Berita
Disertasi Fakhruddin Karmani Tegaskan Islam Nusantara Jadi Ruh Implementasi Kurikulum Merdeka
Katakampus.com, Semarang – Nilai-nilai Islam Nusantara dinilai perlu menjadi ruh dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA). Gagasan tersebut ditegaskan Fakhruddin Karmani dalam disertasinya pada Ujian Terbuka Promosi Doktor di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Rabu (25/2/2026).
Fakhruddin yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah itu mempertahankan disertasi berjudul “Integrasi Nilai-Nilai Islam Nusantara dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) pada Kurikulum Merdeka Madrasah dan Sekolah di Jawa Tengah.”
Dalam ringkasan penelitiannya, Fakhruddin menegaskan bahwa penguatan karakter peserta didik tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Indonesia yang majemuk. Menurutnya, pendidikan harus mampu mengintegrasikan nilai religiusitas dengan realitas kebangsaan dan kearifan lokal.
Ia menilai P5RA menjadi ruang strategis untuk menginternalisasikan nilai Islam Nusantara yang moderat, toleran, dan berakar pada tradisi lokal masyarakat Indonesia. Integrasi tersebut memiliki urgensi ideologis, pedagogis, sekaligus sosiokultural, terutama sebagai upaya memperkuat karakter peserta didik dari pengaruh intoleransi dan sikap eksklusivisme.
“Kurikulum Merdeka tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus menjadi medium pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak, inklusif, dan memiliki identitas kebangsaan yang kuat,” ujar Fakhruddin dalam sidang promosi.
Ujian terbuka promosi doktor tersebut digelar di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Kampus 2 Unwahas Semarang. Dalam sidang itu, Fakhruddin dinyatakan lulus sebagai doktor ke-24 dari Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Unwahas.
Ia menempuh masa studi selama 4 tahun 4 bulan 20 hari dan berhasil meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,81 dengan predikat cumlaude.
Menurut Fakhruddin, integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka menjadi legitimasi kultural sekaligus penguat praktik moderasi beragama di lingkungan sekolah dan madrasah. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang religius, terbuka, serta tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
Promosi doktor tersebut sekaligus menjadi kontribusi akademik dalam penguatan wacana pendidikan Islam berbasis moderasi dan kearifan lokal di tengah dinamika perubahan sosial pendidikan nasional. (*)