Connect with us

Berita

Mona Engeliq KKN TIM I Universitas Diponegoro Lakukan Pendampingan Pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha)

Published

on

Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya NIB, Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro melakukan program edukasi kepada pelaku UMKM di Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Klaten. Program edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pendaftaran NIB bagi UMKM. Dalam pelaksanaannya, program ini menyasar berbagai jenis usaha, seperti UMKM di bidang jasa, produksi barang, dan makanan. Edukasi dilakukan dengan harapan dapat membantu memajukan UMKM di Desa Blimbing, yang memiliki potensi untuk berkembang pesat.

Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah identitas yang diberikan kepada pelaku usaha setelah melakukan pendaftaran melalui Lembaga OSS (Online Single Submission). Keberadaan NIB ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 mengenai Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. NIB ini juga memiliki beberapa fungsi penting, seperti menjadi Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Angka Pengenal Importir (API), serta akses bagi pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan ekspor dan impor. Dengan demikian, NIB memiliki berbagai manfaat yang mempermudah pelaku usaha dalam menjalankan aktivitasnya, terutama untuk sektor usaha kecil dan menengah (UMKM).

Pentingnya keberadaan NIB ini disadari oleh pemerintah, yang melalui kementerian terkait, seperti Kemenparekraf RI dan BKPM RI, berupaya untuk memajukan sektor UMKM di Indonesia. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menyediakan kemudahan bagi para pelaku UMKM untuk melakukan registrasi NIB secara online melalui situs resmi OSS RBA (oss.go.id). Dengan cara ini, proses pendaftaran menjadi lebih efisien dan memudahkan para pelaku usaha di berbagai daerah untuk mendapatkan identitas resmi yang sah.

Pelaksanaan edukasi pada tanggal 30 Januari 2025, diberikan materi mencakup penjelasan tentang pengertian NIB, prosedur pendaftaran NIB, serta informasi mengenai masa berlaku NIB. Selain materi lisan, peserta juga diberikan modul yang berisi panduan mengenai NIB, yang bisa dibaca dan dipelajari kembali di rumah. Hal ini diharapkan agar para pelaku UMKM tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga dapat menyebarluaskan informasi tersebut kepada rekan-rekan usaha lainnya, sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang sadar akan pentingnya memiliki NIB.

NIB memberikan berbagai manfaat yang sangat mendukung kelancaran usaha mereka kepada pelaku UMKM. Beberapa manfaat dari NIB antara lain adalah kemudahan dalam mengurus izin usaha, mempermudah pengajuan sertifikat halal, serta mempermudah akses terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, NIB juga membantu pelaku usaha dalam memperoleh sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), memberikan jaminan perlindungan usaha, serta memastikan kepastian hukum bagi setiap kegiatan usaha yang dijalankan. Semua manfaat ini memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi perkembangan dan kelangsungan usaha, terutama bagi UMKM yang ingin tumbuh dan berkembang.

Tujuan utama dari program edukasi ini adalah untuk membantu pelaku UMKM di Desa Blimbing agar memahami dan sadar akan pentingnya memiliki NIB untuk usaha mereka. Dengan terdaftarnya NIB, pelaku usaha akan mendapatkan jaminan legalitas usaha yang diakui oleh hukum dan memudahkan pengembangan usaha mereka. Proses ini juga memastikan bahwa para pelaku UMKM menjalankan usahanya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, sehingga usaha mereka dapat berkembang dengan baik dan memiliki landasan yang kuat di mata hukum.

Program edukasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM, khususnya di Desa Blimbing, dan dapat menjadi contoh bagi desa lainnya dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pendaftaran NIB bagi setiap usaha.

 

Penulis: Mona Engeliq

Editor: M. Azis

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Dorong Transformasi Transaksi Digital, KKN UPGRIS Kelompok 20 Gelar Literasi Digital Pembuatan QRIS dan Akun M-Banking bagi UMKM Desa Nyatnyono

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang yang tergabung dalam Kelompok 20 melaksanakan program literasi digital dan pendampingan pembuatan QRIS serta akun mobile banking (m-banking) bagi pelaku UMKM lokal di Desa Nyatnyono. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung transformasi digital dan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat desa agar lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Perkembangan sistem pembayaran non-tunai yang semakin pesat mendorong pelaku usaha untuk mulai beralih ke sistem digital. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 20 memberikan edukasi tentang pentingnya memahami teknologi keuangan digital, termasuk penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan layanan m-banking sebagai sarana transaksi yang praktis, aman, dan efisien.

Kegiatan diawali dengan materi mengenai literasi digital dasar bagi UMKM. Mahasiswa menjelaskan bahwa digitalisasi usaha tidak hanya sebatas promosi melalui media sosial, tetapi juga mencakup sistem pembayaran, pencatatan transaksi, hingga pengelolaan keuangan yang lebih transparan.

“Peserta diberikan pemahaman bahwa penggunaan teknologi dapat membantu mempercepat transaksi, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta meningkatkan kepercayaan pelanggan,” ungkap Koordinator Kelurahan

Pada sesi pendampingan pembuatan QRIS, mahasiswa membantu pelaku UMKM menyiapkan dokumen yang diperlukan, seperti KTP dan rekening bank aktif. Peserta diarahkan untuk mendaftar melalui penyedia jasa pembayaran resmi, mengikuti proses verifikasi, hingga akhirnya memperoleh kode QRIS yang siap digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan dalam pembuatan akun m-banking bagi pelaku UMKM yang belum memiliki akses layanan perbankan digital. Proses ini dimulai dengan memastikan peserta memiliki rekening aktif, kemudian dilanjutkan dengan mengunduh aplikasi resmi bank yang digunakan. Mahasiswa membimbing langkah demi langkah proses registrasi, mulai dari memasukkan data pribadi, verifikasi nomor telepon, pembuatan PIN, hingga aktivasi akun.

Pendampingan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat memantau mutasi rekening, mengecek saldo, serta melakukan transfer secara mandiri tanpa harus datang ke kantor bank. Dengan adanya akun m-banking, transaksi usaha menjadi lebih praktis dan tercatat secara otomatis, sehingga memudahkan dalam pengelolaan keuangan.

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka berhasil mengakses akun m-banking dan memahami cara penggunaannya. Banyak pelaku usaha yang sebelumnya masih mengandalkan transaksi tunai kini mulai menyadari manfaat sistem digital yang lebih efisien dan aman.

Mahasiswa KKN juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi, seperti tidak membagikan PIN atau kode OTP kepada siapa pun. Edukasi ini menjadi bagian penting dari literasi digital agar masyarakat tidak mudah menjadi korban penipuan digital.

Program literasi digital ini diharapkan mampu menjadi titik awal bagi UMKM Desa Nyatnyono untuk berkembang secara lebih profesional. Dengan adanya QRIS dan akun m-banking, pelaku usaha tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Melalui kegiatan ini, KKN UPGRIS Kelompok 20 membuktikan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi. Diharapkan UMKM Desa Nyatnyono semakin siap menghadapi era digital, lebih kompetitif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

 

Editor: Azis

Continue Reading

Berita

Tingkatkan Keselamatan Jalan, KKN UPGRIS 08 Tata Ulang Posisi Kaca Cembung

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 08 melaksanakan kegiatan penataan ulang posisi kaca cembung pada Minggu, 1 Maret 2026, di Jalan Cemara, Kelurahan Kalirejo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan pengguna jalan, khususnya di titik tikungan yang memiliki keterbatasan jarak pandang.

Program ini melibatkan seluruh anggota KKN UPGRIS Kelompok 08 yang bekerja sama dengan warga sekitar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi kaca cembung yang sebelumnya kurang optimal posisinya sehingga tidak memberikan sudut pandang maksimal bagi pengendara. Akibatnya, potensi risiko kecelakaan di tikungan cukup tinggi, terutama saat kendaraan melaju dari dua arah yang berlawanan.

Penataan ulang dilakukan dengan cara mengevaluasi posisi awal kaca cembung, menentukan sudut kemiringan yang tepat, serta memastikan ketinggian dan arah pantulan sesuai dengan kebutuhan pengendara. Mahasiswa juga melakukan pembersihan permukaan kaca agar visibilitas semakin jelas. Proses ini dilakukan secara gotong royong dengan memperhatikan aspek keamanan dan ketepatan pemasangan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan visibilitas di area tikungan sehingga pengendara dapat melihat kondisi jalan dari arah berlawanan sebelum melintas. Dengan sudut pandang yang lebih luas dan jelas, risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi tidak langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan merawat fasilitas keselamatan jalan.

Melalui aksi sederhana namun berdampak besar ini, KKN UPGRIS Kelompok 08 berharap Jalan Cemara di Kelurahan Kalirejo menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Penataan ulang kaca cembung ini membuktikan bahwa kontribusi kecil yang dilakukan secara bersama dapat memberikan manfaat besar bagi keselamatan lingkungan sekitar.

Continue Reading

Berita

Satu Logo, Banyak Harapan: KKN UPGRIS 08 Dorong UMKM Opak Gendar Lebih Kompetitif

Published

on

By

Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 08 melaksanakan program kerja pemberdayaan UMKM dengan merancang logo untuk UMKM Opak Gendar pada Jumat, 30 Januari 2026, yang berlokasi di RW 4 Kelurahan Kalirejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung penguatan identitas dan daya saing produk lokal.

Program ini melibatkan pelaku UMKM Opak Gendar bersama mahasiswa KKN Kelompok 08. Sasaran kegiatan adalah pemilik usaha yang selama ini telah memproduksi opak gendar secara rumahan, namun belum memiliki identitas visual resmi sebagai bentuk branding produk. Melihat pentingnya kemasan dan logo dalam menarik minat konsumen, mahasiswa berinisiatif memberikan pendampingan desain sebagai solusi.

Kegiatan diawali dengan sesi diskusi untuk menggali filosofi usaha, harapan pemilik, serta karakteristik produk. Selanjutnya, mahasiswa melakukan proses perancangan desain logo yang mencerminkan ciri khas opak gendar sebagai produk tradisional namun tetap relevan dengan pasar modern. Setelah desain selesai, dilakukan presentasi dan revisi bersama hingga tercapai logo yang disepakati.

Tujuan dari program ini adalah membantu UMKM Opak Gendar agar memiliki identitas visual yang kuat, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperluas peluang pemasaran. Dengan adanya logo baru, produk diharapkan tampil lebih profesional dan mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran.

Melalui program pemberdayaan ini, KKN UPGRIS Kelompok 08 berharap UMKM Opak Gendar di RW 4 Kelurahan Kalirejo dapat terus berkembang dan semakin dikenal luas. Satu logo bukan sekadar gambar, melainkan simbol harapan untuk kemajuan usaha dan kesejahteraan pelaku UMKM.

Continue Reading

Trending