Berita
Tanamkan Budaya Siaga Sejak Dini, Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Sosialisasi Mitigasi Banjir di SDN Genuk 02
Kab. Semarang, Katakampus.com – Pengetahuan tentang kebencanaan tidak hanya krusial bagi mereka yang tinggal di daerah rawan, tetapi juga penting sebagai bekal kewaspadaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan sosialisasi mitigasi bencana banjir bagi siswa kelas 3 di SDN Genuk 02. Meskipun wilayah Kelurahan Genuk berada di dataran atas yang relatif aman dari ancaman banjir, edukasi ini dipandang perlu sebagai bagian dari literasi keselamatan dan kepedulian lingkungan sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas ini dirancang dengan pendekatan yang ceria dan interaktif. Mahasiswa KKN memahami bahwa menanamkan budaya siaga pada anak-anak memerlukan metode yang tidak menakutkan, melainkan edukatif. Melalui media visual, dongeng tentang alam, dan simulasi sederhana, para siswa diajak untuk memahami fenomena alam serta bagaimana cara bertindak tepat dalam situasi darurat.
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa menekankan peran penting wilayah dataran atas dalam sistem ekologi. Siswa diberikan pemahaman bahwa meski lingkungan mereka jarang terdampak banjir, mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga agar air hujan dapat terserap ke dalam tanah dengan baik. Hal ini bertujuan agar aliran air tidak langsung turun ke dataran rendah yang dapat memicu banjir di wilayah hilir.
“Kami memberikan pemahaman kepada adik-adik bahwa sebagai warga yang tinggal di daerah atas, kita punya tugas menjaga pohon dan tidak membuang sampah sembarangan. Jika lingkungan kita sehat, maka saudara-saudara kita yang tinggal di daerah bawah juga akan lebih aman dari banjir. Ini adalah bentuk edukasi kepedulian lingkungan yang kami tanamkan,” ujar perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 16 UPGRIS.
Selain aspek lingkungan, siswa juga dibekali pengetahuan dasar tentang apa yang harus dilakukan jika mereka sedang berada di daerah yang terkena banjir, misalnya saat sedang bepergian atau mengunjungi kerabat di daerah lain.
Salah satu materi yang paling menarik perhatian siswa adalah pengenalan “Tas Siaga Bencana”. Mahasiswa memberikan simulasi mengenai barang-barang apa saja yang harus diprioritaskan saat terjadi kondisi darurat, baik itu banjir, cuaca ekstrem, atau bencana lainnya. Tas tersebut berisi perlengkapan dasar seperti alat tulis, senter, perlengkapan medis sederhana, hingga dokumen penting yang tersimpan rapi.
“Edukasi mitigasi ini lebih kepada kemandirian. Kami ingin anak-anak tahu siapa yang harus dihubungi dan bagaimana cara melindungi diri sendiri tanpa panik. Pengetahuan ini adalah life skill yang akan berguna di mana pun mereka berada, tidak hanya di lingkungan sekolah saja,” tambah anggota KKN lainnya.
Pihak SDN Genuk 02 menyambut positif inisiatif ini. Menurut guru kelas, meskipun sekolah mereka berada di lokasi yang strategis dan aman, wawasan mengenai mitigasi bencana tetap menjadi bagian dari pendidikan karakter yang sangat berharga. Program ini dinilai mampu membuka cakrawala siswa tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa UPGRIS yang telah memberikan wawasan baru bagi siswa kami. Anak-anak jadi lebih mengerti hubungan antara perilaku manusia dengan fenomena alam. Meski kita jarang banjir, pengetahuan ini sangat penting bagi kewaspadaan mereka di masa depan,” ungkap salah satu pengajar di SDN Genuk 02.
Sebagai penutup, mahasiswa membagikan poster edukasi yang berisi langkah-langkah menjaga kebersihan lingkungan agar tetap asri dan hijau. Melalui program ini, Kelompok 16 KKN UPGRIS berharap para siswa SDN Genuk 02 dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang sadar akan pentingnya pelestarian alam di dataran atas demi kebaikan bersama.
Generasi yang tangguh bukan hanya mereka yang siap menghadapi bencana, tetapi mereka yang paham cara mencegahnya melalui tindakan nyata sehari-hari. Dengan bekal sosialisasi ini, siswa kelas 3 SDN Genuk 02 kini memiliki pemahaman yang lebih luas tentang mitigasi, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup.