Berita
Edukasi Hidup Sehat, Mahasiswa KKN UNDIP Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Styrofoam dan Minyak Goreng Berulang
Klaten, Katakampus.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar sosialisasi mengenai keamanan pangan dan penggunaan wadah makanan. Fokus utama dalam kampanye kesehatan ini (26/1/2026) adalah himbauan keras untuk menghindari penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan panas serta bahaya penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang.
Ancaman Zat Kimia pada Wadah Makanan
Penggunaan styrofoam yang praktis dan murah seringkali menjadi pilihan utama dalam pembungkusan makanan. Namun, Asfan Safaro Abror, mahasiswa KKN UNDIP menyoroti risiko kesehatan serius di baliknya. Berdasarkan materi edukasi yang disebarkan, styrofoam memiliki potensi melepaskan zat styrene ketika bersentuhan dengan makanan yang panas.
Paparan zat kimia ini tidak bisa dianggap remeh. Dalam jangka pendek, zat tersebut dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf manusia. Gejala yang mungkin timbul meliputi rasa pusing, kelelahan yang tidak wajar, hingga sulit berkonsentrasi.
Risiko Jangka Panjang
Selain dampak langsung, tim KKN UNDIP juga menekankan risiko jangka panjang yang lebih fatal. Paparan terus-menerus terhadap zat yang terkandung dalam styrofoam dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kanker. Edukasi ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat untuk beralih ke wadah makanan yang lebih aman dan ramah lingkungan (food grade).
Pentingnya Kualitas Minyak Goreng
Selain masalah kemasan, sosialisasi ini juga menyoroti kebiasaan rumah tangga dalam menggunakan minyak goreng. Mahasiswa menghimbau warga untuk tidak menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang. Penggunaan minyak yang sudah jenuh (jelantah) dapat menjadi sumber radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.
Melalui penyebaran informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih selektif dalam memilih kemasan makanan dan lebih bijak dalam proses pengolahan pangan demi menjaga kesehatan keluarga jangka panjang
Penulis: Asfan Safaro Abror (Fakultas Sains dan Matematika)
DPL : Ichlasul Ayyub, M.Si
Lokasi : Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten
Editor : Azis