Semarang, Katakampus.com— Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah menerima kunjungan akademik dari sejumlah perguruan tinggi asal Tiongkok pada Rabu (30/10). Kunjungan ini bertujuan menjajaki kerja sama pendidikan, terutama dalam pemberian beasiswa bagi alumni madrasah dan sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU Jawa Tengah. Selain pertemuan resmi, rombongan juga meninjau kegiatan karantina bahasa Mandarin di Pondok Pesantren KH Sholeh Darat, Ngaliyan, Semarang.
Rombongan kampus Tiongkok tersebut terdiri atas Mr. Zhang Xin selaku Vice President of Yuxi Normal University, Mr. Liu Fei sebagai Deputy Dean of the Faculty of Mathematics and Science, Mr. Mu Shiguang sebagai Deputy Dean of the Faculty of Engineering, dan Ms. Wu Xiaoying yang menjabat Deputy Director of the Office of Foreign Cooperation and Exchange. Kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari komunikasi yang telah terjalin antara LP Ma’arif NU dan beberapa universitas di Tiongkok untuk memperluas akses pendidikan global bagi santri dan pelajar Ma’arif.
Wakil Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Dr. Hidayatun, menyambut langsung rombongan bersama Dr. Fakhruronji dan Sekretaris LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Dr. M. Ahsanul Husna. Dalam sambutannya, Hidayatun menegaskan bahwa kerja sama dengan universitas di Tiongkok merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda Ma’arif yang memiliki wawasan dan kompetensi internasional. “Kami berharap kerja sama ini membuka peluang yang lebih luas bagi santri dan siswa Ma’arif untuk melanjutkan studi ke luar negeri, sekaligus memperkuat karakter keislaman dan kebangsaan mereka di kancah global,” ujarnya.
Selain berdialog mengenai peluang beasiswa dan studi lanjut, rombongan juga meninjau langsung pelaksanaan karantina bahasa Mandarin di Pondok Pesantren KH Sholeh Darat. Program ini diikuti oleh puluhan calon mahasiswa yang tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan di berbagai universitas di Tiongkok. Para tamu memberikan apresiasi atas semangat dan kesiapan para peserta dalam belajar bahasa Mandarin sebagai bekal menghadapi dunia akademik internasional.
Melalui kunjungan ini, LP Ma’arif NU Jawa Tengah berharap kerja sama dengan universitas-universitas di Tiongkok dapat segera diformalkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU). Langkah ini diharapkan tidak hanya memperluas kesempatan studi bagi alumni Ma’arif, tetapi juga membuka ruang pertukaran budaya dan penguatan jejaring pendidikan Islam di tingkat global.