Connect with us

Berita

Upaya Peningkatan Kesiagaan Bencana Desa Karangturi Oleh Mahasiswa KKN UNDIP

Published

on

Klaten, katakampus.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Aditya Nurul Huda melaksanakan program peningkatan kesiapsiagaan bencana di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Program ini difokuskan pada penguatan pemahaman masyarakat terkait keselamatan dan ketertiban lalu lintas sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, khususnya gempa bumi.

Desa Karangturi merupakan wilayah yang memiliki potensi risiko bencana, sehingga diperlukan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Melalui program KKN ini, mahasiswa berupaya memberikan edukasi yang mudah dipahami dan aplikatif mengenai tata cara penyelamatan diri saat terjadi gempa. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemasangan media informasi seperti poster mitigasi bencana, sosialisasi langsung kepada warga, serta koordinasi dengan perangkat desa dan karang taruna, pada Senin (2/2/2026).

Perangkat desa Karangturi menyambut baik program tersebut dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UNDIP. Menurut mereka, kegiatan ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana serta memperkuat peran warga dalam menjaga keselamatan lingkungan desa.

“Diharapkan dengan adanya program ini  warga Desa Karangturi semakin sigap, tenang, dan terarah ketika menghadapi situasi darurat,” ujar  Sukirno Kepala dusun Kwagean.

Melalui program KKN ini, mahasiswa Universitas Diponegoro berharap dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Desa Karangturi dan mendorong terciptanya desa yang tangguh terhadap bencana.

Penulis : Aditya Nurul Huda (Fakultas Ekonomika dan Bisnis)

DPL : Ichlasul Ayyub, M.Si

Editor : Azis

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Digitalisasi Informasi Kebencanaan: Mahasiswa KKN Undip Luncurkan Website Sistem Informasi Siaga Bencana untuk Desa Karangturi

Published

on

By

Klaten, katakampus.com – Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, memiliki catatan sejarah kerawanan bencana geologis yang cukup signifikan, termasuk gempa bumi besar yang pernah melanda wilayah ini pada tahun 2006. Dalam rentang periode Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung sejak 6 Januari hingga 10 Februari 2026, upaya peningkatan kesiapsiagaan warga menjadi fokus utama. Meski begitu, akses terhadap informasi mitigasi seringkali masih terbatas pada media cetak atau penyuluhan lisan yang sifatnya sementara.

Menyadari pentingnya arsip digital yang dapat diakses kapan saja, I Made Suryanatha, mahasiswa Program Studi Teknik Komputer Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Tim I KKN Tahun 2025/2026, menginisiasi pembuatan Website Sistem Informasi Siaga Bencana Desa Karangturi pada Minggu (18/1/2026).

Program ini merupakan bagian dari tema besar KKN Multidisiplin yaitu “Peningkatan Navigasi Lalu Lintas untuk Kesiapsiagaan Bencana”. Dalam proses pengembangannya, Surya bekerja sama dengan rekan-rekan tim dari disiplin ilmu lain. Surya berperan sebagai integrator sistem yang mengompilasi dan mengonversi data-data fisik serta materi edukasi ke dalam satu wadah website menjadi format digital yang interaktif dan mudah diakses. Sehingga warga dapat melihat peta titik evakuasi digital, edukasi SOP penyelamatan diri, logistik darurat, pemahaman rambu lalu lintas, dan kajian riset mengenai waktu evakuasi.

“Saya mengembangkan navigasi lalu lintas kesiapsiagaan bencana untuk membantu warga dapat melihat peta titik evakuasi, belajar bagaimana SOP penyelamatan diri, logistik darurat, rambu lalu lintas, dan kajian riset durasi waktu evakuasi secara digital.” Ujar Surya

Dengan peluncuran website ini, diharapkan Desa Karangturi dapat selangkah lebih maju dalam manajemen risiko bencana. Ketersediaan informasi yang cepat dan akurat di genggaman tangan warga diharapkan dapat meminimalisir kepanikan dan risiko korban jiwa apabila situasi darurat terjadi di masa depan. Program ini menjadi bukti nyata dalam mendukung terciptanya masyarakat desa yang tidak hanya tangguh bencana, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. https://desa-karangturi-gateway.vercel.app/

 

Penulis: I Made Suryanatha (Fakultas Teknik, Teknik Komputer)

DPL: Ichlasul Ayyub, M.Si

Editor: Azis

 

Continue Reading

Berita

KKN UPGRIS Hadirkan Tanaman Toga di Desa Langensari

Published

on

By

Kab. Semarang, Katakampus.com – Kesehatan keluarga merupakan aset paling berharga yang berawal dari lingkungan rumah tangga yang asri dan produktif. Memahami betapa vitalnya peran kemandirian kesehatan di tingkat keluarga, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 4 menginisiasi sebuah gerakan penghijauan yang bermanfaat. Bertempat di Desa Langensari, Kelurahan Langensari Timur, Kecamatan Ungaran Barat, para mahasiswa menggelar program kerja unggulan berupa penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Februari 2026 ini, menggandeng mitra strategis di masyarakat, yakni kelompok Ibu-ibu Dasa Wisma (DAWIS).

Pelaksanaan kegiatan di akhir pekan tersebut berlangsung dengan penuh semangat kekeluargaan. Program ini lahir dari observasi mahasiswa mengenai potensi lahan pekarangan warga yang belum dimanfaatkan secara optimal, serta kebutuhan akan alternatif pengobatan yang alami dan minim efek samping. Di tengah gempuran produk obat-obatan kimia, KKN UPGRIS berupaya mengembalikan kearifan lokal melalui konsep “Apotek Hidup”. Berbagai jenis bibit tanaman herbal seperti jahe merah, kunyit, lengkuas, serai, hingga lidah buaya disiapkan untuk ditanam bersama-sama di area yang telah ditentukan maupun di dalam polybag agar lebih fleksibel ditempatkan di pekarangan rumah yang terbatas.

Agenda hari itu tidak hanya sekadar menanam, namun juga diisi dengan sesi edukasi interaktif. Mahasiswa memberikan pemaparan mengenai khasiat spesifik dari setiap tanaman yang dibawa. Misalnya, bagaimana pengolahan jahe untuk meningkatkan imunitas tubuh, atau pemanfaatan kunyit sebagai antiseptik alami. Antusiasme terlihat jelas dari wajah Ibu-ibu DAWIS yang hadir; mereka aktif bertanya mengenai cara perawatan hingga metode pengolahan pasca panen yang tepat agar khasiat obat tidak hilang saat dikonsumsi. Kolaborasi antara semangat mahasiswa dan ketelatenan ibu-ibu desa menciptakan suasana gotong royong yang kental.

Dalam pelaksanaannya, program ini memiliki visi jangka panjang yang strategis. Arjun, selaku Koordinator Mahasiswa KKN Kelompok 4, menekankan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal untuk menciptakan ketahanan kesehatan dan ekonomi keluarga.

“Kami tidak ingin program ini berhenti saat bibit tertanam di tanah. Harapan terbesar kami adalah setiap rumah di Langensari memiliki ‘dokter alami’ di halaman mereka sendiri. Ketika warga sakit ringan, solusinya ada di depan pintu, tidak perlu langsung lari ke obat kimia. Lebih jauh lagi, jika ini dikelola dengan serius, hasil panen TOGA bisa menjadi produk olahan jamu atau bumbu instan yang bernilai ekonomis bagi kas DAWIS,” ungkap Dimas di sela-sela kegiatan penanaman.

Pernyataan tersebut selaras dengan tujuan ganda dari program ini. Di satu sisi, aspek kesehatan terpenuhi melalui ketersediaan obat herbal yang mudah dijangkau. Di sisi lain, aspek pemberdayaan ekonomi mulai berdenyut. Jika tanaman-tanaman ini tumbuh subur, Ibu-ibu DAWIS memiliki potensi untuk memproduksi olahan herbal yang dapat dipasarkan, setidaknya untuk lingkup desa sendiri, yang pada akhirnya dapat menambah pendapatan keluarga atau kas organisasi.

Melalui kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut, sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa terjalin nyata. Program penanaman TOGA ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran kolektif bahwa menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan cara yang murah, mudah, dan menyenangkan. Mahasiswa KKN UPGRIS berharap, jejak hijau yang mereka tinggalkan di Langensari tidak hanya menyejukkan mata, tetapi juga menyehatkan raga dan memberdayakan ekonomi warga di masa depan.

 

Editor : Azis

Continue Reading

Berita

Edukasi Hidup Sehat, Mahasiswa KKN UNDIP Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Styrofoam dan Minyak Goreng Berulang

Published

on

By

Klaten, Katakampus.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar sosialisasi mengenai keamanan pangan dan penggunaan wadah makanan. Fokus utama dalam kampanye kesehatan ini (26/1/2026) adalah himbauan keras untuk menghindari penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan panas serta bahaya penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang.

​Ancaman Zat Kimia pada Wadah Makanan

Penggunaan styrofoam yang praktis dan murah seringkali menjadi pilihan utama dalam pembungkusan makanan. Namun, Asfan Safaro Abror, mahasiswa KKN UNDIP menyoroti risiko kesehatan serius di baliknya. Berdasarkan materi edukasi yang disebarkan, styrofoam memiliki potensi melepaskan zat styrene ketika bersentuhan dengan makanan yang panas.

​Paparan zat kimia ini tidak bisa dianggap remeh. Dalam jangka pendek, zat tersebut dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf manusia. Gejala yang mungkin timbul meliputi rasa pusing, kelelahan yang tidak wajar, hingga sulit berkonsentrasi.

​Risiko Jangka Panjang

​Selain dampak langsung, tim KKN UNDIP juga menekankan risiko jangka panjang yang lebih fatal. Paparan terus-menerus terhadap zat yang terkandung dalam styrofoam dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kanker. Edukasi ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat untuk beralih ke wadah makanan yang lebih aman dan ramah lingkungan (food grade).

​Pentingnya Kualitas Minyak Goreng

​Selain masalah kemasan, sosialisasi ini juga menyoroti kebiasaan rumah tangga dalam menggunakan minyak goreng. Mahasiswa menghimbau warga untuk tidak menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang. Penggunaan minyak yang sudah jenuh (jelantah) dapat menjadi sumber radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.

​Melalui penyebaran informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih selektif dalam memilih kemasan makanan dan lebih bijak dalam proses pengolahan pangan demi menjaga kesehatan keluarga jangka panjang

Penulis: Asfan Safaro Abror (Fakultas Sains dan Matematika)

DPL : Ichlasul Ayyub, M.Si

Lokasi : Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten

Editor : Azis

Continue Reading

Trending