Berita
KKN UPGRIS Kelompok 43 Gelar Edukasi Gosok Gigi Siswa-Siswi di Mi Kalisidi 1
Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 43 bersama wali kelas 1 MI Kalisidi 1 sukseskan kegiatan pelatihan gosok gigi bersama. Dengan semangat yang tinggi Mahasiswa KKN Kelompok 43 mengajarkan cara menggosok yang baik dan benar pada siswa-siswi MI Kalisidi 1.
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Anak-anak usia sekolah dasar, terutama kelas 1, masih dalam tahap belajar mengenai kebiasaan menjaga kebersihan gigi dengan baik dan benar. Kurangnya pemahaman serta kesadaran tentang pentingnya menyikat gigi secara teratur dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan gigi, seperti gigi berlubang dan bau mulut. Oleh karena itu, program Pelatihan Gosok Gigi Bersama ini diadakan sebagai upaya edukasi sekaligus membiasakan anak-anak untuk merawat kesehatan gigi mereka sejak dini.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar, serta menumbuhkan kebiasaan rutin menyikat gigi setiap pagi dan sebelum tidur. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat terhindar dari berbagai masalah gigi, seperti karies dan plak yang sering terjadi akibat kebiasaan buruk.
Pelatihan ini dilaksanakan di MI Kalisidi 1 Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat pada pada Selasa, (18/2/2025) pukul 09.15 WIB dengan melibatkan siswa-siswi kelas 1 dan wali kelas. Kegiatan ini diawali dengan ice breaking dan pembagian hadiah untuk siswa yang bias menjawab pertanyaan dari mahasiswa KKN, lalu dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi, dampak dari kebiasaan buruk, serta makanan dan minuman yang dapat memengaruhi kesehatan gigi. Setelah itu, dilakukan demonstrasi cara menyikat gigi yang benar dengan menggunakan model gigi besar, sehingga siswa dapat memahami gerakan menyikat yang efektif. Selanjutnya, siswa akan diajak untuk mempraktikkan langsung cara menyikat gigi yang benar dengan bimbingan wali kelas dan mahasiswa KKN.
Ibu Kus, selaku wali kelas 1 MI Kalisidi mengungkapkan bahwa sebelum hari pelaksanaan Pelatihan Gosok Gigi para siswa siswi kelas 1 sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti program tersebut Bersama dengan Mahasiswa KKN.
“Kemarin saat di kelas ternyata anak-anak sudah banyak yang tahu kalau akan ada Mahasiswa KKN yang akan mengajak mereka untuk menggosok gigi Bersama. Mereka menyampaikan itu dengan penuh semangat ke saya, bahkan mereka juga sudah tau jika harus membawa sikat gigi dan cangkir mbak. Melihat antusias mereka yang tinggi membuat saya yakin jika kegiatan tersebut akan terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Peran guru dan orang tua sangat penting dalam mengingatkan dan mengawasi kebiasaan menyikat gigi anak-anak agar manfaat dari program ini dapat berkelanjutan. Dengan adanya Pelatihan Gosok Gigi Bersama, diharapkan siswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat tumbuh dengan gigi yang sehat dan kuat.(*)
Berita
Dari Pati untuk Sumatera: Mahasiswa PMI Galang Bantuan
Pati, Katakampus.com – Puluhan mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menggelar aksi solidaritas untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penggalangan bantuan ini dimulai Kamis (4/12/2025) dan berfokus pada pengumpulan pakaian layak pakai bagi para penyintas.
Dalam waktu kurang dari sehari, lebih dari 100 kilogram pakaian terkumpul. Firda, koordinator lapangan kegiatan, mengatakan tingginya antusiasme mahasiswa dan masyarakat menjadi faktor utama cepatnya pengumpulan bantuan. “Alhamdulillah, responsnya luar biasa. Belum sampai satu hari penuh, bantuan sudah melampaui seratus kilogram,” ujarnya.
Sebagian bantuan mulai dikirimkan pada Jumat (5/12). Sebanyak 60 kilogram pakaian layak pakai diberangkatkan menuju wilayah terdampak melalui kerja sama dengan JNE Pati. Perusahaan jasa ekspedisi itu memberikan dukungan distribusi gratis hingga 10 Desember 2025. “Kerja sama ini sangat membantu. Kami berharap bantuan segera tiba dan dapat dimanfaatkan oleh para korban,” kata Firda.
Aksi tersebut tak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran sosial bagi mahasiswa PMI. Kegiatan ini, menurut panitia, menjadi bentuk konkret dakwah bil hal—menghadirkan nilai keberpihakan dan kemanusiaan melalui tindakan langsung.
“Kegiatan ini merupakan komitmen kami untuk saling membantu dalam situasi darurat,” ujar salah satu mahasiswa yang terlibat.
Melalui aksi ini, mahasiswa berharap dapat meringankan beban masyarakat di tiga provinsi tersebut serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut menyalurkan bantuan.
Berita
LP Ma’arif Temanggung Kawal Penyaluran PIP Aspirasi
Temanggung, Katakampus.com – LP Ma’arif PCNU Temanggung menggelar sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi di Hall Babussalam NU Temanggung, Rabu, 3 Desember 2025. Kegiatan yang diikuti para kepala MI, MTs, dan MA itu difokuskan pada penjelasan alur pendataan, verifikasi, dan pencairan bantuan pendidikan yang berasal dari aspirasi anggota DPR RI, Wibowo Prasetyo.
Ketua LP Ma’arif Temanggung, H. Miftakhul Hadi, membuka acara dengan menekankan pentingnya ketelitian data madrasah. Ia menyebut PIP Aspirasi sebagai kesempatan besar bagi siswa dari keluarga tidak mampu untuk tetap bersekolah. Hadi mengingatkan bahwa kelalaian kecil—seperti kekeliruan identitas atau data ganda—dapat menghambat penyaluran bantuan. “Ini bukan sekadar transfer dana, tapi tanggung jawab kita menjaga masa depan anak-anak,” ujarnya.
Setelah sambutan, giliran Anam, staf Wibowo Prasetyo, memaparkan penjelasan teknis. Ia mengurai tahapan pendataan calon penerima, mekanisme verifikasi dan validasi, proses pengusulan hingga keluarnya SK penerima, serta cara pencairan melalui bank penyalur. Penjelasan itu disampaikan dengan merinci contoh masalah yang kerap ditemui madrasah: perbedaan data pada sistem, kesalahan input, hingga dokumen pendukung yang tidak sinkron. “Kendala-kendala ini kecil, tapi sering menghambat proses,” kata Anam.
Kehadiran para kepala madrasah menunjukkan antusiasme untuk memastikan PIP Aspirasi berjalan tertib dan tepat sasaran. Sejumlah peserta mencatat poin-poin krusial terkait penyusunan data siswa, alur komunikasi dengan operator kabupaten, dan penanganan kasus siswa yang pindah sekolah di tengah pengusulan.
Menjelang penutupan, LP Ma’arif Temanggung menyampaikan apresiasi kepada pihak aspirasi Wibowo Prasetyo atas dukungan terhadap pendidikan di Temanggung. Mereka berharap koordinasi antara madrasah, Ma’arif, dan DPR RI semakin erat sehingga penyaluran PIP Aspirasi bisa berlangsung cepat, tepat waktu, dan bebas hambatan administrasi. Dengan sosialisasi ini, madrasah di lingkungan Ma’arif Temanggung dinilai semakin siap mengawal program PIP untuk menjangkau siswa yang paling membutuhkan.
Berita
FNU Sambut Inisiatif PWNU Jawa Tengah Perluas Akses Studi ke China
China, Katakampus.com – Ketua PWNU Jawa Tengah, Abdul Gaffar Rozin, memimpin rombongan dalam kunjungan resmi ke Fujian Normal University (FNU), Fuzhou, China, Selasa, 25 November 2025. Ia hadir bersama sejumlah pengurus PWNU Jawa Tengah, termasuk Bendahara PWNU Ahmad Rofiq Abdullah, Ketua LP Ma’arif NU Fakhruddin Karmani dan wakilnya Hidayatun, serta Rektor IAI Khozinatul Ulum Blora yang juga Wakil Ketua PWNU, Ahmad Zaki Fuad, beserta wakilnya Mil’ul Hana. Turut mendampingi pula Wakil Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah Pati, Dimyati, dan dua mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di China.
Rombongan PWNU Jawa Tengah itu disambut enam pimpinan FNU, antara lain Vice President Chen, Direktur International Affairs Office Wang, serta pimpinan International College of Chinese Studies dan International Student Office. Pertemuan berlangsung sekitar dua jam dalam suasana hangat dan penuh diskusi terkait peluang kolaborasi pendidikan.
Dalam sesi diskusi, Gus Rozin—sapaan akrab Ketua PWNU Jawa Tengah—menjelaskan kondisi dan potensi pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah. Ia menyebut terdapat 4.119 sekolah dan madrasah NU, termasuk 290 SMK yang setiap tahun meluluskan sekitar 32.000 hingga 33.000 siswa.
“Dengan jumlah lulusan sebanyak itu, kami berkepentingan membuka peluang studi lanjut agar anak-anak kita memperoleh pendidikan yang lebih baik,” ujar Gus Rozin. Ia menambahkan bahwa NU Jawa Tengah juga menaungi 47 perguruan tinggi keagamaan Islam swasta. Karena itu, pihaknya ingin membangun jejaring kerja sama riset, pertukaran guru, pelatihan bahasa, hingga pengembangan teknologi maritim.
Gus Rozin menegaskan bahwa bahasa menjadi salah satu kendala utama dalam memperluas akses pendidikan ke Tiongkok. “Kami perlu peningkatan kompetensi guru bahasa Mandarin untuk mendukung program-program ini,” katanya.
Wakil Presiden FNU, Chen, menyambut baik paparan dan inisiatif PWNU Jawa Tengah. Ia menyatakan FNU siap menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut dan menantikan langkah konkret pascapertemuan ini.
-
Berita10 bulan yang laluPendampingan Strategis Pendaftaran Tanah di Desa Blimbing: Upaya Masyarakat Menuju Kepastian Hukum Pertanahan
-
Berita10 bulan yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Gencarkan Urban Farming di Mijen: Tanam Cabai untuk Ketahanan Pangan
-
Berita10 bulan yang laluMahasiswa KKN UPGRIS 29 Perindah Lingkungan dengan Penataan Tanaman TOGA
-
Berita10 bulan yang laluEkstrakurikuler Muhadhoroh SMP IT Al-Anis Sukoharjo Perkuat Kompetensi Siswa
-
Berita4 bulan yang laluMAHESA UPGRIS 2025 Mengajak Masyarakat Sidoharjo Olah Kacang Hijau Menjadi LUK CHUP
-
Berita10 bulan yang laluMahasiswa KKN UPGRIS Kenalkan Asinan Rambutan sebagai Inovasi Kuliner di Kelurahan Bubakan
-
Berita5 bulan yang laluPraktik Baik TeFa dan Kemitraan: SMK Ma’arif Kudus Jadi Model Pembelajaran Berbasis Industri
-
Berita4 bulan yang laluMelek Teknologi Sejak Dini: KKN UMBY Dampingi Anak Singosaren Belajar Bijak Bermain Gadget
