akun.
Pendampingan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat memantau mutasi rekening, mengecek saldo, serta melakukan transfer secara mandiri tanpa harus datang ke kantor bank. Dengan adanya akun m-banking, transaksi usaha menjadi lebih praktis dan tercatat secara otomatis, sehingga memudahkan dalam pengelolaan keuangan.
Antusiasme peserta terlihat ketika mereka berhasil mengakses akun m-banking dan memahami cara penggunaannya. Banyak pelaku usaha yang sebelumnya masih mengandalkan transaksi tunai kini mulai menyadari manfaat sistem digital yang lebih efisien dan aman.
Mahasiswa KKN juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi, seperti tidak membagikan PIN atau kode OTP kepada siapa pun. Edukasi ini menjadi bagian penting dari literasi digital agar masyarakat tidak mudah menjadi korban penipuan digital.
Program literasi digital ini diharapkan mampu menjadi titik awal bagi UMKM Desa Nyatnyono untuk berkembang secara lebih profesional. Dengan adanya QRIS dan akun m-banking, pelaku usaha tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Melalui kegiatan ini, KKN UPGRIS Kelompok 20 membuktikan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi. Diharapkan UMKM Desa Nyatnyono semakin siap menghadapi era digital, lebih kompetitif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Editor: Azis
Berita
Tingkatkan Keselamatan Jalan, KKN UPGRIS 08 Tata Ulang Posisi Kaca Cembung
Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 08 melaksanakan kegiatan penataan ulang posisi kaca cembung pada Minggu, 1 Maret 2026, di Jalan Cemara, Kelurahan Kalirejo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan pengguna jalan, khususnya di titik tikungan yang memiliki keterbatasan jarak pandang.
Program ini melibatkan seluruh anggota KKN UPGRIS Kelompok 08 yang bekerja sama dengan warga sekitar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi kaca cembung yang sebelumnya kurang optimal posisinya sehingga tidak memberikan sudut pandang maksimal bagi pengendara. Akibatnya, potensi risiko kecelakaan di tikungan cukup tinggi, terutama saat kendaraan melaju dari dua arah yang berlawanan.
Penataan ulang dilakukan dengan cara mengevaluasi posisi awal kaca cembung, menentukan sudut kemiringan yang tepat, serta memastikan ketinggian dan arah pantulan sesuai dengan kebutuhan pengendara. Mahasiswa juga melakukan pembersihan permukaan kaca agar visibilitas semakin jelas. Proses ini dilakukan secara gotong royong dengan memperhatikan aspek keamanan dan ketepatan pemasangan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan visibilitas di area tikungan sehingga pengendara dapat melihat kondisi jalan dari arah berlawanan sebelum melintas. Dengan sudut pandang yang lebih luas dan jelas, risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi tidak langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan merawat fasilitas keselamatan jalan.
Melalui aksi sederhana namun berdampak besar ini, KKN UPGRIS Kelompok 08 berharap Jalan Cemara di Kelurahan Kalirejo menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Penataan ulang kaca cembung ini membuktikan bahwa kontribusi kecil yang dilakukan secara bersama dapat memberikan manfaat besar bagi keselamatan lingkungan sekitar.
Berita
Satu Logo, Banyak Harapan: KKN UPGRIS 08 Dorong UMKM Opak Gendar Lebih Kompetitif
Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 08 melaksanakan program kerja pemberdayaan UMKM dengan merancang logo untuk UMKM Opak Gendar pada Jumat, 30 Januari 2026, yang berlokasi di RW 4 Kelurahan Kalirejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung penguatan identitas dan daya saing produk lokal.
Program ini melibatkan pelaku UMKM Opak Gendar bersama mahasiswa KKN Kelompok 08. Sasaran kegiatan adalah pemilik usaha yang selama ini telah memproduksi opak gendar secara rumahan, namun belum memiliki identitas visual resmi sebagai bentuk branding produk. Melihat pentingnya kemasan dan logo dalam menarik minat konsumen, mahasiswa berinisiatif memberikan pendampingan desain sebagai solusi.
Kegiatan diawali dengan sesi diskusi untuk menggali filosofi usaha, harapan pemilik, serta karakteristik produk. Selanjutnya, mahasiswa melakukan proses perancangan desain logo yang mencerminkan ciri khas opak gendar sebagai produk tradisional namun tetap relevan dengan pasar modern. Setelah desain selesai, dilakukan presentasi dan revisi bersama hingga tercapai logo yang disepakati.
Tujuan dari program ini adalah membantu UMKM Opak Gendar agar memiliki identitas visual yang kuat, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperluas peluang pemasaran. Dengan adanya logo baru, produk diharapkan tampil lebih profesional dan mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran.
Melalui program pemberdayaan ini, KKN UPGRIS Kelompok 08 berharap UMKM Opak Gendar di RW 4 Kelurahan Kalirejo dapat terus berkembang dan semakin dikenal luas. Satu logo bukan sekadar gambar, melainkan simbol harapan untuk kemajuan usaha dan kesejahteraan pelaku UMKM.
-
Berita1 tahun yang laluPendampingan Strategis Pendaftaran Tanah di Desa Blimbing: Upaya Masyarakat Menuju Kepastian Hukum Pertanahan
-
Berita7 bulan yang laluPraktik Baik TeFa dan Kemitraan: SMK Ma’arif Kudus Jadi Model Pembelajaran Berbasis Industri
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Gencarkan Urban Farming di Mijen: Tanam Cabai untuk Ketahanan Pangan
-
Berita7 bulan yang laluMAHESA UPGRIS 2025 Mengajak Masyarakat Sidoharjo Olah Kacang Hijau Menjadi LUK CHUP
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Perindah Lingkungan dengan Penataan Tanaman TOGA
-
Berita1 tahun yang laluEkstrakurikuler Muhadhoroh SMP IT Al-Anis Sukoharjo Perkuat Kompetensi Siswa
-
Berita1 tahun yang laluKKN Upgris Kelompok 20 Gelar Pelatihan Coding untuk Kembangkan Critical Thinking Siswa SD di Semarang
-
Berita1 tahun yang laluMahasiswa KKN UPGRIS Kenalkan Asinan Rambutan sebagai Inovasi Kuliner di Kelurahan Bubakan

