Berita
Madrasah Aliyah Roudlotusysyubban Tawangrejo Pati Tuan Rumah GLM Ramadan Zona 2
Pati, Katakampus.com – Setelah terlaksana di zona 1 MTs Hasyim Asy’arif Jompong, Kradenan, Kabupaten Blora, Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan zona 2 terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Sabtu (8/3/2025). Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN).
Kepala MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Drs. Achmad Mustagfiri mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat singkat persiapannya, namun bagaikan mengalami Lailatul Qadar di sepuluh hari pertama di Ramadan 1446 H ini. Pihaknya berharap kegiatan itu menjadi langkah untuk memajukan liter
Sementara itu, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda menyampaikan bahwa kegiatan di Kabupaten Pati adalah zona kedua setelah di Kabupaten Blora.
“Saya berharap, setelah ini berdiri Lembaga Pers Siswa (LPS) Roudlotusysyubban atau sebutan lain di MA Roudlotusysyubban dan umumnya di Pati karena ada tim GLM yang bermukim di Pati,” kata Ibda.
Dalam konsepnya, Ibda menjelaskan bahwa program GLM Ramadan dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Pertama, potensi murid Ma’arif / santri yang belum optimal. Banyak murid Ma’arif maupun santri pesantren di Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam menulis kreatif, namun belum mendapatkan wadah dan bimbingan yang memadai untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Kedua, kebutuhan akan literasi yang lebih baik. Kemampuan literasi yang baik sangat penting bagi santri untuk memahami dan merespons berbagai informasi yang mereka terima, serta untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ketiga, momentum Ramadan yang strategis. Bulan Ramadan merupakan waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mengasah kemampuan literasi, termasuk menulis kreatif,” lanjut Wakil Rektor INISNU Temanggung tersebut.
Di sisi lain, menurut Ibda, pada tahun 2016, riset tentang World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State University menyatakan, Indonesia berada di posisi ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
“Institut Statistik UNESCO (UIS) menyebutkan tingkat literasi global pada kalangan usia 15 tahun ke atas pada 2021 sebesar 86,3 persen dan dari 208 negara yang disurvei, Indonesia menempati posisi ke-100 dengan tingkat literasi 95,44 persen atau lebih rendah dari Filipina (96,62 persen), Brunei (96,66 persen), dan Singapura (96,677 persen),” papar dia.
Menurut Ibda, Indonesia masih dalam posisi di bawah dari negara di Asia tersebut. Survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2022 menempatkan bahwa Indonesia berada di peringkat 68 dengan skor; matematika (379), sains (398) dan membaca (371) dengan kategori masih rendah.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI tahun 2022 melaporkan nilai budaya literasi Indonesia sebesar 57,4 poin, naik 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya. “Meski demikian, nilai ini masih dinilai minim untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas,” papar doktor lulusan UNY tersebut.
Sementara itu, materi pada GLM Ramadan ada beberapa hal yang dikuatkan. Pertama, pelatihan penulisan berita. Pelatihan ini memberikan bekal kepada siswa-siswi tentang teknik penulisan berita yang baik dan benar, mulai dari pengumpulan informasi hingga penyajian berita yang menarik. Peserta diberikan pemahaman mendalam tentang teknik dasar jurnalistik, mulai dari menentukan angle berita, wawancara, hingga penyusunan berita yang sesuai dengan kaidah jurnalistik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyampaikan informasi secara akurat dan menarik.
“Kedua, manajemen redaksi dan Pembentukan Lembaga Pers Siswa (LPS). Pelatihan ini bertujuan untuk melatih siswa-siswi dalam mengelola redaksi dan membentuk LPS di sekolah masing-masing. LPS diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk menyalurkan bakat dan minat mereka di bidang jurnalistik. Dalam sesi ini, peserta diajarkan cara mengelola redaksi secara profesional, termasuk distribusi tugas, perencanaan konten, serta strategi keberlanjutan media sekolah. Pembentukan LPS diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan jurnalistik mereka,” kata dia.
Ketiga, penulisan artikel populer (opini/esai). Pelatihan ini melatih siswa-siswi untuk menulis artikel populer yang berisi opini atau esai tentang berbagai isu aktual. Melalui pelatihan ini, peserta dibimbing dalam menulis artikel populer yang argumentatif dan berbobot. Teknik penyusunan opini serta cara mengembangkan gagasan menjadi tulisan yang menarik dan berbasis data menjadi fokus utama dalam sesi ini.
Keempat, teknik desain dengan Canva. Pelatihan ini memberikan keterampilan kepada siswa-siswi dalam menggunakan aplikasi Canva untuk membuat desain grafis yang menarik, seperti poster, infografis, dan konten media sosial. Mengingat pentingnya tampilan visual dalam media modern, peserta diajarkan dasar-dasar desain grafis menggunakan aplikasi Canva. Dengan keterampilan ini, mereka dapat membuat infografis, poster, dan konten visual lainnya untuk mendukung kegiatan literasi.
Kelima, penulisan sastra puisi dan cerpen. Pelatihan ini membekali siswa-siswi dengan teknik penulisan puisi dan cerpen yang kreatif dan bermakna. Sesi ini mendorong peserta untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam menulis karya sastra. Teknik menulis puisi dan cerpen diajarkan secara mendalam, termasuk bagaimana membangun imaji, memilih diksi, serta menyusun alur cerita yang menarik.
GLM Ramadan Zona 2 itu diisi oleh Koordinator GLM Plus dan Wakil Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, dosen FIPP UNNES dan Direktur Babad.id Abdul Arif, sastrawan dan editor sastra Maarifnujateng.or.id Niam At-Majha. Sedangkan narasumber dari pihak mitra media yaitu Angga Saputra (pcnupati.or.id). Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan sesi penyampaian materi oleh narasumber. (*)
Berita
Gotong Royong Relawan NU dan Warga Pindahkan Rumah Pascabanjir Bandang Peunaron
Aceh Timur, Katakampus.com – Banjir bandang itu datang tanpa peringatan. Dalam hitungan menit, air setinggi hampir enam meter menerjang Dukuh Dataran Indah, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Rumah-rumah terseret, sawah terendam, ternak hilang, dan kendaraan rusak. Warga tak sempat menyelamatkan apa pun selain diri mereka sendiri.
Di antara rumah yang terdampak parah adalah milik Maslukin, Wagiran, Adnan, dan Efendy. Bangunan tempat mereka selama ini bernaung bergeser puluhan meter dari pondasinya, meninggalkan rangka kayu yang penuh lumpur dan puing.
Jumat pagi, 16 Januari 2026, keempatnya berdiri menatap rumah yang tak lagi berada di tempat semula. Rumah yang menjadi saksi tumbuhnya anak-anak, tempat doa dipanjatkan setiap malam, kini berubah menjadi bangunan rapuh yang nyaris tak berbentuk.
Namun, mereka tidak sendiri.
Sejak pukul 07.00 WIB, relawan NU Peduli Jawa Tengah bersama warga setempat bergotong royong memindahkan rumah-rumah tersebut. Tanpa alat berat, tanpa mesin, mereka mengandalkan tenaga dan kebersamaan. Balok-balok kayu dipanggul beramai-ramai, diangkat perlahan agar rumah dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Aba-aba terdengar lantang dari pengeras suara yang dipegang Saeroji, anggota Banser sekaligus tokoh masyarakat setempat.
“Siap… angkut!” serunya.
Perintah singkat itu menjadi irama kerja puluhan relawan dan warga yang berjibaku di tengah lumpur. Setiap langkah dijaga, setiap kayu ditopang bersama, agar bangunan yang tersisa masih bisa diselamatkan.
Maslukin hanya menunduk, menahan haru. Wagiran sesekali mengusap wajahnya yang basah oleh keringat dan air mata. Adnan dan Efendy turut mengangkat rumah tetangganya, meski rumah mereka sendiri juga mengalami kerusakan berat. Di tengah bencana, kepedulian justru tumbuh tanpa sekat.
Hingga pukul 11.00 WIB, tahap pertama pemindahan rumah berhasil diselesaikan. Rumah-rumah itu memang belum sepenuhnya layak huni. Dinding rusak, lantai hilang, dan perabot rumah tangga hanyut terbawa arus. Namun setidaknya, bangunan itu kembali berdiri.
Bagi warga, itu bukan sekadar rumah. Itu adalah tanda bahwa kehidupan masih bisa dilanjutkan.
Banjir bandang di Peunaron menyisakan dampak panjang. Lahan pertanian rusak, ternak mati, dan sumber penghidupan warga terhenti. Kebutuhan dasar masih mendesak, sementara proses pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan.
Di tengah keterbatasan itu, gotong royong menjadi penopang utama. Tanpa banyak kata, relawan dan warga bekerja bersama, membuktikan bahwa solidaritas masih menjadi kekuatan paling nyata ketika bencana datang tanpa ampun.
Berita
Mahasiswa KKN Kelompok 16 UPGRIS Dampingi Kegiatan Posyandu ILP di Kelurahan Genuk RW 02
Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa KKN Kelompok 16 Universitas PGRI Semarang ikut terjun langsung dalam kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer di Kelurahan Genuk RW 02, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada Sabtu 17 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui pelayanan terpadu di tingkat Kelurahan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bekerja sama dengan kader Posyandu dan tenaga kesehatan setempat. Mereka membantu melayani ibu hamil, balita, dan lansia. Kegiatan meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemberian vitamin, imunisasi, serta edukasi gizi dan pola hidup sehat.

Koordinator KKN Kelompok 16 menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung program pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan primer. Mahasiswa berperan dalam pendataan kesehatan, membantu pelayanan teknis, dan memberikan penyuluhan langsung kepada warga.
Pemilihan RW 02 Kelurahan Genuk sebagai lokasi didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan pendampingan kesehatan berbasis komunitas. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari masyarakat. Mahasiswa berharap program serupa dapat terus dilaksanakan agar manfaatnya terasa berkelanjutan bagi warga Kelurahan Genuk.
Berita
Isra’ Miraj nagari Sungai Dareh bersama KKN Universitas Andalas 2026
Kab. Dharmasraya, Katakampus.com – Hari Jum’at (16/01/2026), bertepatan dengan peringatan Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW, di Nagari Sungai Dareh, Kab. Dharmasraya, Sumatera Barat menggelar perlombaan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Universitas Andalas 2026 di daerah setempat. Perlombaan ini diadakan di Masjid Raya Sungai Dareh dengan mengikutsertakan anak-anak tingkat Sekolah dasar (SD).
Diselenggarakannya lomba ini bertujuan untuk memperingati Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW sekaligus mengamalkan nilai-nilai islamiyah serta pengetahuan dasar keagamaan kepada anak-anak sejak dini. Perlombaan yang diselenggarakan terbagi menjadi dua kategori yaitu lomba tahfidz dan lomba Ranking 1.
“Tujuan utama perayaan Isra’ Mi’raj ini tidak hanya sebagai peringatan seremonial, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak dan masyarakat sekitar agar senantiasa mengingat perjalanan Nabi Muhammad SAW, menegakkan salat, serta membangun sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari,” demikian dari Melanie Putri Zaliyanti selaku penanggung jaab dari kegiatan ini.
Melanie juga mengungkapkan bahwa kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dari berbagai pihak. Dukungan tersebut antara lain berasal dari perangkat Desa Nagari Sungai Dareh serta pengurus Masjid Raya Sungai Dareh yang telah memberikan waktu, kesempatan, dan izin sehingga kegiatan ini dapat diselenggarakan. Selain itu, partisipasi dan dukungan dari masyarakat Nagari Sungai Dareh turut berperan penting dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh anggota KKN Universitas Andalas Nagari Sungai Dareh yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan kerja sama sehingga peringatan Isra’ Mi’raj ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Melanie juga mengharapkan melalui kegiatan ini, anak-anak dan masyarakat Nagari Sungai Dareh dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat serta semakin mendalami dan mengamalkan ajaran Islam.
- Pelaksanaan lomba dimulai dengan penyebaran poster ke TPQ dan sekolah-sekolah yang ada di Nagari Sungai Dareh dan mendata peserta yang telah konfirmasi melalui contact person yang ada. Perlombaan bersasaran pada peserta anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) di Nagari Sungai Dareh dengan jumlah peserta yang terdaftar berkisar antara 30 hingga 40 anak, terdiri dari sekitar 10 peserta lomba tahfidz dan 20–30 peserta lomba Ranking 1. Sistem penilaian lomba tahfidz ditentukan oleh dewan juri, sedangkan lomba Ranking 1 ditentukan berdasarkan peserta yang bertahan hingga babak terakhir. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Alifah Nurul Aulia selaku koordinator lapangan kegiatan tersebut. “Selama pelaksanaan, terkadang terjadi hal diluar rencana seperti waktu yang ternyata lebih cepat siap daripada perkiraan waktu yang telah disusun. Lalu, ada juga pendaftar yang baru mendaftar ketika lomba sedang dimulai, dari panitia juga ada yang bekerja tidak sesuai dengan jobdesk yang diberikan.” Tambahnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi penguatan nilai-nilai keislaman untuk masyarakat Nagari Sungai Dareh. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi bagi anak-anak, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat setempat.
-
Berita11 bulan yang laluPendampingan Strategis Pendaftaran Tanah di Desa Blimbing: Upaya Masyarakat Menuju Kepastian Hukum Pertanahan
-
Berita12 bulan yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Gencarkan Urban Farming di Mijen: Tanam Cabai untuk Ketahanan Pangan
-
Berita5 bulan yang laluMAHESA UPGRIS 2025 Mengajak Masyarakat Sidoharjo Olah Kacang Hijau Menjadi LUK CHUP
-
Berita12 bulan yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Perindah Lingkungan dengan Penataan Tanaman TOGA
-
Berita11 bulan yang laluEkstrakurikuler Muhadhoroh SMP IT Al-Anis Sukoharjo Perkuat Kompetensi Siswa
-
Berita6 bulan yang laluPraktik Baik TeFa dan Kemitraan: SMK Ma’arif Kudus Jadi Model Pembelajaran Berbasis Industri
-
Berita11 bulan yang laluMahasiswa KKN UPGRIS Kenalkan Asinan Rambutan sebagai Inovasi Kuliner di Kelurahan Bubakan
-
Berita11 bulan yang laluKKN Upgris Kelompok 20 Gelar Pelatihan Coding untuk Kembangkan Critical Thinking Siswa SD di Semarang
