Berita
Satupena Temanggung Gelar Lokakarya Mini, Ajak Siswa Ubah Curhat Jadi Karya Produktif
Katakampus.com, Temanggung – Organisasi penulis Satupena Kabupaten Temanggung terus memperluas gerakan literasi di kalangan pelajar. Kamis (15/1/2026), Satupena menggelar Mini Workshop literasi kedua di MTs Ma’arif Nurul Huda, Desa Keblukan, Kecamatan Kaloran.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut menghadirkan penulis dan pendidik Ahmad Nawawi, yang dikenal dengan nama pena Awi Ahna. Ia merupakan guru di MA Muallimin Parakan sekaligus penulis produktif dengan sejumlah karya yang telah beredar luas, di antaranya Langit Tak Selalu Cerah, Formula Rahasia Meracik Artikel SEO, Titik Nol, serta antologi puisi Progo 9.
Dalam sesi bertema “Curhat Jadi Karya: Seni Menghasilkan Cuan dan Kebahagiaan dari Tulisan”, Awi Ahna menekankan bahwa aktivitas menulis tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi, tetapi juga memiliki nilai terapeutik.
Menurut dia, menulis dapat menjadi media untuk meredakan tekanan psikologis, memperkuat ketahanan diri, sekaligus membantu penulis mengenali potensi personalnya. “Menulis bukan semata soal uang. Ia juga bisa menjadi cara menyembuhkan diri, mengurangi stres, dan memahami diri sendiri,” ujarnya di hadapan para siswa.
Awi mendorong peserta untuk memanfaatkan dinamika emosi remaja sebagai bahan tulisan. Kegalauan, kegembiraan, maupun kegelisahan, kata dia, dapat diolah menjadi karya yang bernilai dan bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Selain membahas aspek kreatif, Awi juga memperkenalkan sejumlah platform digital yang dapat menjadi ruang publikasi sekaligus peluang ekonomi bagi penulis pemula. Untuk artikel, ia menyebut media seperti Mojok dan IDN Times, sementara bagi penulis fiksi tersedia platform seperti Storial.co dan KBM App.
Workshop ini dimoderatori oleh Ulul Azmi, Bendahara Satupena Temanggung. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala MTs Ma’arif Nurul Huda, Wiwik Hartati, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan literasi tersebut.
Wiwik mengatakan, kegiatan Satupena bertepatan dengan peluncuran ekstrakurikuler literasi di madrasah yang ia pimpin. “Kami ingin peserta didik tidak hanya dibiasakan membaca, tetapi juga mampu menuangkan gagasan dan pengalaman mereka dalam bentuk karya tulis,” katanya. Wiwik juga diketahui menjabat sebagai Ketua Satupena Kabupaten Temanggung.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme siswa terlihat tinggi. Sejumlah peserta menyatakan tertarik untuk mulai menulis secara rutin dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai peluang pengembangan diri, bahkan sumber penghasilan tambahan sejak dini.
Menjelang penutupan, acara diakhiri dengan sesi kuis interaktif berhadiah buku karya Rizqie Al Hidayah, Sekretaris Satupena Temanggung. Dalam kesempatan tersebut, Rizqie menyampaikan pesan motivatif kepada para siswa.
“Apa yang kalian kerjakan hari ini akan berpengaruh pada masa depan kalian. Menulis bisa dimulai sekarang,” ujarnya menutup rangkaian kegiatan.