Connect with us

Berita

Relawan NU Peduli Jateng Menuju Aceh, Misi Kemanusiaan Dimaknai sebagai Ibadah Sosial

Published

on

Katakampus, Semarang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah kembali mengirimkan relawan NU Peduli ke Aceh untuk mengawal proses pemulihan pascabencana. Pelepasan relawan dilakukan secara resmi oleh Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, di Gedung PWNU Jawa Tengah, Semarang, Sabtu (10/1/2026).

Pengiriman relawan dilaksanakan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sebanyak 22 relawan dari berbagai daerah di Jawa Tengah diberangkatkan untuk menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah terdampak bencana di Aceh.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para relawan terlebih dahulu mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan NU Peduli Kemanusiaan. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, sebagai bagian dari penguatan kesiapan relawan, baik secara teknis maupun psikososial.

Dalam sambutannya, KH Ubaidillah Shodaqoh menekankan bahwa kerja kemanusiaan NU Peduli tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, membantu sesama merupakan perwujudan kesalehan sosial yang menyatu dengan dimensi ketuhanan.

Hablum minannas tidak bisa dipisahkan dari hablum minallah. Misi kemanusiaan ini sangat lekat dengan dimensi ketuhanan. Allah menolong mereka melalui panjenengan semua,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa relawan akan berhadapan dengan korban bencana yang berada dalam kondisi psikologis yang tidak stabil. Karena itu, kesabaran dan keikhlasan menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Kadang panjenengan bekerja, sementara mereka hanya diam. Di situlah ujian keikhlasan panjenengan sebagai relawan,” kata Ubaidillah.

Menurutnya, kerja relawan yang terlibat dalam perbaikan musala, masjid, madrasah, dan fasilitas keagamaan lainnya memiliki nilai sedekah yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Ini bukan sedekah biasa, tetapi sedekah yang berdampak langsung pada kehidupan keagamaan masyarakat,” tegasnya.

Ubaidillah juga mengajak relawan memandang misi kemanusiaan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan dan penguatan ukhuwah Islamiyah. Ia menilai kehadiran NU Peduli secara langsung di lokasi bencana merupakan bentuk nyata solidaritas Nahdlatul Ulama.

“Kita harus hadir secara fisik, hadir membawa identitas, hadir dengan tenaga dan materi. Ini syiar persaudaraan NU Jawa Tengah dengan masyarakat muslim dan warga NU di Aceh,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Ubaidillah mendoakan para relawan agar diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan amanah kemanusiaan.

“Berbahagialah panjenengan semua yang diberi kehormatan menjadi tangan-tangan Allah untuk menolong saudara-saudara muslim kita di Aceh,” katanya.

Aksi kemanusiaan NU Peduli Jawa Tengah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan NU dalam mengawal pemulihan pascabencana di Aceh melalui bantuan fisik, pendampingan sosial, serta penguatan sarana keagamaan dan pendidikan.

NU Peduli Jawa Tengah bersama LAZISNU Jawa Tengah juga terus membuka partisipasi publik bagi masyarakat yang ingin turut membantu melalui donasi kemanusiaan. Donasi dapat disalurkan melalui rekening BSI 2000770003 dan BCA 7830777355 atas nama LAZISNU Jawa Tengah.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Dorong Transformasi Transaksi Digital, KKN UPGRIS Kelompok 20 Gelar Literasi Digital Pembuatan QRIS dan Akun M-Banking bagi UMKM Desa Nyatnyono

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang yang tergabung dalam Kelompok 20 melaksanakan program literasi digital dan pendampingan pembuatan QRIS serta akun mobile banking (m-banking) bagi pelaku UMKM lokal di Desa Nyatnyono. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung transformasi digital dan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat desa agar lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Perkembangan sistem pembayaran non-tunai yang semakin pesat mendorong pelaku usaha untuk mulai beralih ke sistem digital. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 20 memberikan edukasi tentang pentingnya memahami teknologi keuangan digital, termasuk penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan layanan m-banking sebagai sarana transaksi yang praktis, aman, dan efisien.

Kegiatan diawali dengan materi mengenai literasi digital dasar bagi UMKM. Mahasiswa menjelaskan bahwa digitalisasi usaha tidak hanya sebatas promosi melalui media sosial, tetapi juga mencakup sistem pembayaran, pencatatan transaksi, hingga pengelolaan keuangan yang lebih transparan.

“Peserta diberikan pemahaman bahwa penggunaan teknologi dapat membantu mempercepat transaksi, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta meningkatkan kepercayaan pelanggan,” ungkap Koordinator Kelurahan

Pada sesi pendampingan pembuatan QRIS, mahasiswa membantu pelaku UMKM menyiapkan dokumen yang diperlukan, seperti KTP dan rekening bank aktif. Peserta diarahkan untuk mendaftar melalui penyedia jasa pembayaran resmi, mengikuti proses verifikasi, hingga akhirnya memperoleh kode QRIS yang siap digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan dalam pembuatan akun m-banking bagi pelaku UMKM yang belum memiliki akses layanan perbankan digital. Proses ini dimulai dengan memastikan peserta memiliki rekening aktif, kemudian dilanjutkan dengan mengunduh aplikasi resmi bank yang digunakan. Mahasiswa membimbing langkah demi langkah proses registrasi, mulai dari memasukkan data pribadi, verifikasi nomor telepon, pembuatan PIN, hingga aktivasi akun.

Pendampingan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat memantau mutasi rekening, mengecek saldo, serta melakukan transfer secara mandiri tanpa harus datang ke kantor bank. Dengan adanya akun m-banking, transaksi usaha menjadi lebih praktis dan tercatat secara otomatis, sehingga memudahkan dalam pengelolaan keuangan.

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka berhasil mengakses akun m-banking dan memahami cara penggunaannya. Banyak pelaku usaha yang sebelumnya masih mengandalkan transaksi tunai kini mulai menyadari manfaat sistem digital yang lebih efisien dan aman.

Mahasiswa KKN juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi, seperti tidak membagikan PIN atau kode OTP kepada siapa pun. Edukasi ini menjadi bagian penting dari literasi digital agar masyarakat tidak mudah menjadi korban penipuan digital.

Program literasi digital ini diharapkan mampu menjadi titik awal bagi UMKM Desa Nyatnyono untuk berkembang secara lebih profesional. Dengan adanya QRIS dan akun m-banking, pelaku usaha tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Melalui kegiatan ini, KKN UPGRIS Kelompok 20 membuktikan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi. Diharapkan UMKM Desa Nyatnyono semakin siap menghadapi era digital, lebih kompetitif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

 

Editor: Azis

Continue Reading

Berita

Tingkatkan Keselamatan Jalan, KKN UPGRIS 08 Tata Ulang Posisi Kaca Cembung

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 08 melaksanakan kegiatan penataan ulang posisi kaca cembung pada Minggu, 1 Maret 2026, di Jalan Cemara, Kelurahan Kalirejo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan pengguna jalan, khususnya di titik tikungan yang memiliki keterbatasan jarak pandang.

Program ini melibatkan seluruh anggota KKN UPGRIS Kelompok 08 yang bekerja sama dengan warga sekitar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi kaca cembung yang sebelumnya kurang optimal posisinya sehingga tidak memberikan sudut pandang maksimal bagi pengendara. Akibatnya, potensi risiko kecelakaan di tikungan cukup tinggi, terutama saat kendaraan melaju dari dua arah yang berlawanan.

Penataan ulang dilakukan dengan cara mengevaluasi posisi awal kaca cembung, menentukan sudut kemiringan yang tepat, serta memastikan ketinggian dan arah pantulan sesuai dengan kebutuhan pengendara. Mahasiswa juga melakukan pembersihan permukaan kaca agar visibilitas semakin jelas. Proses ini dilakukan secara gotong royong dengan memperhatikan aspek keamanan dan ketepatan pemasangan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan visibilitas di area tikungan sehingga pengendara dapat melihat kondisi jalan dari arah berlawanan sebelum melintas. Dengan sudut pandang yang lebih luas dan jelas, risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi tidak langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan merawat fasilitas keselamatan jalan.

Melalui aksi sederhana namun berdampak besar ini, KKN UPGRIS Kelompok 08 berharap Jalan Cemara di Kelurahan Kalirejo menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Penataan ulang kaca cembung ini membuktikan bahwa kontribusi kecil yang dilakukan secara bersama dapat memberikan manfaat besar bagi keselamatan lingkungan sekitar.

Continue Reading

Berita

Satu Logo, Banyak Harapan: KKN UPGRIS 08 Dorong UMKM Opak Gendar Lebih Kompetitif

Published

on

By

Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 08 melaksanakan program kerja pemberdayaan UMKM dengan merancang logo untuk UMKM Opak Gendar pada Jumat, 30 Januari 2026, yang berlokasi di RW 4 Kelurahan Kalirejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung penguatan identitas dan daya saing produk lokal.

Program ini melibatkan pelaku UMKM Opak Gendar bersama mahasiswa KKN Kelompok 08. Sasaran kegiatan adalah pemilik usaha yang selama ini telah memproduksi opak gendar secara rumahan, namun belum memiliki identitas visual resmi sebagai bentuk branding produk. Melihat pentingnya kemasan dan logo dalam menarik minat konsumen, mahasiswa berinisiatif memberikan pendampingan desain sebagai solusi.

Kegiatan diawali dengan sesi diskusi untuk menggali filosofi usaha, harapan pemilik, serta karakteristik produk. Selanjutnya, mahasiswa melakukan proses perancangan desain logo yang mencerminkan ciri khas opak gendar sebagai produk tradisional namun tetap relevan dengan pasar modern. Setelah desain selesai, dilakukan presentasi dan revisi bersama hingga tercapai logo yang disepakati.

Tujuan dari program ini adalah membantu UMKM Opak Gendar agar memiliki identitas visual yang kuat, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperluas peluang pemasaran. Dengan adanya logo baru, produk diharapkan tampil lebih profesional dan mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran.

Melalui program pemberdayaan ini, KKN UPGRIS Kelompok 08 berharap UMKM Opak Gendar di RW 4 Kelurahan Kalirejo dapat terus berkembang dan semakin dikenal luas. Satu logo bukan sekadar gambar, melainkan simbol harapan untuk kemajuan usaha dan kesejahteraan pelaku UMKM.

Continue Reading

Trending