Berita

INISNU Temanggung Perluas Jejaring Global, Teken Kerja Sama dengan Kampus AS dan Mitra Nasional

Published

on

Katakampus.com, Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung memperluas jejaring akademik nasional dan internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Nota Kesepakatan (Memorandum of Agreement/MoA) dengan Global Interfaith University (GIU) Amerika Serikat serta delapan perguruan tinggi mitra nasional, Senin (19/1/2025).

Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kampus INISNU Temanggung dan dilakukan secara hibrida melalui Zoom Meeting antara Rektor INISNU Temanggung dengan pimpinan GIU USA dan delapan perguruan tinggi mitra, yakni AKPER Alkautsar Temanggung, Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap, STAI Wali Sembilan Semarang, Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) Semarang, Institut Islam Mamba’ul Ulum (IIM) Surakarta, STITMA Yogyakarta, STIK Kendal, dan STAI Brebes.

Kerja sama ini menandai langkah strategis INISNU Temanggung dalam memperkuat kolaborasi lintas negara dan lintas institusi, sekaligus menjadi bagian dari agenda internasionalisasi perguruan tinggi berbasis nilai keislaman dan kebangsaan. Dari pihak mitra internasional, hadir Presiden Global Interfaith University USA Emmanuel Ande Ivorgba, Ph.D., bersama Dr. Anurag Hazarika, M.Com., MBA., M.Phil., PGDCA., PGDRD., Ph.D.

Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak dimaknai sebatas pemenuhan aspek administratif, melainkan diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pelaksanaan pancadharma perguruan tinggi.

“MoU dan MoA ini merupakan ikhtiar strategis untuk memperluas jejaring akademik global, memperkuat riset kolaboratif, serta membuka ruang pertukaran gagasan, dosen, dan mahasiswa dalam bingkai keilmuan Islam yang moderat dan berkemajuan,” ujar Hamidulloh Ibda.

Secara lebih rinci, penandatanganan MoA melibatkan Global Interfaith University USA dengan INISNU Temanggung pada tingkat institusi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syariah, Hukum dan Ekonomi Islam, serta Program Pascasarjana. Lingkup kerja sama meliputi pengembangan kurikulum kolaboratif, penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, penyelenggaraan seminar dan konferensi akademik, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Selain mitra internasional, keterlibatan sejumlah perguruan tinggi dari Jawa Tengah dan Yogyakarta dipandang sebagai upaya membangun konsorsium keilmuan yang kokoh, berbasis nilai keislaman, kebangsaan, dan kemandirian institusi.

Menurut Hamidulloh, kerja sama internasional menjadi prasyarat penting dalam penguatan reputasi perguruan tinggi sekaligus akselerasi menuju akreditasi unggul. “INISNU Temanggung berkomitmen menjadikan jejaring global sebagai instrumen pengembangan mutu, bukan sekadar simbol internasionalisasi,” katanya.

Rangkaian penandatanganan MoU dan MoA tersebut juga disertai dengan Seminar Internasional bertajuk The Transformation of Eco Theology Education. Seminar ini menjadi wujud konkret implementasi kerja sama akademik lintas negara dan lintas disiplin ilmu, khususnya dalam merespons isu-isu global melalui perspektif teologi, pendidikan, dan keberlanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version